
Pagi hari.
Di kediaman Hardi
Menyantap sarapan tanpa di temani seorang istri yang kini menghilang bukanlah suatu kejadian yang diinginkan oleh Hardi.
Hampir setiap hari dirinya mendengar tangisan Vania yang sangat merindukan Ibu nya.
Dan setiap hari pula Hardi tak pernah lelah untuk mencari Sandra.
Di tengah kesibukannya yang menjadi seorang dokter, kini ia harus bisa membagi waktu untuk bekerja, mencari Sandra dan menemani Vania.
Rasanya sulit, tapi Hardi yakin bahwa dirinya bisa melalui semua ini.
Akari yang melihat pesan dari ponselnya itu pun merasa senang seketika.
"Kamu kenapa?" Tanya Rizki yang melihat Akari tersenyum.
"Aku mengetahui posisi Kak Sandra sekarang." Ucap Akari sambil menujukan pesan yang ada di ponselnya.
"Apa kekasihmu itu dapat ku percaya?" tanya Rizki ketika dia membaca pesan tesebut.
"Tentu saja." Jawab Akari.
"Kita akan datangin hotel itu." Ujar Hardi.
Hardi dan Rizki segera beranjak menuju ke hotel yang Sandra tempatin.
• • •
Wilson terbangun lebih awal dan memperhatikan Kezia yang masih terlelap sambil memeluk boneka yang ia berikan.
Wilson duduk di tepi ranjang sambil mengelus wajah Kezia.
"Sandra kembalilah, aku disini untuk memperbaiki semuanya. Kembalilah Sandra."
Tak berapa lama ada suara ketukan dari pintu depan kamar.
Wilson berjalan menuju pintu dan mendengar suara panggilan yang memanggil nama Sandra.
"Sandra ini aku Abangmu. Keluarlah, Aku datang bersama suamimu." Ucap Rizki.
"Rizki datang bersama suami Sandra? Berarti Sandra sudah menikah lagi dengan pria itu." Gumam Wilson sembari melihat melalui lubang kecil yang ada di pintu.
"Sayang ini aku, bukalah pintunya." Ucap Hardi.
Kezia yang mendengar itu langsung terbangun.
"Ada apa Wilson? Siapa yang memanggil nama Sandra?" Tanya Kezia yang baru bangun.
"Sstt diamlah Cantik. Di luar ada Suami Sandra yang sedang mencari Sandra." Ucap Wilson yang kini duduk di sebelah Kezia.
__ADS_1
"Jadi ada Suaminya Sandra, aku harus menemuinya."
"Jangan."
"*Tapi aku harus, aku harus mengambil paspor milik Sandra agar aku bisa kembali ke indonesia." U*jar Kezia menjelaskan.
"Benar juga."
"Ya sudah kamu sekarang sembunyi di kamar mandi, biar aku yang menghampiri suami nya Sandra." Ucap Kezia.
Wilson menuruti ucapan Kezia itu.
Setelah Wilson sembunyi, Kezia membuka pintu dan melihat kedua pria yang sedari tadi mengetuk pintunya.
"Sayang." Ucap Hardi seketika langsung memeluk Kezia.
"Maafkan aku sayang."
Sementara Rizki memperhatikan penampilan Sandra yang memakai pakaian yang cukup terbuka.
"Siapa dia? Dia bukan Salena." Gumam Rizki.
Rizki melihat seisi kamar hotel yang terdapat banyak baju, dan satu buah boneka panda.
"Darimana semua barang ini?" Tanya Rizki sambil melihat pakaian itu.
Hardi mengungkapkan semua penyesalannya pada Istrinya itu.
"Iya aku akan pulang." Ucap Kezia.
Tentu saja hal itu membuat Hardi merasa sangat senang.
Rizki menyusun pakaian dan boneka itu untuk dibawa pulang ke rumah Hardi.
"Mau kau apakan barang milikku?" Tanya Kezia.
"Mau aku bawa pulang Sandra." Jawab Rizki.
Hardi menunggu Sandra yang sedang mengganti baju di kamar mandi.
"Apa kau akan kembali ke rumah pria itu?"
"Tentu saja."
"Lalu bagaimana dengan diriku?" tanya Wilson sambil berbisik.
"Kita akan bertemu lagi nanti." Ujar Kezia.
"Kamu disini saja dulu dan tutup matamu itu, aku mau berganti pakaian."
Setelah selesai berganti pakaian, Wilson memeluk tubuh Kezia sambil mencium leher Kezia.
__ADS_1
"Itu akan memerah, jangan lakukan itu." Bisik Kezia.
"Sayang cepatlah." Ucap Hardi dari luar kamar mandi.
"Sebentar lagi." Ucap Kezia sambil berusaha melepaskan diri dari Wilson.
"Wilson lepaskan."
Kezia melihat lehernya di kaca dan menemukan 2 bekas yang memerah.
"Ini akan jadi masalah." Gumam Kezia.
"Bye Wilson." Bisik Kezia.
Wilson tersenyum senang.
Kezia berusaha menutupi lehernya dengan rambutnya yang lumayan panjang itu.
"Ayo kita pergi." Ajak Hardi.
Kini ketiga nya berjalan keluar dari dalam hotel itu.
"Selama kamu tak ada di rumah, Vania terus menangis, dia merindukanmu." Ucap Hardi.
"Siapa Vania?" Tanya Kezia.
"Fiks dia bukan Sandra." Gumam Rizki.
"Anak kita sayang." Jawab Hardi.
"Vania anak Sandra? Lalu apa Wilson ayahnya Vania? Lalu Hardi ini apakah dia suami kedua Sandra? Arghh aku bingung sekali." Gumam Kezia.
Sesampainya di rumah, Kezia langsung bertemu dengan Juna, Akari dan Ibu nya Hardi.
Kini Kezia dibawa ke kamar Vania tapi sebelum itu dia harus membersihkan dirinya dulu agar bersih dari kuman dan Virus.
"Anak ini lucu sekali."
"Vania sayang ini Mama kamu nak." Ucap Hardi.
"Gadis kecil ini yang bernama Vania, Pasti Vania ini anaknya Sandra dan Wilson."
Kezia mengangkat tubuh kecil Vania yang kini tampak tenang berada di pelukan Kezia.
Rizki melihat bekas ciuman di leher Kezia.
"Hardi apa kamu bisa keluar sebentar? Aku ingin berbicara dengan adikku."
"Tentu."
Kini Hardi pergi meninggalkan Rizki dan Kezia.
__ADS_1
Bersambung...