SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
77.


__ADS_3

Tiba - tiba Sandra langsung berdiri dan pergi meninggalkan Vania bersama pengasuhnya itu.


" Sandra kau mau kemana? " Tanya Rizki


" Sandra " Panggil Rizki


" Kenapa dia? Sepertinya ada yang gak beres, lebih baik aku ikuti dia. "


Rizki mengikuti Sandra dari belakang sambil terus memanggil nama adiknya itu.


Sandra sama sekali tak memperdulikan teriakan dari Abangnya itu.


Sandra terus berjalan hingga melewati jalanan yang kini sedang ramai kendaraan yang lewat di jalan raya itu.


Sebuah mobil hampir menabrak Sandra.


" Gadis itu kenapa? Hampir saja aku menabraknya. " Ucap pengguna mobil itu


Sandra terus berjalan sambil mengucapkan kalimat


" Aku benci dia. " secara berulang ulang.


Dan lagi Sandra hampir tertabrak oleh mobil yang sedang di kendarai oleh Rangga.


Sontak Rangga langsung membelokan mobilnya arah lain agar tak menabrak Sandra


Rangga menghela nafas" Hampir saja... Apa Dia Sandra? "


Rangga pun turun dari mobilnya dan menghampiri Sandra.


" Sandra kamu kok disini? "


" Aku benci dia. " Ucap Sandra


" Tatapan matanya kosong sekali. " Ucap Rangga


Rangga berencana membawa Sandra kembali ke rumahnya, namun Sandra tak mau dan tetap fokus menatap kearah depan.


Rizki pun datang menghampiri Rangga dan Sandra.


Dengan cepat Rizki membawa Sandra pulang bersama dengan Rangga.


" Kenapa Sandra bisa begini? "


" Dia terguncang karena tadi siang bertemu dengan Wilson. " Jawab Rizki


Setelah sampai, Rizki langsung membawa Sandra ke kamar dan membiarkan Sandra berbaring di tempat tidurnya setelah di beri obat.


Kini Sandra menjadi lebih tenang, sementara Rangga langsung keluar setelah memastikan bahwa Sandra baik - baik saja.


" Aku harus pulang dulu. "


" Baiklah, terima kasih karena telah menolong adikku."


" Sama - sama. "


Rangga pergi dengan perasaan kesal karena melihat Sandra yang begitu tertekan karena Wilson.

__ADS_1


Rangga menghampiri Wilson di kontrakan yang Wilson tempatin.


" Dasar pria brengsek. " Ucap Rangga saat melihat Wilson


Belum sempat Wilson menjawab, satu pukulan mendarat di perut Wilson.


" Kau kenapa? " Tanya Wilson heran


" Kenapa? Kau yang kenapa? " Tanya Rangga balik


Rangga terus memukuli wajah dan perut Wilson dengan kuat.


BUGH


BUGH


" Kenapa kau menjumpai Sandra? Kenapa? " tanya Rangga yang sudah sangat marah


Melihat suaminya di pukuli, Merissa berteriak minta tolong sehingga banyak orang yang datang.


" Ada keributan apa ini? " Tanya Warga


" Pria ini datang dan menghajar suami saya. " Jawab Merissa yang merasa panik dan khawatir melihat kondisi suaminya.


" Jangan pegang saya! Saya bisa pergi dari sini sendiri. " Ucap Rangga pada warga.


" Ingat ya Wilson, jika kau menemui Sandra lagi maka aku akan membunuhmu. " Ancam Rangga


Rangga pun pergi dari kontrakan Wilson dengan perasaan marah.


" Apa kau bertemu dengan Sandra tanpa sepengetahuan dariku? " Tanya Merissa yang mengobati Wajah lebam Wilson


" Aku tak sengaja bertemu dengannya. " jawab Wilson sambil meringis kesakitan


" Lalu kenapa Rangga bisa semarah itu pada dirimu?" Tanya Merissa


" Itu wajar, karena selama ini dia mencintai Sandra. Mungkin dia cemburu. " Jawab Wilson


Setelah selesai di obati, Wilson terus dicecar oleh pertanyaan istrinya yang saat ini sedang curiga.


" Apa kau masih mencintai Sandra? "


" Tidak. " Jawab Wilson singkat


" Lalu kenapa kau bertemu dengannya? "


" Aku bilang aku tak sengaja sayang. " Jawab Wilson lagi


Wilson berusaha meyakinkan Merissa, namun Merissa sama sekali tak mempercayai ucapan suaminya itu.


Di rumah Sandra


Sepanjang malam Rizki menemani Sandra yang kini sedang tidur karena pengaruh obat yang diberi tadi.


Rizki merasa sangat khawatir melihat kondisi adiknya yang sekarang sedang merasa terguncang akibat trauma.


Sesekali Rizki mendengar Sandra mengucapkan kalimat " Aku benci dia. " Secara berulang - ulang.

__ADS_1


Karena tubuh Sandra demam dan terus mengeluarkan keringat, akhirnya Rizki memanggil dokter ke rumah.


Dokter yang baru saja sampai, langsung memeriksa kondisi Sandra.


" Sandra hanya mengalami stres dan anda jangan khawatir karena ini sama sekali tak menganggu kejiwaannya. Dan dia demam karena imun nya menurun. " Ucap Dokter


Setelah mendengar penjelasan dokter, perasaan Rizki menjadi sedikit lega.


Dan Rizki melanjutkan untuk menemani Sandra malam ini.


Keesokan paginya.


Rizki terbangun dan melihat Sandra yang sudah tidak ada di sebelahnya.


" Pergi kemana anak itu? "


Tak lama setelah itu Sandra keluar dari kamar mandi.


" Kau sudah bangun ternyata. "


" Apa kau sudah membaik? "


" Tentu saja sudah. "


Rizki langsung pergi keluar dari kamar Sandra dan membiarkan Sandra berpakaian.


Kini Perasaan Sandra sudah sedikit membaik walaupun tak sepenuhnya.


" Maaf aku telah berbohong, sebenarnya saat ini aku ingin sekali menangis, namun aku urungkan karena aku tak ingin abangku merasa khawatir dan menduga bahwa aku belum bisa melupakan Wilson. "


Sandra pun mengecek keadaan Vania yang kini sudah tampil cantik.


" Apa kau akan keluar? " Tanya Rizki


" Saat ini tidak, tapi nanti siang aku akan bertemu dengan Arjun. " Jawab Sandra


" oiya aku juga akan membawa Vania bersamaku. "


" Lalu bagaimana denganmu? Apa kau akan dirumah saja? " Tanya Sandra


" Tentu tidak, pagi ini aku akan kembali kerumahku. " Jawab Rizki.


" Lalu? "


" Lalu aku akan berdiam diri dirumah. " Jawab Rizki datar


" Bukankah itu sama saja? "


" Sama apanya? "


" sudahlah lupakan. " Ucap Sandra.


Sandra kembali fokus mengajak anaknya bermain sambil menunggu Arjun yang datang menjemputnya.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT


TUNGGU KELANJUTANNYA....

__ADS_1


__ADS_2