
Rumah sakit Jepang.
"Apa aku akan dirawat di rumah sakit ini?" Tanya Sandra.
"Iya sayang." Jawab Hardi.
Seketika Sandra merasa menyesal menikah dengan Hardi, suaminya itu terlalu khawatir mengenai kondisi Sandra hingga mengharuskan Sandra di rawat di rumah sakit.
Sandra sama sekali tak bisa berbuat apa - apa hingga dia jatuh pingsan seketika.
Dokter langsung menangani Sandra, dan untungnya Dokter berkata bahwa Sandra hanya shock saja.
"Kak Hardi, kasihan Kak Sandra. Biarkan dia dirumah saja kak." Pinta Akari.
"Apa kamu mau kehilangan lagi? Apa kamu mau?" Tanya Hardi.
"Tidak kak." Jawab Akari lalu menundukan kepalanya.
"Bagus kalau tidak mau, bukan kah lebih baik kita mencegah dulu sebelum terjadi." Ujar Hardi.
Dulu nya kehidupan Hardi tampak seperti orang normal lainnya, namun kehidupan itu seketika hilang ketika salah satu pasien Hardi melukai ayahnya.
Luka yang di derita oleh Ayahnya sangat parah hingga itu menyebabkan kematian sang ayah. Hardi sangat terpukul saat itu dan sejak saat itu juga dia punya ambisi untuk menyembuhkan para psikopat agar orang yang tak bersalah tak menjadi korban kekejaman dari psikopat.
Dulunya dia sama sekali tak pernah berfikir untuk menikahi seorang psikopat, namun ketika ia melihat Sandra ia langsung jatuh cinta.
Hingga Hardi memutuskan untuk menikahi wanita yang kini menjadi istrinya itu.
Sandra kembali Sadar dari pingsannya.
"Aku dimana? Kenapa tangan dan kakiku di ikat seperti ini."
__ADS_1
Tak lama ada seorang Dokter datang menghampirinya.
"Orang cina? Apa aku di cina?"
Siapa dia? Apakah dia Salena? Buat kalian yang mikir kalau yang menguasai tubuh Sandra adalah Salena, kalian salah. Kini Kezia hadir kembali dan menguasai tubuh Sandra.
Dokter itu ngomong dengan menggunakan bahasa jepang dan hal itu sulit di mengerti oleh Kezia.
"Ngomong apa sih nih orang?"
Dokter menatap pasiennya dengan heran sambil terus bertanya pada Kezia dengan menggunakan bahasa Jepang.
"Aku gak bisa bahasa Cina. Ya ampun apa yang wanita ini katakan? Kenapa aku bisa di Cina?"
Dokter itu memutuskan untuk keluar dan memanggil Hardi dan menjelaskan semua kondisi Sandra pada Hardi.
"Aku harus kabur. Pasti wanita cina tadi mau menyiksaku."
"Ahh ini sulit sekali." Kezia berusaha untuk melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kakinya itu.
"Sayang? Pasti dia salah satu orang yang menyukai Sandra." Gumam Kezia dalam hati.
Saat ini Hardi sama sekali tak mengetahui kalau kini tubuh Istrinya itu udah di kuasai oleh Kezia.
Dan benar saja, Hardi langsung melepaskan ikatan Sandra seketika setelah Sandra berhenti memaksa diri untuk melepaskan ikatan itu.
"Aku bebas, aku harus bisa kabur. Tapi Pria ini akan aku apakan? Kalau aku lari sekarang pasti dia akan mengejarku." Gumam Kezia dalam hati.
"Sayang kamu lapar gak, ayo kita ke kantin." Ajak Hardi.
"Di cina ada Kantin?" Tanya Kezia.
__ADS_1
"Ada sayang." Jawab Hardi tanpa sadar dengan pertanyaan yang di ucapkan oleh istrinya itu.
Hardi langsung membawa Kezia keluar dari ruang rawat Sandra.
"Banyak nya orang Cina di rumah sakit ini. Mereka kenapa? Mereka sakit?" Tanya Kezia lagi.
"Iya sayang mereka sakit." Jawab Hardi lagi tanpa sadar.
Mereka telah tiba di kantin yang ada di rumah sakit itu.
"Kenapa aku bisa ada cina?" Tanya Kezia lagi.
"Cina? Ini Jepang." Jawab Hardi.
"Wah Kezia kamu sudah di jepang, ini pasti ulah Sandra. Kenapa dia sampai ke jepang? Lagi - lagi aku yang kena imbasnya setiap dia buat masalah." Gerutu Kezia.
"Malam ini aku akan menemani kamu di rumah sakit ini. Kamu jangan khawatir, Vania ada yang menjaga." Ujar Hardi.
"Vania? Siapa lagi itu?"
"Aku mau ke toilet dulu ya."
"Silahkan. Jangan lama - lama." Ucap Hardi.
Kezia kini kabur dengan cara aman karena dia membohongi Hardi.
Kezia berjalan dengan percaya diri seolah dia mengetahui tentang Jepang.
"Udah lama gak keluar, sekali keluar malah sampai sampai Jepang."
Kezia mengecek kantong celana nya dan menemukan beberapa lembar uang jepang yang jika di rupiahkan itu berjumlah Rp 700.000.
__ADS_1
"Aku sama sekali gak mengerti."
Bersambung