
Setelah seharian menjaga Vania, kini Salena merasa sangat bosan dan ingin sekali keluar untuk besenang - senang.
" Gue keluar aja kali ya? Lagian kan Vania udah tidur." Ucap Salena.
Kini Salena berganti pakaian agar sesuai dengan gaya dirinya. Setelah selesai Salena langsung keluar dari kamar Vania.
" *Mau kemana kamu? " Tanya Rizki.
" Mau keluar bentar. Kenapa nanya - nanya? Kamu mau ikut? " Tanya Salena lagi.
" Ogah, mending aku jaga Vania. " Jawab Rizki*.
Kini Rizki memasuki kamar Vania.
" Kalau aku keluar, aku mau kemana? Lebih baik aku ikut Rizki aja buat ngejagain Vania. " Gumam Salena.
Kini Salena masuk kembali ke kamar Vania.
Rizki.
" Katanya tadi mau pergi. "
Salena
" Tadinya, cuma aku teringat kalau aku gak punya tujuan untuk pergi. Makanya aku kembali lagi untuk jaga Vania. "
Rizki.
" Baguslah. Kapan kamu akan keluar dari tubuh adikku? "
Salena.
" Kamu ngusir aku ya? " Mulai kesal.
Rizki.
" *Tidak. Aku hanya bertanya. "
" Dengar ya, aku gak akan keluar dari tubuh Sandra sebelum aku bisa membuatmu itu jaa.. " Ucapan Salena terhenti.
" Sebelum apa? " Tanya Rizki penasaran.
" Sebelum masalah selesai. " Jawab Salena berbohong.
" Ooo. " Ucap Rizki cuek.
" O doang nih? " Tanya Salena.
" Iya. " Jawab Rizki.
" Cuek banget nih cowok. " Gumam Salena dalam hati.
" Kenapa kamu menatapku seperti itu? " tanya Rizki yang heran karena Salena terus memandangi wajahnya.
Salena memalingkan wajahnya dan duduk di samping ranjang Vania.
" Kira - kira wajah asli Salena itu seperti apa ya? Lalu bagaimana mungkin dia bisa berada didalam tubuh Sandra. " Pikir Rizki ketika melihat Salena yang kini sedang menguasai tubuh Sandra*.
" *Ini kesempatan ku untuk datang menemui Wilson untuk memberinya pelajaran karena telah membuat Sandra menjadi tertekan. " Gumam Rizki dalam hati.
" Aku pergi sebentar, tolong jaga Vania. " Ucap Rizki pada Salena*.
Dengan cepat Rizki langsung berangkat untuk mencari keberadaan Wilson.
" *Tadi saat aku mau pergi dia nya mau ngejagain Vania, giliran aku ngejagain Vania dia nya pergi. Gak jelas banget tu cowok. "
__ADS_1
" Padahal dia itu gak jelas, tapi kenapa aku menyukai dia? Seharusnya aku gak terjebak di dalam tubuh ini." Keluh Salena*.
▪︎▪︎▪︎
Di Lokasi lain.
" *Itu dia orangnya. " Rizki segera mendekat ke Wilson yang tengah berbicara dengan seseorang.
" Dasar pria kurang ajar..." Bughh Bughh. Rizki langsung mendaratkan pukulan kepada Wilson*.
Orang - orang yang ada disana mencoba untuk melarai kedua nya agar tak terjadi pertengkaran yang berakibat Fatal.
" Sudah *kalian pergi saja dari sini. Biar aku urus dia. " Ujar Wilson.
" Kita bisa bicara baik - baik disini, jadi tenanglah. " Ucap Wilson ke Rizki.
Rizki
" Tenang kau bilang? Bagaimana mungkin aku bisa tenang setelah kau menyakiti adikku*? "
Wilson.
" Apa yang terjadi pada Sandra? Dia terluka? "
***Rizki**.
" Dengar ya, mulai hari ini kau jangan pernah temui Sandra lagi. Karena perlakuan mu dia jadi depresi dan sering merasa tertekan.
" Ini yang terakhir, jika kau berulah lagi, maka kau akan ku habisi. " Ancam Rizki.
Saat Rizki pergi, dengan Cepat Wilson menghalangi nya dan terus bertanya mengenai apa yang telah terjadi pada Sandra. Namun Rizki mengabaikannya dan langsung pergi dengan cepat.
" Arghhh.. Kenapa? Kenapa ini harus terjadi padaku? Cobaan apa lagi ini? " Teriak Wilson.
Kini Wilson kembali pulang dengan perasaan kesal dan marah.
Sementara Rizki pulang dengan perasaan yang puas karena telah memberi peringatan pada Wilson.
