SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
112.


__ADS_3

Sidang cerai yang digugat oleh Hardi berjalan lancar tanpa ada kendala sedikit pun.


Sementara di sidang cerai Wilson sedikit terkendala karena hak asuh anak yang di jatuhkan ke tangan Wilson. Merissa tak terima karena Zayn di ambil oleh Wilson. Namun Merissa tak dibiarkan mengurus Zayn karena ia sendiri mengalami depresi berat semenjak perpisahan mereka.


Wilson masih tetap di Bali namun di rumah yang berbeda, sementara Sandra masih di rumahnya yang lama. Kini Sandra dan Wilson kembali menikmati kehidupan mereka secara sendiri - sendiri tanpa seorang pasangan.


Sandra kembali ke propesi awalnya yang mengurus perusahaan miliknya.


Namun dalam waktu 3 tahun ini semuanya banyak berubah.


....


Di kantor.


Setelah 3 tahun bercerai dari Hardi, kini Sandra mulai kembali lagi ke kantornya.


Semua karyawan yang bekerja di kantor tersebut menyambut kedatangan Bos mereka, bahkan Arjun dan Rangga pun hadir dalam penyambutan itu.


"Makin cantik aja dia." Gumam Arjun.


"Rasanya aku ingin memeluk dirinya." Gumam Rangga.


Sandra sempat berbincang dengan mereka semua.


Di dalam ruangan kerja Sandra sama sekali tidak ada yang berubah.


Sandra berdecak kesal melihat beberapa berkas yang harus dia cek dan ia tanda tangani.


"Ini hari pertama, kenapa mereka malah membebanin diriku." Keluh Sandra sambil membuka lembaran berkas itu.


Saat sedang fokus - fokusnya pandangan Sandra teralihkan saat ponselnya berbunyi, ia langsung menutup berkas itu dan mengambil ponselnya lalu menekan tombol hijau itu sampai ia memulai percakapan.


"Ada apa?" Tanyanya dengan cuek karena ia tahu siapa penelpon tersebut.


"Kamu sekarang ada dimana?" Suara Bariton itu menyahut dengan suara yang tenang.


"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku mau bertanya padamu. Dari mana kau mendapatkan nomer ponselku?" Tanya Sandra kepada si penelpon.


"*Aku baru saja mengganti nomer ponselku pad*ahal, kenapa dia harus tau secepat ini." Gumam Sandra.


Pria yang di seberang sana tertawa kecil mendengar pertanyaan yang di lontarkan Sandra.


"Jika kau mau mengetahui jawabannya, maka temui aku di restaurant yang berada di dekat kantormu itu." Ucap Pria dari seberang sana.


Sandra tersenyum sinis "Apa itu sebuah permintaan yang harus aku turutin?"


"Sudah datang sajalah, aku akan menunggumu." Ujar pria itu, lalu mematikan telpon secara sepihak.


Sandra merasa kesal karena ia tak bisa menolak permintaan pria itu. "Sial." Umpatnya.


...


Sandra yang baru datang langsung melihat pria tersebut yang sudah menunggu.


Senyuman pria itu menyambut kedatangan Sandra yang masih berjalan menuju ke mejanya.


Sandra langsung duduk dan memandang wajah pria yang ada di depannya itu yang tak lain adalah Wilson.


Wilson tampak tampan dengan balutan Jas formalnya.


"Lama sudah tidak bertemu, bagaimana keadaan Anakku?" Tanya Wilson.

__ADS_1


"Jangan bercanda kamu, kita baru bertemu tiga hari yang lalu." Ucap Sandra


"Tiga hari yang lalu bertemu denganmu saja namun tidak dengan Vania." Ujar Wilson.


Pandangan Wilson tak teralihkan ketika melihat penampilan Sandra.


"Kapan aku bisa bertemu dengan Vania? Aku merindukannya."


"Apa kau mengajak ku kesini hanya untuk membahas Vania?" Tanya Sandra.


"Tentu." Jawab Wilson.


Melihat Sandra yang langsung cuek setelah mengetahui tujuannya, tiba - tiba tangan Wilson membelai pipi mulus Sandra.


"Kamu tau, aku sudah lama ingin melakukan ini padamu. Kamu terlihat begitu menggoda hingga membuatku tak bisa menahannya lagi." Ucap Wilson.


"Sudah hentikan, aku tak ingin berada lebih lama lagi disini." Sandra langsung beranjak dari restaurant itu dan diikuti oleh Wilson.


