SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
103


__ADS_3

Keesokan pagi nya


Di depan pintu kamar hotel Wilson dan Merissa.


Kezia mengetuk pintu kamar Wilson dan menunggu orangnya keluar.


"Permisi."


Dari dalam kamar.


"Siapa sih pagi - pagi udah datang." Gerutu Merissa.


"Biar aku aja yang lihat." Ujar Wilson sambil melangkahkan kakinya menuju pintu.


Saat Wilson membuka pintu ia sangat terkejut melihat Kezia yang sudah berdiri di depan pintunya.


"Sandra." Ucap Wilson dengan pelan agar Merissa tak mendengar.


"Aku Kezia pak." Ujar Kezia.


Wilson langsung keluar dan membawa Kezia kembali ke kamar hotel milik Kezia.


Kezia heran melihat tingkah Wilson yang seolah - olah ingin menyembunyikan dirinya dari seseorang.


"Ada apa, kenapa kamu membawaku kesini lagi?" Tanya Kezia.


"Tidak ada apa - apa." Jawab Wilson yang kini tampaknya sudah tidak khawatir lagi.


"Kau sepertinya sedang menyembunyikan diriku dari seseorang. Apa kau punya istri?" Tanya Kezia.


"Tidak." Jawab Wilson berbohong.


"Jadi dia masih single. Apa dia kekasih Sandra? Atau Vania? Kemarin dia juga menyebutkan nama Vania." Gumam Kezia.


"Tadi kamu mau apa datang ke kamar aku?" Tanya Wilson.


"Tadinya aku mau ngajak kamu sarapan. Tapi kamu malah membawaku kembali ke kamar." Jawab Kezia.


"Nanti siang kita makan bersama, kamu tunggu aku di lobi hotel." Ajak Wilson.

__ADS_1


"Baiklah."


Setelah itu Wilson keluar dari kama Kezia, dan dia langsung masuk ke kamarnya.


Merissa memperhatikan suaminya yang sedari tadi tersenyum.


"Sayang dari mana?"


"Aku dari luar tadi." Jawab Wilson sambil memberikan senyuman nya yang manis itu.


"Apa ada yang membuatmu senang?" Tanya Merissa.


"Tentu ada." Jawab Wilson sembari menggendong tubuh mungil anaknya.


• • • •


Di Rumah Hardi.


Hardi berjalan mondar - mandir sambil terus memikirkan cara bagaimana agar dia bisa menemukan istrinya dengan cepat.


"Gimana apa udah ada kabar dari polisi?" Tanya Rizki sembari memperhatikan Hardi yang berjalan mondar mandir.


Seketika itu Hardi langsung menghentikan langkah kakinya sembari memperhatikan Rizki yang sedang berdiri di depan pintu kamar yang terbuka sedari tadi.


"Kita harus menemukan Sandra dengan cepat karena kita kan tau kalau Sandra itu masih belum tau betul dengan kota Jepang." Ujar Rizki.


Rizki pergi meninggalkan Hardi yang sedang kebingungan memikirkan Sandra.


"Aku yakin ini pasti bukan ulah Sandra." Ucap Rizki.


"Lalu jika itu bukan ulah adikmu, lalu ulah siapa?" Tanya Ibu yang mendengar perkataan Rizki.


"Ulah Salena." Jawab Rizki secara datar sambil menatap sinis Ibu nya Hardi.


• • • •


Pukul 13:00 waktu setempat.


Kezia sudah menunggu di lobi hotel sesuai dengan permintaan Wilson.

__ADS_1


Wilson langsung membawa Kezia masuk ke mobil yang ia sewa selama di jepang.


"Jika ini Sandra mungkin aku akan lebih bahagia." Gumam Wilson.


Wilson membawa Kezia ke sebuah restauran mewah yang ada di jepang. Mereka masuk dan langsung memesan makanan kepada pelayan.


Selama di restauran, Wilson tak henti - henti nya memandang wajah mantan Istrinya itu walau kini Kezia yang menguasai tubuh Sandra.


"Kenapa?" Tanya Kezia yang merasa salting ketika Wilson terus memandang dirinya. "Apa ada salah dengan wajahku?


"Tidak ada yang salah." Ucap Wilson.


"Lalu kenapa kau terus memandangi wajahku?" Tanya Kezia sekali lagi.


"Karena kamu cantik dan aku suka melihat wajah kamu." Jawab Wilson sembari memegang tangan mulus Kezia.


"Cantik. Padahal ini bukan wajah asliku." Ujar Kezia.


"Walau bukan wajah aslimu, seharusnya kamu bersyukur karena kamu ditempatkan di tubuh yang tetap." Ujar Wilson.


Makanan yang mereka pesan di datang di bawa oleh pelayan di restauran itu. Sesekali Wilson menyuapi Kezia dengan makanan yang ia pesan.


"Gimana kamu suka rasanya?" Tanya Wilson.


"Aku suka." Jawab Kezia.


Mereka sangat dekat hingga Wilson kembali lupa dengan janji yang pernah ia ucapkan dulu.


Sedangkan Kezia tampak senang karena Wilson tak henti - henti nya memuji dirinya.


"Rasanya bahagia sekali." Ucap Wilson.


"Kamu bahagia karena aku?" Tanya Kezia sambil menuangkan teh hijau yang ia pesan.


"Tentu saja aku bahagia karena dirimu Kezia." Jawab Wilson.


"Apa kamu bahagia juga?"


"Tentu, makasih karena sudah mau menolongku." Ucap Kezia sambil memegang tangan Wilson secara reflek karena rasa senang yang ia rasakan.

__ADS_1


sementara di hotel, Merissa mencoba menghubungi Wilson namun Wilson mematikan hp nya biar tidak ada yang mengganggu dirinya bersama Kezia.


Bersambung...


__ADS_2