
Hari pun berganti malam dan kini Wilson sudah berada di kamar yang di tempati oleh Sandra.
" Sayang apakah kamu sudah memaafkan diriku? " Tanya Sandra
" Aku tidak akan pernah memaafkanmu. " Jawab Sandra datar
" Aku mau kita pisah saja. " Ujar Sandra
" Pisah? Aku gak mau pisah denganmu. " Ucap Wilson
" Kalau begitu kau harus bercerai dengan Merissa. "
" Aku gak bisa menceraikannya karena saat ini dia tengah mengandung anakku. " Ujar Wilson
Mendengar itu sebenarnya Sandra sangat ingin mendatangin Merissa lalu menyiksa nya habis - habisan, namun Sandra menahan diri agar rencananya malam ini lancar.
Sandra mengirim pesan pada Rizki.
~ Apa malam ini kau bisa membantuku?
~ Tentu saja bisa. Ada apa?
~ Bantu aku untuk melarikan diri dari sini bersama anakku.
~ Baiklah aku akan datang. Kirim saja nanti lokasinya.
~ Ok. Malam ini jam 02:00 malam.
Setelah mengabarin Rizki, Sandra berpura - pura tidur sambil menunggu jam 2 malam.
" Apa benar ya yang diucapkan oleh Rizki tadi siang? Apa benar dia adalah Abang kandungku? Sepertinya aku harus meminta kejelasan padanya. " Gumam Sandra dalam hati.
" Aku harap Sandra tidak benar - benar mau berpisah dengan diriku, Aku gak mau jauh dari Vania. " Gumam Wilson dalam hati.
Di Rumah Rizki
Di rumahnya, Rizki bermain video game sambil menunggu jam 2.
" Kalah lagi.. Ini pasti karena aku terlalu memikirkan Sandra. " Ucap Rizki yang merasa kesal.
" Lagian kok bisa lah dia menikah dengan pria seperti Wilson itu. "
Jam 02:00
Rizki segera berangkat ke lokasi yang telah dikirim kan Sandra padanya.
Sementara Sandra membawa Anaknya keluar dari kamar itu secara pelan - pelan agar Wilson tak terbangun.
Sebelum keluar dari rumah itu, Sandra memasuki kamar Merissa untuk mencari berkas kepemilikan Vila ini.
" Nah ini dia. " Gumam Sandra dalam hati saat menemukan surat kepemilikan Vila ini.
" Lihat saja nanti, kalian berdua akan menjadi sengsara dan menjadi pasangan suami istri yang paling melarat hidupnya. "
Sandra pun kembali keluar dari kamar itu.
" Mana sih Rizki? Kenapa dia belum sampai. "
__ADS_1
Di vila ini yang menjaga itu tidak terlalu banyak, makanya Sandra bisa dengan mudah keluar dari sana tanpa ketahuan oleh siapa pun.
" Ayo naik. " Ucap Rizki
Sandra dan Vania akhirnya pergi dari tempat itu.
Suasana di mobil sangat hening karena Rizki dan Sandra tak saling bicara satu sama lain.
Rizki membawa Sandra menuju rumah yang ia tempatin saat ini.
" Apa ini rumahmu? " Tanya Sandra
" Iya. kamu tinggal disini saja dulu. "
Rizki mengajak adiknya masuk kedalam rumahnya.
Saat masuk Sandra dikejutkan oleh sebuah poto dirinya yang tergantung di dinding ruang keluarga.
" Inikan poto aku saat aku berusia 6 tahun. Darimana dia mendapatkannya? Apa benar dia adalah Abangku. " Gumam Sandra dalam hati.
" Sandra.. Ayo ikuti aku, aku akan menunjukan kamar kamu. " Panggil Rizki yang seketika membuyarkan lamunan Sandra
Rizki menunjukan kamar yang akan di tempatin oleh Sandra.
" Ini kamar kamu, silahkan masuk dan beristirahatlah." Ucap Rizki.
" Bagus juga kamarnya. " Gumam Sandra dalam hati.
" Sekarang Vania tidur disini dulu. " Ucap Sandra pada putri kecilnya yang belum tidur.
Sementara Rizki kini berada di ruang keluarga, ia sedang memandangin poto Sandra saat masih berusia 6 tahun.
" Aku sama sekali tak pernah menyangka bahwa aku akan bertemu dengan Sandra dalam keadaan yang seperti ini. Semoga saja Sandra kuat menghadapi semua yang telah terjadi di dalam rumah tangga nya." Ucap Wilson
" Tentu saja aku kuat, aku bukan wanita lemah. " Ucap Sandra yang tiba - tiba datang menghapiri Rizki.
