SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
82. PENYESALAN DUA PRIA


__ADS_3

Setelah menyeselaikan semua pekerjaan rumah, kini Merissa mulai mengeluh lagi. Saat ini dia mencoba terus meminta bantuan Abangnya agar membantunya.


Tapi sebelum itu Merissa berdiskusi dulu bersama Wilson agar nantinya tidak terjadi sebuah kesalah pahaman. Setelah mendapat ijin dari suami, kini Merissa hanya tinggal menunggu kedatangan Almero.


Tak berapa lama kemudian Almero sampai di kontrakan mereka. Karena Merissa tidak begitu pintar dalam hal basa basi, maka dia langsung bicara ke poin nya saja.


Setelah berpikir akhirnya Almero mau memberi bantuan kepada keluarga Merissa, bantuan itu hanya berupa mempekerjakan Wilson di perusahaan Almero. Almero menetapkan Wilson sebagai Manajer produksi.


Almero


" Mulai besok Wilson sudah bisa bekerja di perusahaanku. "


Merissa


" Terima kasih ya. "


Sementara Wilson kini merasa senang karena jika dia kembali bekerja maka dia akan mempunyai banyak uang lagi.


" *Aku akan susun kembali semua kondisi keuanganku, jika aku sudah mapan maka aku akan mengajak Sandra untuk rujuk kembali kepadaku. " Gumam Wilson dalam hati.


" Setelah suami berhasil menata kehidupannya lagi, maka aku bisa dengan gampang untuk membalas perbuatan Sandra. " Gumam Merissa dalam hati.


" Semoga saja mereka bisa menata hidup mereka lagi. Aku membantu mereka itu hanya demi Zayn, agar nantinya Zayn tidak merasakan hidup susah karena prilaku kedua orang tuanya. " Gumam Almero*.


Kini masalah dalam keluarga Merissa selesai, dirinya hanya tinggal menunggu waktu yang pas untuk membalaskan dendam kepada Sandra.


Sementara Wilson sudah sangat tidak sabar untuk bisa segera bertemu dengan mantan istrinya itu.


Dirumah Sandra


Kini Sandra sudah bangun dari tidur siangnya.


" Sudah setengah lima sore saja. " ucap Sandra yang masih mengumpulkan nyawanya.


Sandra kini beranjak dari tempat tidurnya untuk melihat Vania yang kini berada di dalam kamar.


" *Apa Vania sudah mandi? " Tanya Sandra kepada pengasuh Vania.


" Sudah Bu. "


" Saya mau mandi dulu, kamu bangunkan Vania dengan lembut karena ini sudah mau maghrib. " Perintah Sandra


" Baik*. "


Setelah itu Sandra kembali ke kamarnya untuk mandi.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, kini Sandra pergi ke kamar Vania. Saat sedang bermain dengan anaknya, telpon Sandra berdering.


" Rangga. Tumben dia nelpon. "


" Halo Rangga, ada apa ya? "


" Aku kangen kamu Sandra. "


" Hah?? " Sandra heran dengan ucapan yang dilontarkan oleh Rangga melalui ponsel.


" Aku kangen kamu yang dulu. Aku masih butuh kamu, aku masih mau bersamamu lagi. "


" Apa kamu sedang mabuk Rangga? "


" Iya Sandra, aku terlalu memikirkan kamu, aku terus merasa bersalah. Walaupun aku mabuk tapi apa yang aku katakan padamu saat ini adalah benar, ini kenyataan dan saat ini aku hancur tanpamu Sandra. "


" Rangga sekarang kamu dimana? Apa perlu aku kesana? "


" Jangan. Kamu jangan kesini, saat ini aku lagi butuh waktu sendirian. "

__ADS_1


" Tapi kamu jangan minum terlalu banyak ya Rangga."


" Hahaha Aku gak bisa janji, tapi Sandra apakah kamu tidak bisa menjadi Sandra yang dulu pernah aku kenal? "


" Kenapa tak menjawab? Apa kamu sudah tak bisa lagi Sandra? Jujur saat ini aku butuh kamu. "


" Aku kesana ya? Sekarang kamu dimana? "


" Jangan, kita akan bertemu besok saja. "


Tutt. tutt. tutt. ( Panggilan berakhir )


Setelah mendengar semua yang telah Rangga ucapkan tadi, kini Sandra sedikit merasa heran melihat mantannya itu.


" Bukannya dulu dia yang pergi meninggalkan aku. tapi kenapa saat ini dia menyesal, aku kira dia sudah melupakan diriku. " Gumam Sandra dalam hati.


Saat ini Sandra bingung harus berbuat apa, dia ingin menghampiri Rangga namun dirinya sendiri tak tahu kini Rangga sedang ada dimana.


Tak lama setelah itu kini hp Sandra kembali berdering lagi.


" *Nomer siapa ini? " Sandra lalu mengangkat panggilan itu.


" Halo.. Ini siapa? "


" Ini aku Wilson*. "


Sontak saja Sandra merasa terkejut karena Wilson menghubungi nya.


" Ada apa? Kenapa kau menelponku? " Sandra mulai kesal.


" Apa kita bisa bertemu malam ini? "


" Tidak. "


" Aku bilang tidak ya tidak! "


" Aku berharap malam ini kamu bisa menemui diriku, aku akan menunggumu di taman jam delapan malam ."


