
Setelah mendengar suara Merissa, dengan cepat Sandra melepaskan pelukannya terhadap Wilson.
Merissa mendekati Sandra dengan wajah yang sudah marah. " Dasar pelakor. " Ucap Merissa kepada Sandra
Sandra menghapus air matanya. " *Pelakor? Hahaha kamu ini lucu sekali. " Ujar Sandra
" Kurang ajar." Saat Merissa mau menampar pipi Sandra, tangan Wilson mencegahnya.
" Apa apaan kamu Wilson? Lepaskan aku, biar aku memberikan pelajaran agar pelakor ini sadar . " Ucap Merissa sambil melihat Wilson.
" Sandra cepat sekarang kamu pergi dari sini. " Saran Wilson pada Sandra.
" Sepertinya kalian akan ribut besar. " Ujar Sandra sambil sedikit tersenyum.
" Dasar pelakor, kemari kau, aku akan menghabisimu." Ucap Merissa yang sudah merasa muak dengan semua ini*.
Kini dengan cepat Wilson membawa Merissa pergi dari taman itu, sementara Sandra mengikuti mereka secara diam - diam. Selama mengikuti mereka berdua, Sandra terus - terusan meneteskan air matanya.
" *Tenangkan diri kamu Merissa, ingat kau sedang membawa Zayn. " Ucap Wilson
" Tenang kamu bilang. Bagaimana aku bisa tenang setelah melihat suamiku sedang berpelukan bersama mantan istrinya. " Ucap Merissa yang kini sedang merasa sakit hati.
" Dulu aku juga tidak bisa menerima semua kenyataan disaat aku mengetahui kalau Wilson sudah menikah lagi. " Gumam Sandra yang melihat pertengkaran Wilson dan Merissa*.
Merissa meletakkan bayinya tepat di samping Wilson yang sedang duduk.
" *Jawab pertanyaanku, apa yang kamu lakukan disana tadi bersama pelakor itu? " Tanya Merissa
" Stop memanggil Sandra dengan sebutan pelakor, dia bukan pelakor. " Bentak Wilson pada Merissa
" apa kau tak sadar, yang pelakor itu kamu, sedangkan aku, aaa aku adalah seorang pengkhianat yang menyakiti istri pertamaku. " Ujar Wilson
" Aku tau akan hal itu, tapi apa aku salah jika aku marah pada suamiku yang sedang dekat dekat dengan wanita lain. Aku tahu kalau aku hanya seorang pelakor yang merebutmu dari Sandra, tapi apakah aku tak boleh cemburu ketika aku melihatmu berpelukan dengan mantan istri kamu. Apa itu tidak boleh aku lakukan. " Tanya Merissa sambil menangis*
Wilson sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Merissa. Kini Wilson hanya bisa memeluk Merissa yang sedang menangis.
" Dasar wanita itu. Kini dia merasakan apa yang aku rasakan dulu. " Gumam Sandra dari dalam hati sambil melihat keduanya.
Kini Sandra membiarkan keduanya yang saat ini masih berada di taman.
__ADS_1
Sandra kembali ke dalam mobilnya sambil terus menghapus air mata nya yang terus keluar.
" Aku benci mereka berdua. Kenapa mereka harus hadir lagi di dalam kehidupanku? " Ucap Sandra yang sedang menyetir mobil
Sandra langsung pulang ke rumahnya pada malam itu, dan selama semalaman ini Sandra marah besar dan mengacak ngacak kamarnya.
Sementara ini Wilson membawa Merissa beserta anaknya pulang kembali ke kontrakan.
Selama dalam perjalanan Merissa terus menangis tanpa henti, Sementara Wilson mengabaikan Merissa yang kini sedang menangis di sebelahnya.
Setelah sampai di kontrakan, Merissa menaruh Zayn di box bayi setelah itu menghampiri Wilson.
Merissa terus mencecar Wilson dan pertanyaan yang di lontarkan Merissa itu membuat Wilson merasa stres.
" *Dengar ya Merissa, ini sudah malam. Saat ini aku sudah mengantuk, apakah kita bisa mengakhiri semua perdebatan kita ini? " Tanya Wilson secara lembut pada istrinya.
" Tidak. Kau harus menjelaskan semua yang telah terjadi tadi. " Ucap Merissa
" ok baiklah.. Tadi saat di taman aku mengajak Sandra untuk bertemu, hal itu aku lakukan karena aku mau mengajaknya untuk rujuk kembali. " Ujar Wilson yang kini berani berkata jujur.