" Ini harus jadi penderitaan yang terakhir untuk Sandra. Aku gak mau nanti Sandra semakin merasa tertekan karena ulah Pria penghianat itu. " Ucap Rizki yang sedang menyetir.
Ketika sudah sampai Rumah, Rizki langsung memerintahkan beberapa orang untuk menjaga Sandra ketika Sandra sedang keluar nanti.
" *Kalian berdua harus menjaga Sandra dan pastikan bahwa pria yang ada di poto ini tidak mendekati Sandra. " Perintah Rizki kepada bodyguard yang akan menjaga Sandra.
" Baiklah tuan, akan kami pastikan agar pria ini tidak mendekati Adik anda. " Ucap Bodyguard*.
Setelah itu Rizki langsung masuk kedalam rumah.
▪︎▪︎▪︎
Di rumah Rangga.
Saat ini Rangga sedang bersama Arjun dan Kevin membahas tentang kerjaan.
" *Sandra kok gak datang? " Tanya Arjun.
" Aku kurang tau. " Jawab Rangga.
" Tadi pas aku hubungin dia sama sekali tak menjawab. " Ujar Kevin.
" Mungkin dia sedang mengurus Vania. " Ujar Arjun.
" Mungkin saja. " Ucap Rangga.
" Gimana kalau malam ini kita kerumah Sandra. " Ide Arjun.
__ADS_1
" Boleh juga tu. " Ujar Rangga.
" Lo ikut ya kevin. " Ajak Arjun.
Kevin mengangguk iya. " Jelas lah aku ikut. " Gumam Kevin dalam hati*.
Kini mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
▪︎▪︎▪︎
Di kontarakan Wilson dan Merissa.
" *Wajah kamu kenapa? " tanya Merissa.
" Gak apa - apa. " Jawab Wilson singkat.
" Aku tanya kenapa? " Tanya Merissa lagi.
" Aku kena pukul. " Jawab Wilson*.
Wilson langsung masuk ke kamar dan meninggalkan istrinya itu. Tak berapa lama kini Merissa masuk sambil membawa obat pembersih luka.
" *Sini biar aku obati dulu. " Ucap Merissa sambil membuka obat.
" siapa yang mukulin kamu? " Tanya Merissa sambil membersihkan luka memar yang ada di wajah suaminya itu.
" Bukan siapa - siapa." Jawab Wilson sambil sedikit meringis kesakitan*.
" *Kamu tau Merissa, jujur saat ini aku merasa menyesal karena sudah menikahi kamu. " Ujar Wilson secara tiba - tiba dan perkataan nya itu membuat Merissa terkejut.
" Maksud kamu apa? " Merissa mulai emosi.
" Maksud aku, aku sangat sangat menyesal karena udah menikah sama kamu. " Ucap Wilson lagi.
" Bisa - bisa nya ya kamu berkata seperti itu padaku. " Ujar Merissa.
" Ya bisa lah, orang tinggal ngomong aja kok. " Ucap Wilson lagi.
" Dasar. Plakk. " Merissa menampar keras pipi Wilson*.
Merissa langsung pergi meninggalkan Wilson sendirian dikamar.
" Kenapa dia malah menamparku? Kan barusan aku berkata jujur. " Gumam Wilson sambil memegang pipi nya yang baru saja di tampar.
Sementara ini Merissa masuk ke kamar yang satu lagi sambil terus menangis.
" *Aku juga nyesel karena telah menikah sama dia, tapi aku tak pernah mengungkapkan hal itu pada dirinya karena aku ingin menjaga perasaannya. " Gumam Merissa dalam hati.
" Wilson tega sekali kepadaku. Karena dia aku mau menjadi yang kedua agar dia bisa menjadi milikku seutuhnya, tapi ini apa? Dia malah bersikap seperti ini*. "
Merissa mencampakkan semua barang yang ada di kamarnya hingga salah satu barang itu mengenai Zayn dan membuat Zayn menangis.
Mendengar tangisan anaknya, Wilson langsung menghampiri anaknya yang berada di kamar sebelah.
" *Apa yang kamu lakukan pada Zayn? " Tanya Wilson.
" Aku gak sengaja melempar barang dan mengenai Zayn. " Jawab Merissa sambil mencoba untuk menenangkan anaknya yang menangis.
" Sini biar aku aja yang urus Zayn. Ibu macam apa kamu ini yang tega menyakiti anaknya. " Ucap Wilson.
" Aku gak sengaja. "
" Ahh sudahlah. " Ujar Wilson dan langsung membawa Zayn ke kamar yang satu lagi.
Bersambung...
__ADS_1