SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
80. PERJODOHAN ( Lagi? )


__ADS_3

Saat di dalam mobil, Sandra merasa sangat puas karena telah berhasil membuat Merissa merasa cemburu dan panas.


Sandra


" Hahahha Dasar wanita bodoh, dia percaya dengan semua ucapan ku. Pasti nanti pas Wilson pulang mereka bakalan ribut. "


Sementara Sandra kini pergi ke sebuah kafe untuk merayakan kemenangan kecil yang telah ia lakukan pada keluarga Merissa dan Wilson.


Sandra


" Sepertinya aku harus lebih sering - sering menganggu mereka, biar mereka jadi sering ribut. "


Dari kejauhan Sandra melihat Arjun sedang mengobrol dengan dua orang wanita.


Sandra mengetukkan jari nya ke meja sambil memperhatikan Arjun.


" Apa yang kau lihat? " Tanya Rizki yang tiba - tiba datang


Sandra


" Bukan apa - apa. Pas sekali kau datang. Aku mau minta tolong. "


Rizki


" Minta tolong apa? "


Sandra


" Nanti malam aku bakalan pulang larut, jadi tolong menetaplah dirumahku untuk mengecek Vania. "


Rizki


" Ok. Btw kau mau kemana? "


Sandra


" Aku ada urusan yang harus aku urus. "


Tak lama setelah itu Sandra pergi dari kafe itu, namun Sandra langsung pergi ke kontrakan Merissa untuk mengawasi apa yang telah terjadi.


Sandra masih tetap menunggu di dalam mobil sampai ada yang keluar dari kontrakan itu.


Setelah 30 menit mengawasi dari jauh, Sandra melihat Wilson memasuki kontrakan itu.


Tak lama setelah Wilson masuk, Sandra langsung bergerak keluar dan mendekati Kontrakan Wilson.


" Pasti sebentar lagi mereka bakalan bertengkar. " Gumam Sandra dalam hati.


Benar saja, Wilson dan Merissa terlibat pertengkaran.


Merissa


" Dasar tukang bohong "


Wilson


" Maksudmu? "


Merissa


" Kau berbohong padaku, kau bilang semalam itu kau tidur di rumah Kenzo, tapi nyatanya kau malah menghabiskan waktu bersama mantan istri kamu itu."


Merissa


" Aku gak suka ya kalau kau masih bertemu dengan mantan istri kamu. "


Wilson


" Kau tau darimana kalau aku sempat bertemu dengan Sandra? "


Merissa


" Aku tahu dari Sandra, tadi pagi dia datang kesini dan memberitahukan semuanya padaku. "


" Kenapa Sandra membuat cerita bohong? Apa karena kejadian semalam itu. " pikir Wilson dalam hati.


Merissa


" Kok diam? Berarti benar ya kalau tadi malam kamu bertemu dengan Sandra? "


Wilson


" Benar, tapi kamu cuma berselisih sebentar. "


Merissa


" Aku gak percaya pasti kau berbohong. "


Merissa terus menyalahkan dan menuduh suaminya telah berbohong. Sementara Sandra yang mendengarkan dari luar itu pun merasa puas karena rencana nya berhasil.


" Hahaha Rasain. "


" Malam ini aku harus bertemu lagi dengan Wilson. "


Malam harinya Sandra akan menemui Wilson saat wilson telah keluar dari kontrakan yang ia tempati.


Namun gagal karena Wilson tak kunjung keluar dan akhirnya Sandra memutuskan untuk pulang kembali ke rumahnya.


Sesampainya dirumah, Sandra ternyata sudah di tunggu lama oleh Rizki.


Rizki


" Katanya mau pulang larut? "


Sandra


" Gak jadi. Ada tamu ya? "


Rizki


" Iya, ya sudah kamu masuk dulu dan temui tamunya."


Sandra


" Ok. "


Saat Sandra memasuki rumahnya, sudah ada pria tampan yang duduk di kursi sofa ruang tamu.


Sandra


" Siapa pria ini? "


Rizki


" Dia Jason. "


Sandra dan Jason saling mengenalkan diri mereka masing - masing.


Rizki menjelaskan semua maksud kedatangan Jason yang ingin melamar Sandra.


Sandra sempat keberatan karena dia sendiri belum terlalu mengenal Jason.


