
**Sore hari pun tiba Arjun langsung ke rumah Wilson.
Sementara Sandra baru selesai mandi dan menonton tv di ruang keluarga.
Arjun yang sudah sampai langsung di antar oleh anggota Wilson ke ruang penyiksaan.
" Ini mereka yang menyerang Nyonya Sandra. " Ucap Alex
" Biar aku yang mengurus, kalian keluar lah. " Kata Arjun
Arjun langsung menanyai mereka.
" Siapa yang menyuruh kalian semua untuk meneror rumah ini? "
Preman itu diam tak mau bicara.
" Apa kalian mau mati? Lebih baik kalian bicara sebelum aku membunuh kalian semua. "
" Tidak akan pernah ku beri tau siapa yang menyuruh kami. " Jawab salah satu preman itu.
Arjun langsung memukuli mereka satu persatu.
BUGH
BUGH
BUGH
Bahkan Arjun melemparkan kursi ke badan preman itu.
BRAK
Seketika kursi itu hancur dan preman itu pingsan.
Arjun keluar dari ruang penyiksaan.
" Kalian lanjutkan lagi penyiksaan itu dan pastikan kalian mendapat informasi tentang siapa yang menyuruh mereka. " Perintah Arjun.
" Baik Tuan Arjun. "
Arjun langsung masuk kerumah Wilson.
__ADS_1
" Dimana istrinya Wilson? " Guman Arjun dalam hati.
Arjun menuju ke ruang keluarga dan menemukan ada seorang wanita yang sedang menonton tv.
" Apa itu istrinya? "
Arjun langsung mendatangi Sandra.
" Kamu siapa? " Tanya Sandra
Arjun tersenyum melihat Sandra.
" Ternyata aslinya lebih cantik ni istrinya Wilson. " gumam Arjun.
" Kamu siapa kok bisa sampai sini? " Tanya Wilson
" Aku Arjun temannya Wilson. " Ucap Arjun yang duduk sambil menatap Sandra**
" **Temannya Wilson? Ada urusan apa kamu kesini? " Tanya Sandra
" Hanya membantu untuk mencari siapa yang meneror kalian. " Jawab Arjun
Sandra pergi meninggalkan Arjun.
" Beruntung sekali Wilson mempunyai istri secantik dia. " Gumam Arjun
Sandra kembali dengan membawa minuman.
" Silahkan diminum. "
" Hmm iya, nama kamu siapa? "
" Sandra. "
" Jadi namanya Sandra, namanya secantik orangnya." Puji Arjun dalam hati.
Saat Arjun sedang mengagumi kecantikan Sandra, Arjun dikejutkan dengan suara tembakan yang mengarah ke jendela ruang keluarga Sandra.
Dengan cepat Arjun bangun dari tempat duduknya dan langsung melindungi Sandra.
__ADS_1
" Ayo pergi dari sini. " Ajak Arjun yang memeluk Sandra
Suara tembakan terdengar dimana - mana dan membuat semua anggota mafia yang berjaga harus melindungi diri sembari memberi serangan balasan.
Arjun yang telah mengamankan Sandra langsung membantu para anggota untuk menyerang.
" Kurang ajar, sekarang apa lagi ini? Kenapa ada aja orang yang meneror rumah ini? " Gumam Sandra kesal.
Karena kesal Sandra pun keluar dan membantu menyerang musuh yang meneror dirumahnya.
Melihat Sandra yang begitu berani dan begitu ahli dalam menghindar dari peluru, Arjun kagum dengan keahlian Sandra.
" Jago juga dia ternyata. " Gumam Arjun
Keributan pun berakhir dan yang menyerang Rumah Sandra dan Wilson dilumpuhkan oleh peluru dari anggota mafia dan Arjun.
" Bawa mayat mereka kebelakang dan bakar. " Perintah Arjun.
" Baik Tuan Arjun. "
Sementara Sandra mencoba untuk menghubungi Wilson namun tak dapat tersambung.
" Wilson mana sih. " Kata Sandra
" Lebih baik kalian semua pindah rumah saja. " Saran Arjun
" Saran yang bagus tapi aku harus mengabari suamiku mengenai kejadian ini. " ucap Sandra
" Wilson akan pulang larut malam, aku akan mencoba mengabari dia nanti. " Ucap Arjun
" Terima kasih Arjun. "
" Sama - sama cantik. " Kata Arjun sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Dia kenapa? " Gumam Sandra.
Sandra kembali ke kamarnya.
" Mungkin ada baiknya aku pindah dan mencoba mengelabui para peneror itu. " Gumam Sandra.
Sandra yang merasa kelelahan memutuskan untuk tidur, kamar Sandra di jaga ketat.
__ADS_1
Sementara Arjun mengawasi sebagian anggota Wilson yang membakar mayat peneror yang tadk menyerang**.