
Di rumah sakit.
"Dasar pria brengsek." Bentak Hardi pada Juna.
"Kalian keluar dan kembali lah kerumah. Dan kamu Yuki, kamu saya pecat."
"Tapi Tuan, kenapa saya di pecat?" Tanya Yuki.
"Karena kau lalai dalam mengurus anakku."
"Kak Hardi tapi Yuki itu tadi menolongku kak." Ujar Juna.
"Ada banyak pelayan di rumah kita yang bisa menolong dirimu, seharusnya dia tetap fokus menjaga Vania."
"Sekarang keluar kau dari ruangan ini." Perintah Hardi kepada Yuki.
Mau tidak mau kini Yuki harus pergi dari rumah sakit itu dan segera kembali ke rumah Hardi untuk membereskan barangnya.
Sementara Hardi marah besar kepada Juna.
"Brengsek! Kenapa kau melecehkan kakak iparmu?"
"Maaf kak Hardi, aku lepas kendali ketika melihat kak Sandra. Dia begitu menggoda." Jawab Juna.
Plakkk
Satu tamparan mendarat di pipi kanan Juna, Hardi sangat kesal mendengar jawaban adiknya itu.
Hardi merasa frustasi karena kejadian ini, dia mengacak - ngacak rambutnya karena sudah pusing.
"Argghh.. Jangan lakukan ini lagi, jika ini terjadi lagi maka akan aku biarkan Sandra menghabisi dirimu." Ujar Hardi.
"Iya kak. Maaf." Ucap Juna.
__ADS_1
"Apaan sih kak Hardi. Seharusnya dia sadar kalau istrinya itu begitu menggoda. Pria manapun akan tergoda ketika melihat istrinya itu." Gerutu Juna.
Kini Hardi kembali bertugas lagi menangani pasien di rumah sakit.
Sementara ini Yuki sudah berada di rumah Hardi, dia langsung mengemasi barangnya dan bersiap - siap untuk pergi dari rumah ini.
Untuk saat ini Vania di urus oleh ibu dari Hardi.
.......
"Hardi apa kamu tak ingin mempunyai anak dari Sandra?" Tanya Ibu.
"Untuk sementara ini aku tunda dulu bu." Jawab Hardi.
"Lalu bagaimana kondisi Juna?" Tanya ibu lagi.
"Kondisinya baik." Jawab Hardi.
Tak lama setelah itu Sandra menghampiri Hardi dan ibu mertuanya yang duduk di ruang keluarga.
"Istri macam apa kamu ini? Seharusnya kamu mengurus suami mu dulu, lihatlah Hardi baru saja pulang." Cibir Ibu mertuanya itu.
"Sebentar biar aku ambilkan dulu." Ucap Hardi.
Sandra duduk di sebelah ibu mertua nya itu.
"Dengar Sandra, Hardi itu suami mu dan kau harus memperhatikannya." Ucap Ibu mertua
"Iya bu."
"Jangan iya iya aja kamu." Cibir mertua nya lagi.
"Ibu tenang saja aku akan mengurus suamiku dengan baik." Ujar Sandra.
__ADS_1
Kini Hardi kembali ke ruang keluarga sambil membawa Vania.
"Anakku. Sini biar aku saja yang menggendongnya."
Setelah itu Sandra langsung membawa anaknya itu pergi dari ruang keluarga.
"Lihat dia, istri kamu itu bukannya menemani kamu."
"Sudah biarkan saja Bu." Ujar Hardi.
"Kok bisa kamu menikah dengan wanita seperti itu. Ini akibatnya kalau kamu menikah tanpa memberi tahu ibu dulu." Cibir Ibu nya Hardi.
"Aku mencintainya." Ucap Hardi datar.
Hardi meninggalkan Ibunya di ruang keluarga.
Malam ini Hardi merasa sangat frustasi karena Adiknya dan Ibunya itu. Sesekali Hardi melihat Sandra yang sedang bersama Vania.
Sandra tampak sangat bahagia saat berada di samping Vania.
Hardi menghampiri Sandra. "Sayang bisa temani aku? Aku sedang stres banget, aku butuh kamu."
"Iya sayang sebentar, aku mau menaruh Vania di ranjangnya dulu." Ucap Sandra.
Setelah itu Hardi langsung memeluk istrinya itu dengan erat.
"Sayang jangan selingkuh ya." Ucap Sandra secara tiba - tiba.
"Iya, lagian ngapain juga aku selingkuh sementara aku sudah memiliki seorang istri yang sangat cantik." Ucap Hardi.
Sebenarnya Sandra belum bisa mencintai Hardi secara sepenuhnya, namun bukan berarti Sandra akan membiarkan semua kejadian di masa lalu itu terulang lagi.
Hardi merasa sangat nyaman saat berada di pelukan istrinya. Hingga kini Hardi terlelap di pelukan Sandra.
__ADS_1
Bersambung...