" Poto ini darimana kau bisa mendapatkannya? " tanya Sandra sambil memperhatikan poto masa kecilnya.
" Dari salah satu pekerja yang dulu bekerja di rumah kedua orang tua angkatmu. " Jawab Rizki
" Apa benar kau adalah abangku? Jika itu benar, apakah kau mempunyai bukti? "
" Iya aku adalah abang kandungmu, aku memang tidak mempunyai bukti, tapi aku tahu bahwa dirimu mempunyai tanda lahir yang berada di perutmu. " Ujar Rizki menjelaskan pada Sandra.
Sandra begitu terkejut karena Rizki mengetahui letak tanda lahirnya.
" Bukan hanya itu, aku juga tahu bahwa golongan darahmu itu B - ( negatif ). " Ujar Rizki lagi
" Apa ucapanmu itu bisa di percaya? Bagaimana kalau kau berbohong? " Tanya Sandra lagi
" Aku berkata benar, jika aku berbohong maka kau bisa membunuhku. " Jawab Rizki tegas.
Setelah itu mereka kembali ke kamar mereka masing - masing.
Keesokan paginya.
__ADS_1
Wilson panik karena Sandra membawa Vania pergi dari Vila itu, bahkan saat ini Wilson memerintahkan seluruh anggota mafianya untuk mencari Sandra.
" Biarkan saja Sandra pergi sayang. " Ucap Merissa
" Ya gak bisa gitu, dia membawa Vania dan aku tak suka Jika aku jauh dari anakku. " Ujar Wilson
" Sekarang aku kan sudah hamil dan nantinya aku juga akan memberimu anak. "
" Iya aku tahu itu sayang. Tapi aku kan gak mungkin mengabaikan Vania, dia anakku juga. "
Saat ini perasaan Merissa sedikit lebih lega karena Sandra telah pergi namun dia juga kesal karena Vania dibawa oleh Sandra.
Di perusahaan Wilson
Arjun dan Rangga saat ini sedang membicarakan bagaimana nasib Sandra setelah tau bahwa suaminya itu menikah lagi.
Rangga sangat mengkhatirkan keadaan Sandra saat ini, dia ingin sekali bertemu dengan Sandra namun dirinya sendiri sama sekali tak tahu dimana kini Sandra berada.
Sementara saat ini Arjun sangat berharap agar Sandra dan Wilson cepat berpisah.
" *Jika Sandra pisah, maka aku ada kesempatan untuk menjadikan Sandra sebagai istriku. Jika dia menjadi istriku maka dia akan ku buat bahagia terus. " Gumam Arjun dalam hati.
" Seharusnya dulu aku tak meninggalkan Sandra, jika dulu aku tak pergi maka saat ini akulah yang menjadi suaminya. " Gumam Rangga dalam hati*.
Pekerja di kantor sudah mengetahui tentang perselingkuhan Wilson dan Merissa.
Namun mereka semua ada di pihak Sandra, mereka juga berharap agar rumah tangga Wilson dan Sandra itu masih bisa diselamatkan.
Di Rumah Rizki
Saat ini Rizki tengah mengendong Vania di lantai atas. Rizki mengajak Vania bercanda dan saat itu Vania banyak tersenyum seolah - olah tertawa karena melihat tingkah lucu Rizki.
" Apa benar dia adalah Abangku? " Hati Sandra bertanya - tanya saat melihat Rizki yang sedang bersama Vania.
Sandra menghampiri Rizki.
" Apa kau sudah menikah? " Tanya Sandra
" Sudah. "
" Lalu dimana istrimu sekarang? "
" Dia sudah meninggal sejak 4 tahun yang lalu. "
" Maaf aku tidak mengetahui hal itu. Apa kau mempunyai anak? "
" Saat istriku meninggal, anakku juga ikut meninggal karena saat itu anakku belum lahir. " Jawab Rizki.
" Maaf. " Ucap Sandra
" Its ok. "
Rizki menunjukan poto almarhum istrinya kepada Sandra.
" Dia adalah kakak iparmu. Dulu semasa dia hidup, dia sangat ingin bertemu denganmu, namun keinginannya itu sama sekali tidak bisa aku penuhi karena saat itu sangat sulit untuk menemui dirimu. " Jelas Rizki pada Sandra
Sandra merasa prihatin melihat nasib Rizki yang kehilangan istri beserta anak yang masih di dalam kandungan.
__ADS_1
Kini perasaan Rizki sangat bahagia karena ia telah bisa berkumpul dengan adiknya serta keponakannya yang masih bayi itu.