Jason


" Aku tidak akan terburu - buru, jadi kita bisa jalani dulu dan lihat apakah ada kecocokan di antara kita. "


Sandra


" Baguslah jika kau mengerti dengan apa yang aku maksud. "


Jason Andrian pria tampan yang berumur 23 tahun


Jason adalah pemilik usaha tembikar yang sudah sangat terkenal.



Sandra sempat lama berbicara dengan Jason, dan menurut Sandra, Jason adalah pria yang nyambung kalau di ajak ngobrol. Kini Sandra merasa sefrekuensi sama Jason.


Melihat adiknya merasa nyaman saat mengobrol dengan Jason, Rizki merasa senang.


" Sepertinya Sandra menyukai Jason. " gumam Rizki


Setelah cukup lama berada di rumah Sandra, akhirnya Jason pamit pulang kepada Sandra dan Rizki.


Rizki


" Apa kau menyukai Jason? "


Sandra


" Apa kau akan menjodohkan ku lagi? Seharusnya kau tau aku sudah tak mau lagi di jodohkan karena dulu aku pernah di jodohkan. "


Rizki


" Aku tau, tapi bukankah kau sudah melupakan semua yang telah terjadi pada dirimu? Jadi apa salahnya jika aku mendekatkan dirimu pada Jason."


Sandra


" Memang tidak ada salahnya jika Jason hanya ingin berteman, namun tadi dia bilang dia akan melamar diriku, dan aku belum siap untuk menikah lagi.


Rizki


" Maka dari itu persiapkan dirimu. "

__ADS_1


Rizki langsung pergi meninggalkan Sandra di ruang tamu.


Saat ini Sandra tak ingin lagi mempertanyakan tentang Jason pada Rizki.


" Enggak dulu, enggak sekarang, kenapa aku terus di jodohkan? Aku muak sekali dengan semua ini. " Keluh Sandra yang kini masih duduk di sofa.


Di kontrakan Wilson dan Merissa


" Malam ini kamu tak boleh keluar! " Ujar Merissa


Wilson


" Yang mau keluar rumah itu siapa? "


Merissa


" Jadi malam ini kamu gak keluar? Baguslah jika tidak. oh iya malam ini kamu tidur di kamar satu lagi. Aku gak mau tidur denganmu. "


Wilson langsung keluar dari kamar itu lalu pergi menuju ke kamar yang satu lagi.


" Dasar Wanita, giliran marah aja langsung gak mau tidur sama suaminya. " Keluh Wilson


" Ternyata Merissa sama saja dengan Sandra. Gumam Wilson.


" Loh kok tiba - tiba aku kepikiran sama Sandra ya? "


Wilson mencari hp yang dulu pernah ia pakai saat masih menikah dengan Sandra.


Dirinya mencari poto Sandra yang masih tersimpan di galeri hp nya.



" Ini poto Sandra yang aku ambil diam - diam saat ia sedang menunggu diriku. " Gumam Wilson dalam hati.


" Saat itu dirinya begitu cantik. "


Wilson memandangin poto sandra yang ada di hpnya hingga dirinya tertidur.


Pagi Hari


Merissa ingin membangunkan suaminya, namun pandangannya tertuju pada hp yang berada disebelah suaminya.


Saat Merissa membuka hpnya, dirinya sangat terkejut saat melihat lockscreen hp suaminya itu.


" Inikan Sandra. Kenapa dia masih menyimpan hp ini? Aku harus buang hp ini. "


Merissa keluar dari kamar dan langsung membuang hp itu jauh - jauh.


Sementara Wilson yang baru bangun kini belum menyadari kalau hpnya telah dibuang oleh Merissa.


Wilson


" Tumben kamu masak. "


Merissa


" Aku bangun cepat tadi. "


Saat tengah Sarapan Wilson ingat tentang hp nya dan langsung berlari pergi menuju kamarnya.


Wilson terus mencari namun hp nya itu tak kunjung ketemu.


" Cari apa kamu? " Tanya Merissa yang berdiri didepan pintu.


Wilson


" Cari hp. Apa kau melihat hp ku? "


Merissa


" Bukankah itu hpmu. "


Wilson


" Bukan yang itu, yang satu lagi. "


" Kamu cari sajalah terus. Kamu tak akan pernah menemui hp itu lagi. " Gumam Merissa dalam hati.


Sementara Wilson masih kebingungan mencari hpnya yang hilang.


Di rumah Sandra.


Setelah selesai Sarapan, kini Sandra langsung mau pergi ke kontarakannya Wilson untuk menganggu Merissa.


