SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
46. TIDAK SADAR


__ADS_3

Keesokan harinya, Wilson sudah tiba di bandara, dia sengaja tidak memgabarin istrinya karena ia ingin memberi kejutan ke istrinya.


Sesampainya dirumah, Wilson langsung mau masuk.


" Tuan. Anda sudah pulang. " Ucap Alex


" Sssttt pelan - pelan bicaranya. Istriku dimana? " Tanya Wilson


" Baik Tuan. Nyonya ada di kamar. " Jawab Alex


" Baguslah, saya mau masuk dulu. "


" Iya silahkan tuan. "


Wilson masuk kedalam rumahnya dan langsung menuju ke kamar.


Tok... Tok... Tok... ( suara ketukan pintu )


" Masuk. " Ucap Sandra dari dalam kamar


Tok.. Tok.. Tok...


" Masuk aja. " Ucap Sandra lagi


Tok.. Tok.. Tok...


" Siapa sih, dari tadi ngetok pintu mulu. " Ucap Sandra yang berjalan menuju arah pintu.


Sandra membuka pintunya, namun dirinya tak mendapati ada orang, Sandra melihat di sekeliling dan ditangga, namun tetap gak ada orang.


Saat Sandra sedang melihat sekitar rumah, Wilson masuk ke kamar secara pelan agar tidak ketahuan.


Sandra masuk kembali ke kamarnya dan mendapati ada pria yang sedang berdiri di samping jendela dengan wajah menghadap keluar jendela.


" Sayang? " Panggil Sandra


Wilson pun berbalik, dan Sandra langsung memeluk suaminya itu.


" Kangen ya sama aku? " Tanya Wilson


" Iya sayang. " Jawab Sandra yang masih terus memeluk Suami.


Wilson melepas pelukannya dan langsung memberi istrinya bunga.



" Gomawo sayang. " Ucap Sandra sambil mengambil bunga yang diberi oleh suaminya.

__ADS_1


" Aku masih punya satu hadiah lagi buat kamu. " Ucap Wilson.


" Hadiah apa? " tanya Sandra


Wilson membuka kotak kalung ya dirinya beli untuk Istrinya.



" Gimana Sayang suka? " Tanya Wilson


" Suka sayang. " Jawab Sandra sambil tersenyum


Wilson memakaikan istrinya kalung yang ia belikan di luar kota tadi.


Wilson memegang perut istrinya dan bilang " Dengar, sekarang kamu itu lagi hamil. Sayang harus tetap jaga kondisi sayang agar bayinya juga sehat. "


Sandra mengangguk tanda ia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


Di Luar Kota


Rangga menghampiri Merissa yang sedang duduk sendirian di dalam mobil.


" Hai Merissa. " Sapa Rangga dari jendela mobil yang kebuka.


" Hai Pak Rangga. " Jawab Merissa


" Saya sedang tidak enak badan Pak. " Jawab Merissa.


" Kamu itu cantik Merissa. " Ucap Rangga yang sudah menatap Merissa


" Hah.. Maaf maksudnya? " tanya Merissa yang merasa heran.


" Maksudku kamu itu udah cantik, tapi kecantikan kamu akan lebih sempurna jika kamu tidak mendekati pria yang sudah beristri. " Jelas Rangga dan setelah itu langsung pergi meninggalkan Merissa.


Mendengar ucapan Rangga, perasaan Merissa begitu terkejut karena Rangga mengetahui bahwa dirinya sedang mencoba untuk mendekati Wilson.


Semenjak Rangga mengatakan hal itu, Merissa bertindak lebih hati - hati lagi jika ingin mendekati Wilson.


Lima Hari Kemudian.


Hari ini Wilson dan Anggotanya akan membantai Anggota dari mafia lain yang sudah menjebak Salah satu keluarga Wilson.


Sementara Sandra akan menggantikan suaminya untuk datang ke perusahaannya.


Awalnya Sandra sempat menolak, namun karena kata suaminya pertemuan ini penting, terpaksa Sandra harus mau datang.


Sebelum pergi Sandra sempat mengingatkan suaminya " sayang ingat sekarang itu aku sedang hamil, Jadi berhati - hatilah dalam bertindak. "

__ADS_1


" Iya sayang aku akan ingat akan hal itu. " Ujar Wilson


Sandra pun pergi ke kantor suaminya, Hari ini Sandra mengendarai mobilnya sendiri.


Setibanya di kantor, Sandra langsung di sambut oleh para pekerja yang ada di perusahaan suaminya.


Dari sisi lain ada Bima dan sekertarisnya sedang melihat Sandra dari jauh, Mereka berdua menghampirin Sandra.


" Anda istrinya Wilson? " Tanya Bima.


" Iya benar. " Jawab Sandra


" Perkenalkan saya Bima, rekan bisnis suami anda. " Ucap Bima memperkenalkan diri sambik mengulurkan tangannya.


Sandra menjabat tangan Bima.


" Dan ini Merissa. Dia sekertaris saya. " Ucap Bima


Sandra dan Merissa saling berkenalan dan saling berjabat tangan.


" Jadi ini istrinya Wilson, cantik juga. " Gumam Merissa dalam hati.


Selama di kantor, Sandra mendengarkan semua pembahasan mengenai proyek yang akan di jalankan oleh suaminya. Awalnya Sandra merasa merasa bingung, Namun setelah Rangga membantunya, dirinya tidak terlalu bingung lagi.


" Seharusnya dari dulu kamu saja yang datang ke kantor ini. " Bisik Rangga.


" Kenapa pula? " Tanya Sandra


" Ya biar aku nya semangat. " Jawab Rangga


Setelah selesai membahas proyek, Sandra masuk ke ruangan suaminya. Di ruangan itu ada banyak poto dirinya dan suaminya.


Setelah cukup lama berada di dalam ruangan suaminya, datanglah Merisaa yang membawa minuman.


" Permisi Bu Sandra. " Ucap Merisa


" Silahkan duduk. " Ujar Sandra


" Ini saya bawakan Bu Sandra minuman. " Ucap Merissa sambil menaruh minuman yang ia bawa.


" Terima kasih. O iya kamu jangan panggil Saya Ibu. Panggil nama saya saja. " Ujar Sandra


" Baiklah. "


Merissa sengaja mendekati Sandra, dirinya melakukan itu agar bisa dapat informasi tentang Wilson.


Sementara Sandra merespon baik kepada Merissa karena Sandra sendiri tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Merissa.

__ADS_1


__ADS_2