
Dua hari kemudian.
Pagi ini matahari bersinar terang di jepang dan cahaya nya menerpa dari jendela kamar Hardi dan Kezia.
Kezia langsung membuka matanya ketika Hardi membuka gorden jendela itu.
Hardi tak saling bicara dengan Kezia, mereka saling mengabaikan satu sama lain.
Setelah selesai bersiap kini Kezia pergi keluar tanpa ijin dari Hardi dan Rizki.
"Sial, aku harus memulainya lagi dari awal." Keluh Kezia.
Setelah sampai di hotel kini Kezia memasuki hotel tersebut dan menghampiri Wilson.
Tok tok tok
Pintu kamar tersebut terbuka dan Merissa langsung melihat ke arah Kezia.
"Sandra." Ucap Merissa yang terkejut.
"Hai Merissa. Apa kabar?" Tanya Kezia sambil tersenyum sinis.
"Mau ngapain kau kesini?" Tanya Merissa sambil tersenyum lebih sinis juga.
"Aku mau bertemu Wilson." Jawab Kezia secara terus terang.
Kezia masuk dan mengabaikan Merissa yang melarangnya, begitu sudah berada di dalam Kezia melihat Wilson yang tengah bermain ponsel.
Mereka saling tatap seolah saling tak percaya kalau mereka bertemu.
Tanpa ada rasa ragu, Kezia langsung memeluk Wilson dan membuat Merissa marah besar.
Merissa langsung menarik tangan Kezia namun baru mencengkram sebentar ia sudah gagal karena Wilson menolong Kezia.
"Tanganku sakit Wilson."
"Merissa kau ketertaluan sekali." Bentak Wilson.
"Kamu kenapa sayang? Kenapa kamu melindungi nya? Dia mau merebutmu dariku. Aku tak suka melihatnya, jadi biar aku mengusirnya." Ujar Merissa.
"Bukan aku yang merebutnya, tapi kamu yang merebutnya dariku." Ucap Kezia yang kini berada di belakang Wilson.
Namun amarah Merissa sudah tak bisa di bendung lagi dan secara tiba - tiba dia berhasil menjambak rambut Kezia.
Wilson memisahkan kedua wanita tersebut, namun semua di luar dugaan Wilson ternyata Kezia membalas perbuatan Merissa dengan gantian menjambak rambut Merissa.
"Lepaskan aku dasar wanita perebut." Ucap Merissa.
"Kamu yang wanita perebut." Ujar Kezia.
__ADS_1
Wilson masih berusaha memisahkan keduanya.
"Sandra hentikan itu. Ayo kita pergi dari sini." Bisik Wilson.
Dengan cepat Wilson membawa Zayn dan Kezia untuk keluar dari hotel tersebut.
"Wilson kamu mau kemana? Jangan bawa anakku."
Wilson mengabaikan Merissa yang masih menangis.
Kini mereka sudah pergi jauh dari Merissa.
"Akhirnya, sekarang tugasku selesai dan tinggal kamu yang harus menyelesaikan tugasmu sendiri Wilson." Ucap Kezia sembari merapikan rambutnya yang berantakan.
"Apa maksudmu?" Wilson menatap heran Kezia.
"Aku akan pergi dan membiarkan Sandra kembali lagi ke tubuhnya, namun setelah Sandra kembali maka ia tidak akan ingat apa - apa. Maka dari itu kamu harus bisa membuat Sandra kembali lagi bersamamu." Jelas Kezia.
"Itu tak mungkin, Sandra sudah mempunyai Suami." Ucap Wilson.
"Aku yakin nanti suaminya itu bakal menceraikan Sandra. Aku lupa kamu juga harus bisa membujuk Rizki agar menyetujui hubungan kalian." Jelas Kezia lagi.
Bahagia sudah pasti karena Wilson akan kembali memiliki Sandra lagi namun disatu sisi dia merasa ragu bahwa apa mungkin Sandra masih mau menerima dirinya.
Mereka memesan hotel lain untuk tempat tinggal Wilson dan anaknya, sedangkan Kezia akan kembali lagi ke rumah Hardi.
