
Wilson mendatangin kamar ibunya untuk melihat istrinya.
" Sandra sedang tidur ternyata. Sepertinya dia kelelahan. " Ucap Wilson yang duduk disamping istrinya yang sedang pingsan.
Wilson mencium kening istrinya itu " Aku harap Sandra bisa memaafkan aku lah. Seharusnya saat itu aku tak melupakannya disaat aku bersama Merissa. " Gumam Wilson dalam hati.
Wilson merasa sangat resah karena istrinya tak kunjung memaafkannya.
Sandra kembali sadar dan melihat Suaminya yang berada disebelahnya.
Melihat istrinya yang sudah bangun, Wilson tersenyum.
" Kenapa aku ada dikamar ibu? " Tanya Sandra
Wilson tak menjawab pertanyaan istrinya, dirinya hanya membawa Sandra kembali ke kamarnya.
Tak lama setelah kembali ke kamar, Sandra mengeluhkan rasa sakit diperutnya. Wilson membawa Sandra pergi kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan Sandra.
Saat dirumah sakit, dokter memeriksa kondisi Sandra.
" Apa yang terjadi dengan istri saya? " Tanya Wilson pada dokter kandungan.
" Istri anda mengalami Lingament pain, itu terjadi karena rahim terus berkembang sehingga membuat persendian dari area panggul ke perut meregang dan menerima tekanan. Hal ini yang membuat rasa nyeri di sekitar bawah perut. " Jelas dokter kandungan pada Wilson
" Apakah nanti istri saya akan baik - baik saja? "
" Tentu saja. Tapi sepertinya istri anda sedang mengalami stres, lebih baik jangan buat istri anda merasa tertekan atau merasa sedih. Karena hal itu akan berdampak pada bayi yang ada di dalam kandungan. " Jawab Dokter
__ADS_1
Setelah menjelaskan semuanya, dokter itu pun keluar dari ruang perawatan.
" Sayang dengar itu kan? Kita akhiri saja ya semua pertengkaran kita. Aku minta maaf, aku janji gak bakalan ngulangin kesalahan seperti yang kemarin. " Ucap Wilson
Demi bayi yang ada di dalam kandungannya, Sandra terpaksa memaafkan suaminya.
" Hmm iya. Aku juga minta maaf ya. " Ucap Sandra yang melihat suaminya
" Hmm iya. " Ujar Wilson
Setelah mengurus semuanya, Wilson membawa Sandra pulang kembali kerumah mereka.
Keesokan harinya Wilson mengajak istrinya jalan - jalan ke tempat yang indah dan romantis
Seharian ini mereka berdua menghabiskan waktu berdua saja.
" Sayang suka kan dengan tempatnya? " Tanya Wilson
Saat sedang berdua, Ada Merissa yang memperhatikan Wilson dan Sandra dari jauh.
Merissa melihat betapa romantisnya Wilson bersama Sandra saat sedang berdua.
" Aku cemburu melihat mereka berdua. " Ucap Merissa.
Tidak hanya menikmati suasana indah, mereka berdua mengabadikan kemesraan mereka dengan berpoto.
__ADS_1
" Sayang aku gak sabar untuk menantikan anak kita ini lahir. " Ucap Wilson yang sedang memeluk istrinya dari belakang.
" Aku juga sayang, semoga saja nanti anak kita lahir dalam keadaan sehat. " Ujar Sandra.
Karena merasa cemburu melihat kemesraan Wilson dan istrinya, Merissa mendatangin mereka berdua. Namun saat Merissa mau berjalan, tangannya ditarik oleh Rangga.
" Mau kemana kamu? " Tanya Rangga kepada Merissa dengan wajah yang agak marah
" Pak Rangga? Kenapa anda bisa berada disini? " Ucap Merissa menanyai Rangga
" Aku ada urusan. Aku tau kenapa kau bisa berada disini Merissa. Apa kau mau menghampirin mereka berdua? " Ujar Rangga
" Itu bukan urusan Anda. " Ucap Merissa yang mulai merasa kesal.
" Hahaha dasar wanita tak tahu malu. Pergi kau dari sini. " Usir Rangga
Karena Merissa tak mau pergi dari tempat ini, dengan terpaksa Rangga menarik paksa Merissa agar pergi dan tidak menganggu Wilson dan Sandra yang sedang menghabiskan waktu berdua.
Rangga dan Merissa sempat ribut karena hal ini, namun Rangga berhasil membuat Merissa terdiam karena dirinya mengancam Merissa.
Ancaman Rangga membuat Merissa menjadi diam dan tak berani bicara sepatah kata pun.
" Lihat saja Merissa, aku akan mengawasimu terus. Jika kau sudah kelewatan batas, maka Aku bisa membuat dirimu dalam bahaya. " Ancam Rangga
Rangga pergi meninggalkan Merissa. Namun Rangga tak pergi terlalu jauh karena dirinya harus tetap mengawasi wanita itu.
" Merissa itu tidak tahu malu. Bagaimana mungkin dia berani menghampirin Wilson saat tengah bersama Sandra. Apa dia mau cari mati? " Gumam Rangga dalam hati.
__ADS_1
Sementara Merissa pergi dari tempat itu sambil menggerutu " Lihat saja Kamu Rangga, Aku akan membalasmu. "
Merissa pergi dengan rasa kesal bercampur cemburu karena ulah Rangga, Wilson dan Sandra.