
saat sedang berbincang dengan Merissa, tiba tiba Rangga datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Ada apa Rangga? Kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. " Tanya Sandra
" Iya udah aku keluar lagi. " Jawab Rangga
Rangga keluar dari ruangan itu serta menutup pintu, lalu mengetuk pintu itu lagi.
Tok.. Tok.. Tok..
" Masuk. " Ucap Sandra
" Mereka kenapa sih? Aneh sekali. " Gumam Merissa dalam hati.
" Merissa kamu bisa keluar dulu? Aku mau bicara dengan Sandra. " Ucap Rangga yang melihat Merissa dengan tatapan yang penuh dengan kecurigaan.
" Tentu bisa pak. Saya permisi. " Ucap Merissa.
Merissa pun keluar dari ruangan itu.
" Sepertinya Rangga akan menjadi penghalang semua rencanaku. " Gumam Merissa sambil terus berjalan mencari bosnya.
Sementara Rangga memulai pembicaraan dengan Sandra.
" Tadi aku liat kamu sudah begitu dekat ya dengan Merissa. " Ucap Rangga
" Enggak ah biasa aja. Tadi katanya ada yang mau di bicarakan? " Tanya Sandra yang sama sekali tidak menatap wajah Rangga.
" Ini aku cuma mau ngasih berkas yang harus kamu tanda tangani. " Jawab Rangga sambil menyerahkan berkasnya kepada Sandra
Sandra langsung mengecek berkas dan menanda tangani nya.
Di lokasi Lain
Seluruh anggota Wilson menyerang markas musuh mereka.
Suara pistol, suara hantaman benda ke dinding dan teriakan seseorang pun terdengar begitu kuat.
" Hajar mereka, namun jangan biarkan mereka semua mati. " Ucap Wilson kepada seluruh anggotanya.
Wilson sengaja tidak membunuh para mafia yang menjebak salah satu keluarganya, dirinya mengingat pesan yang dikatakan istrinya.
Setelah menghajar para mafia itu, mereka membawa 15 orang kedalam gudang penyiksaan yang ada dirumah Wilson.
Satu persatu dimasukan ke dalam mobil pick up secara paksa.
Sesampainya di kediaman Wilson, Ke 15 orang ini dibawa ke gudang penyiksaan.
" Ikat mereka dan jaga mereka secara ketat. " Perintah Wilson
__ADS_1
" Baik bos. " Ucap mereka serentak
" Lalu siapa yang akan membunuh mereka semua? " Tanya Alex
" Arjun yang akan melakukannya malam ini. Kalian tunggu saja dia. " Ujar Wilson.
Wilson pun kembali ke kamarnya.
" Sayang bau darah yang ada di bajumu itu begitu menyengat. " Ucap Sandra yang sedang menonton televisi.
" Iya aku tau sayang. Aku mandi dulu. " Ujar Wilson
Sandra memutuskan keluar dari kamar untuk mencari udara segar, belum lagi sampai ke depan rumah, dirinya sudah bertemu dengan Arjun.
" Hai cantik. " Sapa Arjun
" Mana suamimu? " Tanya Arjun
" Mandi. " Jawab Sandra singkat
" Selamat ya atas kehamilanmu. " kata Arjun
" Makasih. " Ucap Sandra.
Karena Wilson lagi Mandi, Arjun memutuskan untuk menemani Sandra yang sedang mencari udara segar.
Seperti biasa Arjun selalu mencoba untuk menggoda Sandra, namun seperti biasa juga Sandra mengabaikannya.
" Sayang kamu masuk aja dulu nanti aku nyusul. " Ucap Wilson
" Iya. "
Setelah Sandra pergi, Wilson baru menyuruh Arjun untuk menghabisin nyawa 15 orang yang dirinya bawa tadi.
" Kenapa tidak dirimu saja? " tanya Arjun
" Istriku lagi hamil, aku tidak mau nanti saat bayiku lahir dalam keadaan cacat karena perbuatanku. " Jawab Wilson.
" Benar juga. Ya sudah biar aku urus, kau masuklah temani istrimu. " Ucap Arjun
Dengan cepat Arjun langsung menuju keruang penyiksaan. Tanpa basa - basi, Arjun mengeluarkan pistolnya dan menembakin 5 pria yang ada di hadapannya.
" Rasakan ini. " Ucap Arjun
Dorr
Dorr
Dorr
__ADS_1
Dorr
Dorr
5 pria itu langsung tewas seketika setelah peluru itu tertanam dijantung mereka masing - masing.
Sementara 10 orang lagi kepalanya dipenggal oleh Arjun dengan menggunakan Samurai.
Para anggota Wilson yang ada disitu pun merasa ngeri melihat betapa brutalnya Arjuna memenggal kepala 10 orang yang mereka ikat.
Darah - darah banyak yang tumpah di lantai gudang itu.
" Bakar mayat mereka. " Perintah Arjun
" Baik tuan Arjun. "
Arjun mengawasi para anggota Wilson.
" Bakar mereka sampai menjadi abu. " Perintah Arjun yang sedang melihat proses pembakaran mayat yang telah ia bunuh.
" Baik tuan. "
Arjun kembali ke rumah Wilson dan Sandra untuk membersihkan dirinya.
" Sudah tengah malam dan aku harus mandi lagi. " Ucap Arjun yang melihat baju dan celananya terdapat banyak bekas darah para korbannya tadi.
Di dalam Kamar
" Sayang sepertinya ada yang kebakar. " Ucap Sandra yang melihat ada cahaya api dari jendelanya.
" Itu hanya api biasa, ya udah sayang tidur aja. "
" Aku gak bisa tidur sayang. Kepalaku pusing sekali. " Keluh Sandra pada suaminya.
Mengetahui bahwa istrinya sedang sakit, dengan cepat Wilson langsung memberinya obat.
" Sekarang sayang tidur ya. " Ucap Wilson
Sandra berusaha memejamkan matanya, namun itu tidak bisa karena rasa sakit yang ada dikepalanya itu.
Tubuh Sandra mulai mengeluarkan banyak keringat.
Sandra membuka kembali matanya dan melihat suaminya yang sudah tidur.
" Arghh kenapa kepala ku begitu pusing. " Gumam Sandra
Rasa sakit itu membuat Sandra pingsan seketika.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT..
__ADS_1
MAAF KALAU SAYA JARANG UPDATE CERITA
JIKA ADA SARAN DAN KRITIK SILAHKAN KOMEN