SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
109.


__ADS_3

Kezia dan Wilson menghabiskan waktu bersama hingga mereka lupa waktu untuk kembali kepada pasangan mereka sendiri.


Malam hari.



Malam ini Jepang sedang di guyur hujan.


"Dingin sekali."


Wilson segera membuka jaket yang ia pakai dan langsung memberikannya pada Kezia.


"Kamu pakai jaket aku aja dulu, dan kamu tunggu disini saja dulu aku mau membeli kopi." Ujar Wilson.


Selama seharian ini Kezia terus mendapatkan perhatian lebih dari Wilson.


Wilson kembali lagi ke tempat awal dan memberikan Kezia kopi yang ia beli tadi.


"Makasih."


Sementara di rumah, Hardi dibuat kecewa dengan sikap Kezia yang dikiranya Sandra.


"Kenapa kak Hardi tak mencari Kak Sandra?" tanya Akari.


"Aku akan mencarinya."


Dengan cepat Hardi langsung melajukan mobilnya untuk mencari keberadaan istrinya itu.


"Dimana kamu sayang."


Hardi menyusuri jalanan kota sembari melihat ke kanan dan ke kiri dan dia berharap agar segera cepat menemukan Sandra.


Namun laju mobil seketika terhenti ketika melihat Sandra sedang bergandengan tangan dengan seorang pria.


"Sandra sedang bersama siapa? Sial kenapa pria itu tak melihat ke arah depan."


Hardi masih mengawasi dari dalam mobilnya.


Sementara Kezia sama sekali tak menyadari bahwa ada Hardi yang sedang melihatnya.

__ADS_1


"I love you." Bisik Wilson.


"Sebenarnya aku mau jujur sama kamu Kezia."


"Tentang?"


"Tapi kamu jangan marah ya?" Ucap Wilson.


"Tentu."


"Sebenarnya saat ini aku sudah mempunyai 2 anak yang masih bayi."Ujar Wilson.


"Apakah salah satunya Vania?"


"Iya, Vania anakku yang pertama sedangkan Zayn adalah anakku yang kedua. Usia mereka hanya selisih 6 bulan saja." Jawab Wilson.


Wilson menjelaskan semuanya pada Kezia termasuk memberitahu bahwa dirinya telah menikah dengan Merissa.


Tanggapan Kezia hanya datar dan sama sekali tak peduli tentang status Wilson. Yang Kezia tahu saat ini adalah bagaimana cara dia agar bisa memiliki Wilson.


"Maaf aku tak jujur dari awal." Ucap Wilson.


"Iya gak apa - apa kok."


Hardi yang melihat itu merasa marah dan langsung keluar dari mobil lalu menghampiri Kezia.


Wilson melepaskan pelukannya kepada Kezia, dan langsung menatap ke arah Hardi.


"Sandra masuk kamu kedalam mobil." Kini Hardi menatap Kezia.


"Cepat masuk."


Saat Kezia mau melangkahkan kakinya berjalan ke mobil, tangan Wilson memegang tangan Kezia dan melarang Kezia untuk pergi.


"Lepaskan tangan istriku." Titah Hardi yang merasa marah melihat Wilson memegang tangan istrinya.


"Sandra istrimu, tapi Kezia adalah kekasihku." Ujar Wilson yang menarik Kezia kembali ke pelukannya.


Hardi mengingat perkataan Sandra yang pernah bilang bahwa dia memiliki kepribadian ganda yang bernama Kezia.

__ADS_1


"Kurang ajar." Gerutu Hardi.


"Kezia kembalilah padaku, aku suaminya Sandra. Aku tak melarangmu untuk menjalin kasih dengan pria itu, namun kamu harus sadar tubuh yang kamu pakai itu adalah tubuh istriku. Ikut lah denganku Kezia." Ujar Hardi membujuk Kezia.


"Jangan dengarkan dia Cantik." Bisik Wilson.


"Aku gak mau." Kezia langsung menolak permintaan Hardi.


Hardi seketika tersulut emosi mendengar tolakan Kezia. Hingga Hardi menarik Kezia secara paksa dari pelukan Wilson.


"Lepaskan aku." Pinta Kezia.


Hardi menatap mata sambil memegang tangan Kezia, "Pulanglah bersamaku Kezia, ini tubuh Istriku dan aku gak rela jika pria itu menyentuhmu. Aku mohon dengarkan aku Kezia."


Kezia kembali melihat ke arah Wilson yang sedari tadi masih berdiri dibelakang nya.


"Tolong Aku Wilson." Ucap Kezia dengan raut wajah sedih.


"Gini aja deh, biarkan Kezia ikut bersamaku dan aku janji gak akan menyentuhnya." Ujar Wilson seolah membuat kesepakatan.


"Tentu tidak bisa, aku tak percaya." Ucap Hardi.


Perdebatan kembali terjadi diantara keduanya karena memperebutkan Kezia.


Namun Wilson yang mengalah karena Hardi sempat membahas Vania yang masih membutuhkan kehadiran Ibu nya.


"Wilson, aku gak mau pulang." Ucap Kezia yang sudah menangis.


"Sandra memiliki anak, dia membutuhkanmu."


"Tapi aku kan bukan ibu nya Vania." Ucap Kezia lagi.


"Sudahlah ayo kita pergi." Ujar Hardi sambil membawa paksa Kezia.


Saat di dalam mobil, Kezia merasa kesal ketika melihat Hardi yang sedang menyetir.


"Kau sadar Kezia? Kau menodai tubuh istriku dengan berpelukan sama pria itu." Ucap Hardi yang meninggi kan nada suaranya.


Kezia hanya tertunduk namun tetap merasa kesal

__ADS_1


"Dasar." Gerutu Kezia.


Bersambung...


__ADS_2