
Keesokan harinya.
" Sayang aku pergi ke kantor dulu. " Ucap Wilson lalu mencium kening istrinya.
" Iya sayang, hati - hati ya. "
Setelah suaminya pergi, Sandra kembali
memandikan dan mengurus Vania.
Setelah selesai, Sandra membawa bayinya keluar kedepan rumah.
" Vania sayang. " Ucap Sandra sambil mengendong anakya.
" Permisi nyonya. " Ucap Alex yang tiba - tiba datang.
" Ada apa? " Tanya Sandra
" Apa nyonya bisa ikut saya sebentar? Saya ingin menunjukan sesuatu. " Ujar Alex
" Tentu bisa. "
Sandra pun mengikuti langkah kaki Alex.
" Tempat ini sangat aman dan nyaman jika anda ingin membawa anak anda keluar rumah. Jadi lebih baik nyonya disini saja. " Saran Alex
" Iya juga ya. " Ucap Sandra
Setelah itu Alex meninggalkan Sandra di taman yang ada di halaman rumahnya.
" Dia sudah ada disana, sekarang Anda bisa melihatnya. " Ucap Alex yang sedang berbicara dari telpon.
Dan benar saja, dari tempat yang tidak terlalu jauh ada pria yang melihat Sandra dan anaknya.
" Dia terlihat sangat bahagia semenjak Vania hadir di kehidupannya. " Ucap Pria itu.
" Semoga saja Dia dan putrinya selalu dalam keadaan yang baik dan bahagia. "
Sudah cukup lama pria itu memperhatikan Sandra dan anaknya.
Di kantor Wilson
Wilson dapat telpon dari seorang wanita yang mengaku bahwa dirinya adalah Merissa.
Dan benar, Wanita yang menelpon itu adalah Merissa. Wanita itu meminta tolong pada wilson.
__ADS_1
Wilson langsung datang ke alamat rumah yang telah diberi oleh Merissa.
Setelah sampai dirumah, Wilson baru tau bahwa selama ini Merissa di kurung oleh Almero.
Almero dan Wilson sempat bersitegang karena Wilson ingin mengeluarkan Merissa dari dalam gudang itu.
Karena tak ingin berurusan dengan polisi, Almero pun terpaksa mengeluarkan Merissa dari dalam gudang itu.
" Sayang. " Ucap Merissa menghampiri Wilson dan langsung memeluk Suami Sandra.
" Merissa lepaskan pelukanmu itu, pria itu sudah memiliki istri. " Ucap Almero yang sudah sangat marah.
Saat Almero ingin menarik paksa Merissa, Wilson menghalangin Almero dan melindungin Merissa.
" Kau sudah memiliki istri kan? Lebih baik kau jauhin Merissa. " Ujar Almero pada Wilson
" Jika dia terus bersamamu, maka Merissa akan di cap sebagai wanita perebut suami orang. " Ujar Almero lagi.
Dengan entengnya Wilson bilang " Aku akan menikahi Merissa. Dan Anda tenang saja, Merissa tidak akan di cap sebagai perebut suami orang.
" Apa kau gila? Lalu bagaimana dengan nasib istrimu serta anakmu yang baru saja lahir? " Tanya Almero Pada Wilson
" Wilson kamu harus ceraikan Sandra agar kita berdua bisa menikah. " Ucap Merissa pada Wilson.
" Aku gak bisa ceraikan istriku, dia baru saja melahirkan anakku. " Ujar Wilson.
" Kau dengar itu Merissa, dia tidak akan pernah menceraikan istrinya. Lebih baik kau akhiri saja hubungan kalian ini. " Ucap Almero pada Merissa
Merissa sama sekali tak mendengarkan ucapan Abangnya itu, Merissa dan Wilson pergi meninggalkan Almero sendirian.
" Nanti kau akan menyesal Merissa. Seharusnya kau mendengarkan ucapanku. " Teriak Almero.
Sementara Wilson dan Merissa sudah pergi dari rumah itu.
Merissa terus mendesak wilson untuk menikah.
" Sandra akan marah jika aku menikah lagi. " Ucap Wilson
" Kita menikah secara diam - diam saja dulu. Setelah kita sah, maka kita akan memberitahu kan hal ini pada sandra. " Saran Merissa.
Karena Wilson mencintai Merissa, Wilson pun mau menikah dan dirinya menjadikan Merissa sebagai istri keduanya.
Saat ini Wilson membawa Merissa tinggal dirumahnya yang lain.
Wilson dan Merissa akan melaksanakan pernikahan mereka dalam waktu 2 hari lagi, mereka mengadakannya dengan sederhana dan tidak mengundang banyak orang.
" Aku akan pulang kerumah Sandra malam ini. Jadi kamu disini aja dan jangan keluar. " Ucap Wilson
" Sayang aku masih takut, kamu temani aku ya malam ini. " Ujar Merissa
__ADS_1
" Aku gak bisa sayang. Tapi nanti setelah kita menikah, aku akan bersamamu dalam waktu yang lama. Jadi bersabar saja dulu. " Jelas Wilson
Merissa pun membiarkan Wilson pergi meninggalkan dirinya.
Sesampainya dirumah.
Wilson langsung mandi, lalu setelah itu menemani Vania yang berada di kamarnya.
" Sayang ayo kita makan malam. " Ajak Sandra.
" Iya. "
Sandra menyuruh salah satu asisten rumah tangganya untuk menjaga Vania sebentar.
Saat di meja makan, Wilson berbohong pada istrinya dengan mengatakan bahwa ia harus pergi ke luar kota untuk mengurus bisnisnya.
Tanpa ada rasa curiga, Sandra mengijinkan suaminya untuk pergi.
" Maafin aku sayang. " Gumam Wilson sambil melihat wajah cantik istrinya.
Asisten yang mengurus Vania pun datang ke meja makan karena Vania terus menangis.
" Nyonya sepertinya Vania haus. " Ucap Art
" Sini biar saya beri Asi. "
Vania sempat meminum Asi dari ibunya, namun setelah itu Vania terus menangis dan tak mau diam.
" Sayang ini Vania kok gak mau diam. "
Wilson mengecek kondisi tubuh anaknya.
" Vania gak demam kok sayang. Ya udah kamu bawa ke kamar sana. "
" iya. "
Sandra terus berusaha untuk mendiamkan bayinya yang terus menangis, namun usahanya gagal.
Wilson datang untuk membantu istrinya.
" Sini aku gendong. " Ucap Wilson yang mengambil Vania dari Sandra.
Namun saat digendong Oleh Wilson, tangisan Vania makin menjadi.
" Dia makin nangis sayang. " Ucap Wilson.
Sandra kembali mengendong bayinya. Kini Vania sudah mulai tertidur, namun saat kedua orang tuanya beristirahat, Vania menangis lagi.
Dalam semalaman ini Vania terus menangis tanpa sebab...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT
TERIMA KASIH...