Rizki


" Apa kau akan pergi lagi? "


Sandra


Rizki


" Bawalah Vania bersamamu, belakangan ini kau sering meninggalkan dia pergi. "


" Gimana cara aku membawa Vania ya? Kan gak mungkin aku bawa dia ke tempat Wilson. " Gumam Sandra dalam hati.


Sandra


" Aku hanya pergi sebentar, setelah itu aku akan kembali dan membawa Vania ke kantor. "


Setelah itu Sandra langsung bergegas untuk pergi dari rumahnya menuju ke kontrakan Wilson.


Sesampainya disana, Sandra melihat pintu rumah Wilson sudah terbuka.


" Itukan anaknya Merissa dan Wilson. Kenapa bayinya berada diluar? Kemana kedua orang tuanya? " Ucap Sandra


Tak lama Merissa keluar dari dalam rumah dan menghampiri bayinya.


" Ini dia saatnya. " Sandra pun keluar dari mobilnya dan langsung menghampirin Merissa.


Merissa


" Kau! Mau apa kau kesini? "


Sandra


" Mau cari Wilson. "


Merissa


" Pergi kau dari sini! "


Sandra


" Aku tidak mau. Aku mau ketemu sama Wilson dulu."


Sementara dari dalam, Wilson mendengar suara istrinya dan suara Sandra.


" Sepertinya itu suara sandra. " Wilson langsung keluar untuk melihatnya.


" Kan benar. " Gumam Wilson


" Apa Wilson masih disini. Aku kira tadi dia sudah pergi kerja. Aduhh gimana ini? Bisa - bisa nanti Wilson merasa kepedean lagi. " Gumam Sandra dalam hati.


Wilson


" Sandra ngapain kesini? "


Merissa


" Ngapain kamu keluar? Masuk sana! "


Wilson


" Aku akan masuk setelah Sandra menjawab pertanyaanku. "


Merissa memaksa Wilson masuk kembali kedalam rumah, dan Wilson terpaksa menurut karena istrinya itu mendorongnya masuk.


Merissa


" Kamu pergi dari sini. "


" Lebih baik aku pergi ajalah. " Gumam Sandra


Sandra


" Ok aku akan pergi. "


" Wilson jangan lupa nanti malam kita bertemu lagi ya. " Teriak Sandra


" Dasar wanita ini. " Gerutu Merissa.


Sandra pergi masuk ke dalam mobilnya itu.


" Aduhh seharusnya tadi aku memastikan dulu kalau Wilson udah pergi. " Ucap Sandra


Sementara Wilson masih memikirkan ucapan Sandra yang mengajaknya untuk bertemu malam ini.


Merissa


" Pokoknya malam ini kamu gak boleh keluar! "


Wilson mengabaikan ucapan istrinya yang sedang emosi akibat terbakar api cemburu yang disebabkan oleh Sandra.

__ADS_1


" Kamu dengar ucapan aku kan? " Tanya Merissa


Wilson


" Hmm iya aku dengar. Udah ah jangan ngomel terus, aku pusing dengarnya. "


" Aku harus mengawasi suamiku agar dia tak dekat - dekat dengan mantan istrinya itu. " Gumam Merissa.


Di dalam Mobil


Sandra mengabari pengasuh Vania agar menyiapkan semua perlengkapan Vania, karena Vania akan ikut dengan Sandra ke kantor.


Sesampainya di depan rumah, Sandra langsung mengendong Vania dan langsung duduk di kursi belakang.


" Panggilkan Supir. " Perintah Sandra pada pengasuh Vania.


" Baik nyonya. "


Supir pun datang dan langsung mengendarai mobilnya Sandra.


" Kita ke kantor ya pak. "


" Baik nyonya. "


Saat ini Sandra masih merasa agak aneh karena dia mengajak Wilson untuk bertemu malam ini.


" Semoga saja tadi Wilson tak mendengar ucapanku."


" Tapi sepertinya dia mendengar, karena tadi kan aku berteriak. "


" Jika dia dengar, aku harap dia tak mau menemuiku."


Gumam Sandra dalam hati


Kini Sandra telah tiba di kantornya, namun Jadwalnya kini sama sekali tidak ada, Sehingga dirinya hanya memantau para karyawan yang bekerja di perusahaanya.


Dari jendela ruang Sekertarisnya, Sandra melihat ada Rangga yang baru saja datang ke kantornya.


Sandra menghampiri Rangga yang akan pergi menuju ke ruangannya.


