
Keesokaan harinya.
Seperti biasa di keluarga baru Sandra selalu sarapan bersama setiap pagi, setelah itu baru bagi yang bekerja maka mereka akan pergi ke tempat kerja mereka.
Akari pergi berangkat ke sekolah, saat ini ia masih duduk di kelas 3 smp. Sedangkan Juna sudah kelas 3 sma di jepang.
"Sayang, aku ke rumah sakit dulu. Kamu jangan lupa minum obat." Ucap Hardi.
"Iya."
Setelah itu Hardi pergi meninggalkan Sandra di rumah itu. Selama dirumah Sandra tak banyak melakukan kegiatan, dirinya hanya mengurus Vania dan itu pun ditemani oleh Yuki.
"Apa kau tidak lelah? Istirahat lah, biar aku sendiri yang mengurus anakku."
"Tidak Ny. saya akan menemani anda, ini perintah Tuan." Ujar Yuki
"Dasar mereka. Kenapa mereka begitu khawatir." Gerutu Sandra.
Karena bosan, kini Sandra memutuskan untuk keluar dari kamar itu dan melangkah menuju dapur.
Sandra membuat kue untuk menghilangkan rasa bosannya, namun secara tiba - tiba ada sepasang tangan yang memeluknya dari belakang.
"Sayang." Ucap Sandra, namun Sandra salah ternyata yang memeluknya itu bukan Hardi melainkan Juna.
"Lepaskan aku Juna."
"Kak, kenapa kakak begitu menggoda?Aku menyukaimu." Bisik Juna.
"Jangan gila kamu Juna, aku ini kakak ipar kamu." Ucap Sandra.
"Lalu kenapa? Itu tak jadi masalah kak." Bisik Juna lagi.
"Lepaskan aku."
Juna sama sekali tak mengubris ucapan Sandra. Juna langsung meraba dada kakak Iparnya itu dan sontak itu membuat Sandra langsung mendorong Juna hingga terjatuh.
"Kamu kurang ajar sekali Juna, akan ku adukan hal ini pada suami ku nanti." Ucap Sandra yang menahan emosinya.
__ADS_1
"*Kak ayo kita lakukan." Ucap Juna, dengan cepat Juna kembali melecehkan Sandra lag*i.
Sandra saat marah hingga dia langsung mengambil pisau dan mengancam Juna.
"Aku akan membunuhmu jika kau melecehkan ku lagi." Ancam Sandra.
"Aku tak peduli kak, yang terpenting sekarang kakak harus menjadi milikku selama 2 jam ini. Ayo kita lakukan di kamar." Ucap Juna, ia sama sekali tak perduli dengan Ancaman Sandra.
Saat Juna mencoba untuk memeluk Sandra, dengan cepat Sandra langsung menusuk Juna dengan pisau yang dia pegang.
"Tuan Juna." Teriak Yuki yang melihat Sandra menusuk perut Juna.
Dengan cepat Yuki langsung menolong Juna, sementara pekerja yang lain memegang Sandra.
"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku!"
"Maaf Ny. kami harus melakukan ini." Ujar mereka yang memengangin Sandra.
Yuki dan beberapa pelayan yang lain langsung membawa Juna ke rumah sakit, sementara Sandra di kurung oleh para pelayan yang lain di kamar.
"Buka pintunya."
"Dasar kalian." Gerutu Sandra.
• • • •
Sementara Hardi sangat terkejut melihat Juna yang bersimbah darah masuk ke dalam ruang perawatan.
"Apa yang terjadi?"
"Ny. Sandra menusuk Tuan Juna." Jawab Yuki.
"Lalu kenapa kamu malah mengantarnya kesini? Kau seharusnya menjaga Vania." Ucap Hardi dengan nada bicara yang meninggi melihat pengasuh Vania malah mengurus Juna.
"Maaf tuan tadi saya khawatir melihat kondisi Tuan Juna." Ujar yuki membela diri.
"Dasar kamu ini." Gerutu Hardi.
__ADS_1
Hardi langsung pergi meninggalkan rumah sakit untuk mengecek keadaan Vania.
Sesampainya di rumah, Hardi langsung mencari keberadaan Vania.
"Dimana anakku?" Tanya Hardi yang kini sangat khawatir.
"Nona Vania masih tidur di kamarnya sendiri." Jawab pelayan.
Hardi langsung masuk ke kamar Vania yang sebenarnya terhubung dengan kamar dia dan Sandra.
Hardi langsung mengecek keadaan Vania dan untungnya Vania dalam kondisi baik.
"Syukurlah Nak, Papa kira tadi kamu juga menjadi korban." Ucap Hardi sambil mengelus lembut kepala Vania.
Hardi langsung masuk ke kamar Sandra dan langsung menghampiri Sandra yang kini sedang menangis.
"Sayang sini biar sayang aku periksa dulu." Ucap Hardi.
Hardi memeriksa kondisi kejiwaan dan psikis dari istrinya itu.
"Kamu terguncang sayang. Kamu kenapa? Coba cerita sama aku, kenapa kamu menusuk adikku." Tanya Hardi secara lembut.
"Juna melecehkan aku." Jawab Sandra.
"Dasar anak itu. Apa mu yang di sentuhnya?" Tanya Hardi.
Sandra menunjukan bagian yang telah di sentuh oleh Juna si pria brengsek itu.
Hardi langsung memeluk istrinya agar istrinya bisa lebih tenang lagi.
"Sudah, hapus air matamu. Nanti aku akan hajar Juna itu. Berani - beraninya dia menyentumu."
Sandra menghapus air mata nya, namun tetap saja dia masih terus meneteskan air mata nya itu.
Setelah di beri obat kini Sandra tertidur sementara Hardi kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi adiknya yang bejat itu.
"Dasar adik tak tahu diri." Gerutu Hardi saat dia sedang menyetir.
__ADS_1
Bersambung...