
Jebakan berujung Cinta yang mendalam
Wilson kehabisan ide untuk membuat Sandra kembali rujuk pada dirinya.
"Aku harus menemuinya lagi."
Malam ini Wilson akan menemui Sandra di kantor seperti biasa.
Setelah Zayn tertidur kini Wilson pergi menuju ke rumah Sandra.
...
Setelah sampai Wilson dapat dengan mudah masuk karena tak ada penjaga di luar, Sandra langsung menghampiri Wilson setelah mendapat pemberitahuan dari pengasuh Vania.
"Ini sudah malam, mau apa kau kesini?"
"Ikutlah denganku." Ucap Wilson sambil menarik lengan Sandra.
Sandra heran melihat dirinya sendiri karena membiarkan Wilson membawanya pergi.
"Kita mau kemana?" Tanya Sandra.
Wilson memeluk Sandra saat mereka sudah di dalam mobil, tanpa sadari kini ia merasa nyaman dengan perlakuan Wilson.
"Kenapa dia tak memberontak? Ini aneh sekali." Gumam Batin Wilson ketika melihat reaksi yang mengejutkan dari Sandra.
"Yang kita lakukan ini salah, kita hentikan saja." Ujar Sandra yang kini melepas pelukan Wilson.
"Salah tempat?" Tanya Wilson.
"Bukan itu maksudku, kita sudah bukan suami istri lagi dan kita tak pantas melakukan hal tadi." Jelas Sandra.
"Yaudah besok kita menikah." Ujar Wilson yang menghidupkan mesin mobilnya.
Wilson memberikan Sandra sebuah obat karena Sandra mengeluh bahwa ia sedang pusing.
"Ini kesempatan bagiku." Gumam Wilson.
"Obat apa ini?" Tanya Sandra.
"Obat Migran." Jawab Wilson
Tanpa ada rasa ragu dan curiga Sandra langsung mengkonsumsi obat yang diberikan Wilson.
Malam ini Sandra akan di bawa ke rumah Wilson.
__ADS_1
...
Setelah sampai.
"Aku mau pulang saja." Ucap Sandra.
"Kita baru sampai, masuklah." Ujar Wilson membawa Sandra masuk.
Wilson membawa Sandra kembali ke kamarnya dan mengunci pintu kamar itu.
"*Wilson jangan." Ucap Sandra ketika Wilson mulai menyentuh tubuh*nya.
"Kita lakukan malam ini saja, dan kamu jangan berontak lagi." Bisik Wilson.
Sandra terus berusaha untuk melepaskan diri dari Wilson dan itu membuat Wilson merasa kesal.
"Lepaskan!"
"*Anakmu meliha*t kita."
Seketika Wilson menghentikan permainannya dan langsung melihat ke arah ranjang.
"Kau berbohong." Ucap Wilson.
Ini merupakan kesempatan bagi Sandra untuk kabur namun Wilson kembali memeluknya dari belakang.
"Obatnya mulai bekerja."
"Dasar curang." Ucap Sandra dengan pelan sebelum ia pingsan.
Wilson langsung mengangkat tubuh Sandra ke ranjangnya, setelah itu Wilson memindahkan Zayn ke kamar milik Zayn.
Dengan cepat Wilson langsung membuat tanda di leher Sandra tanpa sepengetahuan Sandra.
Malam ini Wilson tak melewati batasannya dengan menodai Sandra, ia hanya sekedar membuat bekas ciuman di leher saja.
Mereka tidur bersama setelah Wilson puas membuat sebuah karya di leher dan dada Sandra.
...
Pagi hari.
Wilson bangun lebih awal namun ia masih terbaring dan melihat wajah Sandra yang cantik.
Sandra merasakan ada tangan yang meraba pipinya, saat Sandra membuka matanya dirinya melihat Wilson yang menatap dirinya.
__ADS_1
"Morning." Ucap Wilson.
Sandra melihat kondisi tubuhnya yang sudah bertelanjang dada dan dengan cepat Sandra langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Aku sudah melihatnya, jadi tak perlu kau tutupin sayang." Ucap Wilson yang menarik selimut agar tubuh Sandra terlihat olehnya.
Sandra menahan selimutnya agar tetap menutupi tubuhnya. Kamar Wilson sedikit berantakan karena baju dan pakaian dalamnya berserak di lantai.
"Padahal aku belum menyentuh yang bawah dan lihat wajahnya begitu panik." Gumam Wilson.
Setelah mandi, Sandra melihat leher dan dada nya di penuhi oleh bekas cumbuan Wilson tadi malam.
"Apa kau menikmatinya tadi malam?" Tanya Wilson yang sedang memilih pakaian.
"Aku gak sabar menantikan anak kedua kita."
"Aneh sekali, kenapa aku tak merasakan apa - apa. Apa karena aku pingsan? Tapi saat aku mandi tadi sama sekali tak ada bekas pecelahan dibawah, hanya leher dan dada saja yang terdapat bekas." Pikir Sandra.
Sebelum pergi dari rumah Wilson, Sandra menampar Wilson sebanyak 2 kali dan itu di saksikan oleh Zayn.
"Tante jahat sekali." Ucap Zayn.
Seketika Wilson dan Sandra menoleh melihat Zayn.
"Zayn dengarin Daddy, Tante Sandra tidak jahat. Daddy sama Tante Sandra hanya bermain - main saja." Ujar Wilson menjelaskan kepada anaknya.
Zayn malah bertanya panjang lebar sehingga membuat Wilson semakin bingung. Melihat kebingungan itu, Sandra membantu Wilson menjelaskan kepada Zayn.
Kini satu masalah telah selesai dan Sandra pulang diantar oleh Wilson.
...
"Mama dari mana saja?" Tanya Vania.
"Vania jangan ganggu Mama dulu ya nak, mama mau istirahat."
"Mama sakit? Leher Mama kenapa merah?" Tanya Vania.
Sandra membawa Vania ke kamarnya agar pertanyaan Vania tak di dengar oleh orang lain.
"Mama ini kenapa?" Tanya Vania sambil menyentuh leher yang ada bekas merah.
Sandra sama sekali tak bisa menjawab pertanyaan anaknya itu.
__ADS_1
Bahkan hari ini Sandra tak bisa ke kantor karena dirinya sedikit shock dengan kejadian yang ia alami di rumah mantan suaminya.
Bersambung...