" Rangga. "


Rangga menoleh ke arah Sandra


" Tadinya aku kira kamu sudah berada di ruanganmu, makanya aku menuju ke sana."


" Hai cantik. " Sapa Rangga kepada Vania.


" Kenapa kamu membawa Vania ke kantor? "


Mereka berbincang sambil berjalan menuju ke ruangan Sandra


Sandra


" Belakangan ini aku sering meninggalkan Vania, jadi Rizki tadi sempat menegur ku. "


Rangga


" Iya juga sih, kan belakangan ini kamu sibuk terus. Vania gak rewel kan? "


Sandra


" Untuk saat ini sih belum. "


Setelah sampai di ruangan Sandra, Rangga langsung memberikan berkas yang harus ditanda tangani oleh Sandra.


Rangga


" Besok Kevin sudah bisa bekerja lagi, karena kondisinya sudah membaik. "


Sandra


" Baguslah jika seperti itu. "


Rangga menanyakan kepada Sandra kenapa ia begitu peduli pada Kevin saat kevin berada di rumah sakit.


Sandra menjawab perhatian yang ia berikan pada Kevin itu adalah sebuah bentuk ucapan terima kasih karena Kevin telah melindungi Vania.


Mendengar jawaban Sandra kini perasaan Rangga menjadi sedikit tenang.


Rangga


" Aku kira semalam itu kamu menyukai Kevin. "


Sandra


" Ya gak mungkinlah, lagian aku juga belum mau memulai sebuah hubungan lagi. "


Perasaan Rangga kini bercampur antara senang dan kecewa. Dirinya kecewa karena hingga saat ini Sandra belum bisa membuka pintu hati untuk memulai sebuah hubungan yang baru.


Di kontrakan Wilson dan Merissa


~ Kenzo lo bisa bantuin gue nggak?


- Bantuin apa?


~ Bantuin gue buat keluar dari rumah, soalnya saat ini istriku lagi ngambek dan melarang aku buat keluar.


- Kalian bertengkar?


~ Iya. Lo mau kan bantuin gue?


- Iya mau. Lo mau keluar jam berapa? "


~ Saat ini juga. Lo jemput gue lah. "


- Ok, Tunggu aja, gue otw nih. "


( Isi pesan chat Wilson dan Kenzo )


Saat ini Wilson hanya menunggu Kenzo yang akan membantunya untuk keluar dari kontrakannya.


Sementara Merissa masih merasa marah karena kejadian tadi.


Wilson berusaha membujuk istrinya itu agar tak marah lagi.


Tak berapa lama, Kenzo datang ke kontrakan Wilson.


Awalnya Kenzo berbasa - basi dulu sama istrinya Wilson, hal itu dilakukannya agar Merissa tak merasa curiga.


" Lama banget sih Kenzo ngomong sama Merissa. " gumam Wilson yang sudah merasa tak sabar untuk segera keluar dari kontrakannya.


Akhirnya Kenzo mengajak Wilson keluar, namun Mereka berdua malah di cecar oleh pertanyaan yang di lontarkan oleh Merissa.


Merissa


" Kalian mau kemana? "


Kenzo


" Aku mau mengajak Wilson untuk bekerja bersamaku, jujur saat ini aku lagi butuh bantuan. "


Merissa


" Apakah itu benar Sayang? "


Wilson


" Iya benar lah sayang. Masa kami berdua bohong. "


Merissa terpaksa membiarkan suaminya pergi, karena jika suaminya tak bekerja maka dirinya tak akan diberi uang untuk membeli kebutuhan Zayn.


" Aku ijinkan kamu keluar untuk kerja. Tapi kamu jangan macam - macam ya. " Bisik Merissa di telingga Wilson


" Iya aku janji gak macam - macam. " Ujar Wilson


Sebelum pergi seperti biasa Wilson mencium kening Sandra.


Wilson


" Akhirnya gue bisa keluar juga. "


Kenzo


" Kenapa dengan Merissa? Kenapa dia melarangmu untuk keluar? "


Wilson


" Dia cemburu. "


Kenzo


" Bukankah itu wajar? "


Wilson


" Memang wajar. "


Kini Kenzo membawa Wilson pergi ke markasnya untuk bersenang - senang karena hari ini seluruh anggota mafia Kenzo akan berkumpul lagi.


Bahkan Saat ini Wilson di jadikan salah satu anggota di dalam Perkumpulan Mafia nya Kenzo.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2