SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
90.


__ADS_3

POV Sandra


"Tempat apa ini? Kenapa mereka bertemu di tempat ini?" Gumamku dalam hati


Seperti yang kalian ketahui kini aku telah berada di tempat yang sama sekali tidak pernah aku kunjungi.


Aku tidak masuk ke dalam rumah itu karena aku tak ingin ketahuan.


...


Setelah kurang lebih satu jam aku memantau dari jauh kini aku melihat Wilson menaiki mobil bersama Kenzo dan dua orang pria yang lainnya.


Aku berbalik badan agar Wilson tak melihat wajahku.


Setelah mobil mereka pergi aku memutuskan untuk pergi ke sesuatu tempat.


...


Tempat ini seakan menjadi saksi bisu, ada cerita di tempat ini. Di tempat ini aku dulu pernah menentang perjodohan yang telah di tetapkan oleh kedua orang tua angkatku yang berkhianat juga di belakangku.


Seperti yang kalian ketahui, ayah, ibu dan tante sari merahasiakan pernikahan kedua Wilson.


Tante Sari mempunyai seorang anak yang bernama yudi yang kini tinggal bersama ayah kandungnya.


Aku meneteskan air mataku ketika mengingat semua kejadian itu, mereka yang ku percaya malah menghianati diriku.


Saat ini aku berpikir apa kehidupanku hancur karena aku seorang psikopat? Aku tak bisa menemukan jawabannya dan itu membuatku sedih.


Entah berapa banyak orang yang tak bersalah pernah aku sakiti dulu, yaa saat itu sepertinya aku gila. Orang di sekitar menganggap bahwa Psikopat itu termasuk juga dengan orang yang gila.


"Itu hanya masa laluku, aku harus lupakan itu semua. Aku harus menebusnya dengan berbuat baik kepada siapa pun."


Setidaknya aku berusaha untuk menebus semua kesalahan yang pernah aku buat dulu.


"Arghh seharusnya aku tak menoleh kearah sana."

__ADS_1


Aku begitu terkejut saat melihat Wilson yang sudah berdiri di tempat yang tak jauh.


Wilson melihatku sambil berjalan menuju ke arah ku. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku berlari saja? Argghhh aku benar - benar bingung.


"Kamu ngapain kesini?" Tanya Wilson padaku.


"Kamu kangen sama tempat ini? Kamu ingat? Dulu kita pernah menentang perjodohan antara kita di tempat ini.


"Dia masih mengingatnya." Gumamku dalam hati.


"Lihatlah, tempat ini sama sekali tak berubah." Ucapnya kepadaku.


Aku sempat menoleh lagi ke arah rumah yang pernah aku tempati dulu.


Ku akui memang tidak ada yang berubah dari tempat ini hanya saja sekarang rumah ini sedikit kotor karena sudah setahun tak di bersihkan.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya nya kepadaku.


"Maaf aku harus segera pergi." Ucapku setelah itu aku melangkah pergi dari tempat itu.


"Sandra.... Aku tahu kau pasti merindukannya." Ucap Wilson.


Aku terus melangkah pergi namun Wilson malah mengikuti diriku dari belakang. Dia kenapa? Kenapa dia malah mengikutiku? Aku mempercepat langkahku agar dia ketinggalan jauh, hingga aku menemukan satu tempat untuk bersembunyi.


"Sial... Sandra malah menghilang." Gerutu Wilson yang saat itu tampak kesal.


Aku bersembunyi di mobil milik Rangga.


"Apa yang terjadi? Kenapa dia mengikutimu?" Tanya Rangga kepadaku.


"Aku tidak tahu." Jawabku.


"Ya udah, kamu aku antar pulang aja." Ujar Rangga.


"Iya. Terima kasih."

__ADS_1


Untungnya ada Rangga yang saat itu sedang berada tak tauh dari tempat yang dipenuhi dengan kenangan itu.


...


Tak terasa kini aku telah sampai di depan rumahku. Rangga turun dari mobil dan langsung membuka kan pintu mobil untukku.


"Apa kau tidak ingin mampir ke rumah ku?"


"Untuk saat ini tidak bisa, mungkin lain kali." Ucapnya.


"Baiklah. Terima kasih ya."


"Iya. Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Rangga.


Setelah Rangga pergi kini aku pun langsung masuk ke dalam rumahku dan langsung menghampiri anakku.


Saat melihat Vania aku menjadi merasa bersalah karena aku telah memisahkan dia dari papa nya.


"Apa aku sekarang menjadi seorang ibu egois yang hanya mementingkan diriku sendiri? Aku memisahkan Vania dari papa nya hanya karena aku membenci Wilson. Seharusnya aku tak memisahkan Vania dengan papa nya."


"Apa aku salah jika aku melakukan hal ini?"


Aku merenung karena aku merasa bersalah. Vania membutuhkan Papa nya. Apa aku harus membiarkan Wilson bertemu dengan Vania?


"Aku bingung."


"Bingung kenapa?" Tanya Rizki yang baru saja masuk ke dalam kamar Vania.


Aku menceritakan semuanya pada Abang kandungku itu, tapi ini di luar dugaanku karena belum selesai aku membahas Wilson dia malah membahas tentang Salena.


Aku kesal sekali karena hal ini, tapi apa boleh buat kini aku malah menceritakan semua hal yang aku ketahui tentang Salena.


Rizki sangat antusias mendengarkan semua ceritaku.


"Sebenarnya ada apa? Kenapa Dia malah bertanya tentang Salena?" Pikirku dari dalam hatiku.

__ADS_1


Bersambung...


Like dan Vote nya jangan lupa


__ADS_2