SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
89.


__ADS_3

POV Wilson.


Hari ini aku bersama Kenzo akan pergi ke markas kami. Semenjak aku bercerai dari Sandra, kini aku membebaskan Kenzo dan berusaha memulainya lagi dari awal.


Sebenarnya sulit tapi aku harus berusaha agar bisa mendapatkan Sandra lagi walau aku tau itu mustahil.


Sudah satu tahun lebih aku bercerai namun selama satu tahun itu juga aku belum pernah memberi anakku nafkah. Seperti yang kalian ketahui aku mempunyai satu anak dari Sandra.


Kini aku sudah bekerja dan untungnya aku juga udah ada uang, saat ini aku ingin sekali menemui Vania tapi aku yakin Sandra akan melarangku.


Untuk saat ini mungkin gak apa - apa lah jika aku tak bertemu dengan Vania. Aku akan menata hidupku dulu.


Kini aku telah dimarkas awalnya ku kira ada sesuatu hal yang penting, ternyata Kenzo hanya mengumumkan rencana barunya saja.


Penyesalan?


Pasti ada, hanya saja ketika aku ingin memperbaikinya maka itu akan menjadi sebuah masalah baru lagi.


Kerinduan?


Setiap saat aku selalu merindukan kebersamaan ku dulu saat aku masih menikah dengan Sandra.


Aku selalu ingat semuanya bagaimana dulu kami sangat menentang perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua kami.


Aku ingat semuanya tentang sandra, bagaimana sikap dia jika dia cemburu padaku, marahnya dia, senyuman dia dan segalanya yang ada pada diri Sandra aku selalu ingat.

__ADS_1


Aku sadar betul apa yang telah aku perbuat selama ini adalah salah. Aku menyakiti Sandra, aku menduakan dia, aku membohongi dia. Aku memang pria bodoh saat itu.


Disaat istriku setia kepadaku, aku malah menduakan istriku, aku selingkuh dibelakangnya dan aku menikah lagi tanpa sepengetahuan Sandra.


Kini aku harus menerima ini semua walau aku sendiri belum bisa melupakan Sandra sepenuhnya.


Ku akui Sandra itu lebih bisa di handalkan dalam mengurus keperluan rumah tangga dan mengurus suami, tapi saat itu aku sama sekali tak menyadari hal itu.


Sementara Merissa dia itu orangnya manja dan yaa begitulah, tapi entah kenapa aku bisa mencintai dia.


Rasa cintaku sebenarnya lebih besar ke Sandra, sementara rasa cintaku ke Merissa itu ada namun tak sebesar rasa cintaku pada Sandra.


"Lo kenapa?" Tanya Kenzo yang heran melihatku dari tadi duduk termenung.


"Gak apa - apa." Jawabku singkat.


"Hmm."


"*Uda*hlah lupain aja, lagian kalian itu udah bercerai kali." Ujar Kenzo.


Apa yang Kenzo bilang ada benarnya, sepertinya aku harus bisa melupakan Sandra. Aku berpikir jika aku melupakan Sandra apakah aku juga akan melupakan Vania? Dia anakku seharusnya aku berhak untuk bertemu dengan anakku setidaknya sekali sebelum aku pergi.


"Daripada lo mikirin mantan, lebih baik kita ke klub aja." Ajak Kenzo.


"Yaudah ayo." Ucapku.

__ADS_1


Kami semua pergi meninggalkan Markas itu saat mobil melaju keluar, aku melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan Sandra.


Apa itu Sandra? Aku rasa tidak. Tapi dari belakang dia tampak seperti Sandra.


Aku pasti berhalusinasi karena aku terlalu memikirkan Sandra.


...


Tak terasa kini kami telah sampai ke suatu tempat yang sebenarnya ini bukan Klub.


"Lo bilang kita mau ke klub, tapi kenapa kita kesini?" Tanyaku heran.


"Jam segini Klub belum buka jadi kita kesini aja untuk bersenang - senang. Di tempat ini ada banyak wanita." Jelas Kenzo.


Biasanya aku sangat senang jika aku berurusan dengan para wanita, tapi kini sepertinya aku sudah tidak terlalu tertarik lagi.


Aku hanya merasa sepertinya aku harus berubah aku tak boleh seperti ini lagi.


Disaat aku mau berulah berbuat kejahatan atau penghianatan, aku selalu teringat kepada kedua anakku.


Aku ingat kalau aku mempunyai gadis kecil yang nantinya akan tumbuh remaja, aku juga punya Zayn yang nantinya juga akan bertumbuh remaja dan pastinya mereka berdua akan membutuhkan sesosok ayah yang baik.


Aku pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan aku langsung pergi ke suatu tempat yang menjadi tempat kenangan aku bersama Sandra dulu.


Bersambung....

__ADS_1


Like dan Votenya jangan lupa..


__ADS_2