" Tunggu sajalah, aku tidak akan datang. "


" Aku akan menunggumu Sandra. "


Sandra mematikan telponnya karena Wilson terus memaksanya untuk datang ke taman. " Ada apa dengan dia? Kenapa dia mengajakku bertemu malam ini di taman? "


Lamunannya di buyarkan oleh pengasuh Vania.


" Maaf bu, tuan Rizki memanggil anda. " ucap pengasuh Vania.


Dengan cepat Sandra turun ke bawah untuk menemui Rizki yang saat itu sedang duduk di ruang keluarga.


" *Ada apa ya ? " Tanya Sandra heran


" Kamu lihat saja video ini. " Ucap Rizki sambil menunjukan video yang terdapat di laptop.


" Mulai sekarang kau harus berhati - hati. " Ucap Rizki


" Darimana kamu mendapatkan Video ini? "


" Kamu tak perlu tau, intinya sekarang kamu harus lebih berhati - hati. " Jawab Rizki


" Baiklah*. "


Setelah melihat Video itu kini perasaan Sandra merasa sangat kesal. " Dasar pengkhianat. " Gerutu Sandra.


Selain merasa kesal, kini Sandra juga merasa sangat penasaran dengan Wilson yang tadi mengajaknya bertemu. " Sepertinya aku harus kesana secara diam - diam tanpa sepengetahuan Wilson. " Gumam Sandra dalam hati.

__ADS_1


Setelah Vania tidur kini Sandra langsung pergi dengan naik mobil untuk menuju ke taman yang sudah disebut Wilson tadi. Dan benar saja, di taman itu sudah ada Wilson yang sedang duduk di kursi taman.


Sandra melihat Wilson dari dalam mobil. " Ternyata dia benar sudah menungguku. Aku akan memastikannya dulu, apa benar dia akan terus menunggu diri ku. "


Sandra masih tetap di dalam mobil untuk menunggu sampai jam 11 malam, dirinya hanya ingin memastikan apakah Wilson akan tetap menunggu dirinya.


Di kontrakan Wilson dan Merissa.


Kini Merissa sedang merasa gelisah karena suaminya belum pulang juga.


" Aku harus mencari dirinya. " Gumam Merissa dalam hati.


Merissa mencari Wilson sambil membawa Zayn, Merissa kini melacak ponsel Wilson melalui gps.


" Ngapain dia disana? " Gumam Merissa.


Setelah mengetahui keberadaan Wilson kini Merissa beranjak pergi.


Di taman


" Sudah pukul 10 dia masih menunggu diriku. Sepertinya aku harus turun untuk menemui dirinya. " ucap Sandra


Sandra langsung menghampiri Wilson yang sedang duduk melamun.


" *Ada apa? " Tanya Sandra dengan mimik wajah datar.


" Akhirnya kamu datang juga. Apa kamu tidak membawa Vania? " Tanya Wilson


" Tidak*. "


Saat melihat wajah Wilson saat ini Sandra hanya mengingat semua kejadian buruk yang pernah ia alami, namun Sandra berusaha untuk tetap tegar.


Kini Wilson mengutarakan semua penyesalan kepada Sandra. Dirinya berkata bahwa ia ingin kembali lagi, dirinya bilang kalau dia merasa menyesal karena telah berselingkuh di belakang Sandra.


Sandra yang mendengar semua itu hanya bisa tersenyum sinis namun hatinya tetap hancur karena prilaku mantan suaminya dulu.


" *Dulu seharusnya kau berpikir dahulu, sekarang kau bilang kalau kau menyesal. Kamu gak tau kan betapa sakit dan hancurnya hatiku setelah mengetahui bahwa kau telah menikah lagi tanpa ijin dariku. "


" Aku minta maaf Sandra. " Ucap Wilson


" M maaf? Kini aku sudah tidak bisa memaafkan dirimu lagi. Dengar ya, aku juga tidak akan pernah mengijinkan dirimu untuk bertemu dengan Vania. "


" Apa kamu tega memisahkan Vania dari papa nya? Apa kau mau melihat Vania tumbuh dewasa tanpa sosok figur seorang papa di samping Vania? Apa kau setega itu. " Ucap Wilson


" Tega kau bilang. Seharusnya kamu sadar perbuatan kamu itu juga begitu jahat, kau tega menikah lagi disaat aku tengah mengandung Vania. " Jelas Sandra yang sudah meneteskan air matanya*.


Melihat Sandra menangis kini dengan cepat Wilson memeluk tubuh Sandra.


" Lepaskan aku! " Berontak Sandra saat dirinya dipeluk oleh Wilson.


Namun Wilson tak memperdulikan Sandra yang terus berusaha untuk melepaskan pelukannya. Pada akhirnya Sandra luluh dan kini dirinya sedang menangis di pelukan Wilson.


" *Aku benci kamu Wilson, Aku benci kamu dan wanita itu. " Ucap Sandra yang menangis dipelukan Wilson


" Maaf sandra, aku menyesal aku mohon maafin aku." Bisik Wilson di telingga Sandra*


Dan kini Merissa merasa terkejut karena melihat suaminya sedang memeluk sandra.


" Wilson. " Teriak Merissa


" Kenapa kau memeluk Sandra? Lepaskan pelukanmu ."


Jangan lupa like, vote dan favorit


Tunggu kelanjutannya...

__ADS_1


__ADS_2