" Apa kau sudah gila? Kau harus ingat bahwa saat ini kau sudah memiliki Zayn. "
" Iya aku ingat dengan anakku. Aku mengajak Sandra kembali karena aku juga ingat dengan anakku Vania yang kini sedang bersama Sandra. " Ujar Wilson*
Wilson menghela nafas panjang sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya, saat ini Wilson merasa stres karena semua kejadian yang dirinya alami tadi.
Di rumah Sandra
Mendengar suara barang jatuh yang berasal dari kamar Sandra, kini Rizki menemui Sandra untuk melihat apa yang telah terjadi.
Rizki langsung membuka pintu kamar Sandra yang tak terkunci, dan dirinya melihat kamar Sandra dalam keadaan berserak.
Rizki melihat Sandra sedang menangis di pojok kamar, lalu ia menghampiri Sandra dan langsung memeluk Sandra.
" Tenangkan dirimu Sandra. Tenanglah aku disini. " Ucap Rizki
" Wanita itu menyebut Sandra dengan sebutan pelakor. "
" pelakor? Kenapa dia menyebutmu seperti itu? " Tanya Rizki lagi
" Itu semua karena Sandra memeluk mantan suaminya. " Jawab Sandra.
__ADS_1
" Sudah lah, tenangkan dirimu dahulu. " Ujar Rizki
" Lepaskan aku, aku mau menemui Vania. " Ucap Sandra
Rizki menghalangin Sandra untuk bertemu Vania karena melihat kondisinya, Rizki takut Sandra bakal melukai Vania juga.
Saat ini Rizki membawa Sandra ke kamarnya, awalnya Sandra menolak, namun tak lama setelah menolak dirinya jatuh pingsan.
" Kenapa dia begitu terpuruk seperti ini? Apa dia masih mencintai Wilson? " pikir Rizki
Kini Sandra telah berada di kamar dan semalaman ini Sandra akan beristirahat di kamar Rizki. Sedangkan Rizki tidur disebelah Sandra untuk memantau kondisi Sandra.
Tepat saat jam 02:00, Sandra sadar dari pingsan nya.
Kini dirinya melihat ada Rizki yang sedang tidur nyenyak disebelahnya.
" *pria ini, kenapa dia begitu tampan. " Ucap Sandra sambil mengelus pipi Rizki.
" Kini sudah saatnya aku akan menguasai tubuhmu lagi Sandra*. "
Saat ini Salena muncul kembali, hal ini disebabkan oleh perasaan Sandra yang merasa tertekan.
" Aku akan mempergunakan waktuku untuk bersama pria ini. Siapa pria ini? Kenapa dia tidur dengan Sandra? Apa ini suami baru Sandra? Tapi tidak mungkin sandra sudah menikah lagi. " Ucap Salena yang begitu tergoda ketika melihat Rizki sedang tidur.
Rizki merasakan bahwa ada tangan yang mengelus pipi nya itu, dan kini Rizki membuka mata nya secara perlahan. Kini Salena dan Rizki saling menatap satu sama lain.
" Kau sudah sadar ternyata. " Ucap Rizki yang saat ini masih mengumpulkan nyawanya
Salena tersenyum melihat Rizki yang saat ini sudah bangun. Salena mendekatkan tubuhnya kepada Rizki dan Rizki sama sekali tak menghindarinya.
" *Gadis ini, menjauhlah dariku. " Ucap Rizki dengan nada suara yang lembut.
" Apa kau mengetahui siapa aku? " Tanya Salena.
" Tentu saja tahu. Kenapa kau selalu mengambil alih tubuh adikku disaat dia sedang merasa tertekan? " tanya Rizki lagi.
" Itu karena Sandra tak sanggup untuk menghadapi semuanya, makanya aku muncul untuk mengantikannya. " Jawab Salena
" Jadi seperti itu. Sudahlah sekarang aku mau tidur lagi, Jaga sikapmu dan jangan bersikap tak sopan pada diriku. " ujar Rizki*.
Salena merasa senang karena dia bisa tidur berdua dengan Rizki, sementara Rizki sama sekali tidak begitu terlalu merespon munculnya Salena di tubuh Sandra.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan favorit
Nantikan kelanjutannya...