"Kamu bayar semuanya." Perintah Wilson kepada sekertarisnya.


Setelah itu Wilson kembali menarik tangan Sandra hingga membuat mereka saling tatap satu sama lain.


"Apa kamu tak ingin menikmatinya lagi?" Tanya Wilson.


"Ikutlah denganku."


Wilson menarik Sandra untuk masuk ke mobil miliknya dan membawa Sandra pergi dari tempat itu.


"Kau mau membawaku kemana?"


"Diamlah, nanti kamu juga akan tahu sendiri." Ucap Wilson.


Setelah sampai di tempat tujuan keduanya langsung turun dari mobil, dan Wilson membawa Sandra masuk ke Mansion nya yang mewah itu.


Saat memasuki rumah itu, nampaklah seorang anak laki - laki yang berusia 4 tahun yang sedang bermain bersama pengasuhnya.


"Daddy." Panggil anak kecil itu.


Wilson memeluk anak tersebut yang tak lain adalah Zayn.


"Dia seumuran dengan Vania." Gumam Sandra.


"Duduklah, aku akan menaruh anakku ke kamar dulu. Karena dia tak boleh mengetahui hal yang akan kita lakukan nanti." Ujar Wilson.


"Dia kenapa sih?" Pikir Sandra.


Tak lama setelah itu datanglah seorang pelayan wanita yang memanggil Sandra untuk menemui Wilson di kamar.


Sandra berjalan tanpa ragu sesuai dengan petunjuk pelayan itu.


Setelah sampai Sandra langsung membuka pintu kamar Wilson.


"Masuklah."


"Kita bicara di luar saja." Ujar Sandra.


Namun Wilson menarik tangan Sandra hingga masuk ke dalam kamar dan dengan cepat Wilson langsung mengunci pintu kamarnya.


"Kenapa menjauh? Mendekatlah sayang." Ujar Wilson.


"Sial aku terjebak." Gumam Sandra.

__ADS_1


Wilson langsung melingkari tangannya di pinggang Sandra yang ramping itu.


Kemudian tangan nya bebas mengelus paha putiih Sandra, sementara tangan yang satu lagi meraba perut hingga dada Sandra.


Sandra mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan Wilson, namun gagal karena Wilson memeluknya dengan erat.


Kini Wilson bertukar arah dan menatap wajah Sandra, serta kembali mencumbui Sandra.


Sandra mendorong Wilson ke ranjang dan membuat Sandra berada di atas tubuh Wilson.


"Agresif sekali kamu." Bisik Wilson.


"Sial, aku salah. Seharusnya aku mendorong dia ke sana." Gumam Sandra.


"Lepaskan aku Wilson." Pinta Sandra yang terus berontak.


Tok Tok Tok


"Sialan." Umpat Wilson.


"Maaf tuan, Zayn terus menangis karena mencari tuan." Ucap Suara pengasuh anaknya.


Dengan cepat Wilson meninggalkan Sandra yang masih terpaku di ranjangnya.


Dan benar Wilson langsung pergi kekamar anaknya.


Suara tangisan Zayn terdengar ketika Wilson membawa Zayn ke kamarnya.


"Zayn kenapa sayang?"


Namun Zayn hanya menangis terus tanpa henti.


"Sebentar ya Sandra, aku menenangkan Zayn dulu."


"Daddy siapa dia?" Kini suara lucu Zayn terdengar ketika melihat Sandra.


"Calon Mama kamu sayang." Jawab Wilson.


Sandra langsung bangkit dan berjalan ke depan pintu.


"Arghh sialan." Umpat Sandra ketika melihat pintunya di kunci.


"Wilson bukain." Ucap Sandra.


"Sabar sayang. Kita gak mungkin melakukannya di depan Zayn." Ujar Wilson serta tersenyum miring.


"Aku mau pulang."


Kali ini Wilson mengalah karena Zayn marah ketika melihat Wilson menganggu Sandra.


"Nih ambil kuncinya." Ucap Wilson sambil menunjukan kunci yang ia pegang.


Sandra menghampiri Wilson dan langsung mengambil kunci pintu itu, sebelum pergi Sandra sempat mencium Zayn.


"Kau menyelamatkan ku." Gumam Sandra.


Setelah itu Sandra langsung keluar dan memanggil taksi agar dia bisa sampai di kantornya.


Bersambung


Jangan lupa Like, Vote dan Rate...

__ADS_1


__ADS_2