
Di Klub Malam
" Sudah lama kali aku tidak datang ke tempat ini. " Ujar Salena.
" Apa sebelumnya kamu sering datang ke klub malam? " Tanya Jason.
" Iya aku sering datang. " Jawab Salena.
Kini Salena langsung bergabung dengan orang - orang yang sudah datang duluan, sementara Jason hanya duduk bar yang ada di dalam klub itu.
" Aku tak tahu bahwa Sandra itu tipe wanita yang suka bersenang - senang. " Gumam Jason.
Salena sedang bergoyang sambil menikmati dentuman musik.
" *Hai cantik. " Seorang pria menghampiri Salena
Salena membalas sapaan itu dengan senyuman.
" Kamu kesini bersama siapa? " Tanya Pria itu.
" Teman. " Jawab Salena singkat*.
Saat pria itu mau menyentuh Salena, dengan cepat Jason menghampiri Salena.
" *Jangan sentuh dia. " Ucap Jason.
" Siapa kau berani - berani melarangku untuk menyentuh wanita ini? " Tanya pria itu.
" Dia wanitaku. " Jawab Jason.
" Oh begitu. " Ucap Pria itu*.
Kini Jason langsung membawa Salena ke bar minuman.
Jason
" Apa kamu mau minum? "
Salena
" Tentu saja. "
Awalnya Jason tak terlalu menghiraukan Salena yang sedang minum, karena di dalam dugaannya kalau Sandra mungkin hanya akan minum sedikit.
Tapi dugaannya salah, kini Salena malah minum lebih banyak dari dirinya.
" Kenapa dia begitu banyak minum? Apa dia sedang banyak pikiran? " Pikir Jason dalam hati.
__ADS_1
" Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera membawa Sandra pulang. " Gumam Jason.
Karena Jason telah melihat Salena mabuk, kini dia mengajak Salena untuk segera pulang bersamanya.
" Sandra ayo kita pulang. "
Salena.
" Aku bukan Sandra. Lepaskan aku. Aku gak mau pulang." Ucap Salena yang kini sudah mabuk.
Jason
" Terserah, sekarang kita pulang saja. Kalau kamu masih berada disini nanti kamu malah minum terus. " Ujar Jason sambil mengandeng Salena.
Dengan cepat salena dibawa oleh Jason menuju ke mobilnya, dan kini Jason membawanya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah.
"Dia mabuk? " Tanya Rizki ketika melihat Salena.
" Iya. " Jawab Jason
Tiba - tiba Salena langsung menjauh Dari Rizki dan Jason, Salena langsung pergi ke toilet karena dia merasa ingin muntah.
"Dia terlalu banyak minum tadi. " Ucap Jason.
" Kalian ke Club nya? " Tanya Rizki.
" Santai aja. Terima kasih ya karena Kamu udah mau ngantar Sandra pulang. " Ucap Rizki.
" Iya. Kalau gitu gue pamit pulang dulu. " Ucap Jason.
Setelah Jason pulang, kini Rizki langsung menghampiri Salena yang berada di kamar Sandra.
"Apa kau sudah kau lakukan? Apa kau ingin merusak tubuh Adikku? " Tanya Rizki.
" Merusak apa nya sih? Aku hanya minum sedikit tadi. Sudah pergi sana, jangan ganggu aku. Aku mau tidur." Jawab Salena".
Saat Rizki sedang marah kepadanya, Salena malah tidur dan mengabaikan semua ucapan yang di lontarkan oleh Rizki.
▪︎▪︎▪︎
Pagi hari
Salena bangun dari tidurnya.
" Kenapa aku bau alkohol? Bau alkohol ini begitu menyengat. " Gumam Salena.
Kini Salena telah tergantikan, kini Sandra kembali mengusai tubuhnya sendiri.
__ADS_1
Karena tubuhnya bau alkohol kini Sandra langsung membersihkan dirinya, setelah itu dia langsung menuju ke kamar Vania.
"Salena. " Panggil Rizki.
Sandra menoleh bingung.
" Aku mau bicara, kenapa kamu semalam minum alkohol sampai mabuk? " Tanya Rizki.
" Aku? Minum alkohol? Itu bukan aku mungkin saja itu Salena. " Jawab Sandra.
" Apa kau Sandra? " tanya Rizki.
" Iya. "
Kini Rizki menceritakan semua yang telah terjadi karena ulah Salena. Dan yang buat Sandra lebih merasa terkejut adalah karena malam itu dia sedang bersama Jason.
Sandra merasa sangat malu karena ulah Salena yang mabuk di depan jason. Saat ini Sandra hanya memikirkan bagaimana jika nanti dia akan bertemu dengan Jason, apa yang akan dia katakan kepada Jason.
" *Salena kenapa kau kelewatan batas? " Gumam Sandra dalam hatinya.
▪︎▪︎▪︎*
Di kontrakan Wilson dan Merissa.
Merissa dan Wilson tak saling bicara karena kejadian yang terjadi tadi malam, di kontrakan itu juga ada Kenzo.
" *Lo bertengkar lagi? " Tanya Kenzo heran ketika melihat sepasang suami istri ini tak saling bicara.
" Ya gitu. " Jawab Wilson.
" Ooo, ya udah ayo kita pergi. " Ajak Kenzo.
" Lets go. " Ucap Wilson*.
Kini tinggal lah Merissa dan anaknya yang berada di Kontrakan. Merissa terus kepikiran dengan ucapan Wilson yang berkata bahwa dia menyesal telah menikah dengan dirinya.
Penyesalan memang selalu datang di akhir semua kejadian, kini menyesal pun sudah tak ada gunanya lagi.
Gak kebayang betapa hancur nya hati Merissa ketika mendengar suaminya berkata seperti itu kepada dirinya. Rasa menyesal sempat terlintas di dalam pikiran Merissa. " Seharusnya dulu aku tak menggoda Wilson. " Rasa bersalah terus menghantui dirinya hingga terkadang Merissa menangis karena mengingat betapa bodohnya dirinya dulu.
" Kenapa dulu aku harus menggoda pria yang sudah beristri? Kini aku menyesal, apa aku sedang kena karma seperti apa yang pernah di ucapkan oleh almero? " Gumam Merissa di dalam hati.
Sebenarnya Merissa sangat ingin segera berpisah dari Wilson namun rasa cinta yang ada di dalam dirinya itu menggurungkan niatnya itu.
Merissa yakin sikap Wilson akan berubah setelah hidup mereka berubah menjadi mapan.
" Mungkin Wilson stres karena kini dia jatuh miskin. " gumam Merissa dalam hati.
Bahkan Merissa akan membantu suaminya agar kehidupan mereka berubah dan keharmonisan keluarga mereka kembali lagi.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa Like dan Vote