Kezia memberi alamat rumah Hardi agar Wilson bisa menemui Sandra.
"Kalian harus kembali ke indonesia dan langsung mengurus surat pisah kalian, setelah semuanya selesai maka kau bisa kembali ke jepang dan menemui Sandra." Jelas Kezia.
Siang berganti menjadi malam dan kini Kezia sudah kembali ke rumah Hardi.
Di dalam rumah tampak sepi, namun Kezia terus melangkah ke kamar.
...
Pagi hari.
Semuanya telah berakhir dan Sandra sudah kembali ke tubuhnya sendiri.
"Dimana suamiku?" Ucap Sandra ketika melihat di sebelahnya tak ada Hardi.
Tak lama setelah itu Hardi masuk dan mengabaikan Sandra yang ia kira masih Kezia.
Sandra merasa heran melihat tingkah suaminya itu.
"Kamu kenapa?"
"Tidak ada apa - apa." Jawab Hardi datar.
__ADS_1
"Sesuai permintaanmu, besok aku akan kembali ke indonesia dan mengurus surat cerai aku dan Sandra." Ujar Hardi.
Flasback on.
Di dalam rumah yang sepi ini Kezia melihat Hardi yang sedang menikmati Wishky.
"Mau apa kau kesini?" Tanya Hardi.
"Kau harus bercerai dengan Sandra, dia tak mencintaimu." Jawab Kezia.
"Lebih baik kau masuk lah ke kamar sebelum aku melakukan kekerasan terhadapmu." Ucap Hardi.
"Baiklah, tapi ingat yang aku bilang tadi."
Setelah Kezia masuk ke dalam kamar, Hardi merasa marah dan melempar semua benda yang ada di depan dan di samping dia.
Hardi terus memikirkan semua hal yang telah di ucapkan oleh Kezia kepada dirinya.
"Kenapa ini terjadi padaku? Disaat aku mencintai dia, dia malah masih mencintai orang lain. Sulit sekali menerima kenyataan ini." Ujar Hardi.
Flashback off.
Sandra merasa heran melihat tingkah Hardi.
"Apa ada yang muncul? Aku Sandra." Ucap Sandra.
"Akhirnya kau kembali juga. Apa kau sudah puas? Seharusnya kau bilang dari awal kalau kau tak mencintaiku. Aku tau kau masih mencintai mantan suami mu itu." Jelas Hardi.
Hardi menceritakan semua yang telah terjadi karena ulah Kezia dan hal itu membuat Sandra tekejut karena ternyata Wilson berada tak jauh dari dirinya.
Mendengar akan di ceraikan tentu saja Sandra tak mau karena dia tak ingin menjadi janda untuk yang kedua kali.
"Itu ulah Kezia, bukan ulahku. Jadi jangan ceraikan aku." Pinta Sandra sambil mengikuti langkah kaki Hardi. Sandra berusaha untuk membujuk Hardi namun semua itu sia - sia.
"Sudahlah Sandra, kita sudah tak bisa lagi bersama karena kau sendiri tak bisa bahagia saat bersamaku. Jadi untuk apa aku mempertahankan hubungan ini? Lebih baik kita akhiri saja."
Saat ini memang Sandra tak menangis karena memang benar ia masih belum bisa mencintai Hardi secara seutuhnya, namun walau begitu dia tetap tak ingin cerai lagi.
Tidak ada yang bisa diperbuat oleh Sandra dan Rizki, saat ini mereka semua mempersiapkan semuanya agar mereka bisa cepat sampai di indonesia.
Sandra pulang hari ini bersama Vania dan Rizki.
"Dengar Sandra, setelah kamu cerai dari Hardi, kau tak boleh rujuk dengan Wilson." Ujar Rizki.
Mau membantah tapi sulit, Sandra hanya mengiyakan ucapan Rizki agar semuanya cepat berlalu tanpa perdebatan lagi.
...
Setelah beberapa Jam di pesawat kini mereka sampai di Jakarta, saat ini mereka langsung kembali ke rumah mereka.
__ADS_1
Bersambung...