SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
70.


__ADS_3

Dengan cepat Wilson membantu Merissa untuk keluar dari ruang perawatan.


" Kita mau kemana sayang? " Tanya Merissa


" Kita harus cepat pergi dari sini sebelum Sandra mengejar kita. " Jawab Wilson.


Sementara Sandra berusaha jalan walau dalam keadaan kakinya yang sedang pincang.


" itu mereka. " Ucap Sandra.


Lalu Sandra dengan cepat pergi mengejar Wilson dan Merissa.


Wilson dan Merissa pergi menaiki mobil mereka sehingga Sandra ketinggalan jauh.


Di dalam mobil.


" Kenapa wajahmu bisa begitu? " Tanya Merissa


" Di sayat sama istriku. " Jawab Wilson


" Apa dia sudah gila? Kenapa dia menyakitimu juga? "


" Saat itu dia marah. Wajarlah karena aku telah menikah lagi tanpa sepengetahuan dia. " Jawab Wilson


" Wajar dari mana sih. "


Setelah itu Wilson memberitahu bahwa kini Vania sudah berada di tangannya. Mendengar itu Merissa merasa sangat senang.


" Baguslah, jika anaknya ada bersamaku maka dia tak akan bisa menyakiti diriku lagi. " Gumam Merissa


Saat itu Sandra langsung mengejar mobil Wilson dengan menggunakan mobil Rizki.


" Apakah itu mobil suamimu? " Tanya Rizki


" Iya itu dia. "


Rizki menepikan mobilnya lalu mereka mengawasi Wilson dan Merissa dari jauh.


" Kenapa Wilson tak bersama Vania? " Gumam Sandra dalam hati.


" Apa perlu kita labrak mereka? " Tanya Rizki


" Nanti saja jika aku melihat Wilson bersama anakku." Jawab Sandra.


Sandra merasa sangat marah ketika melihat Wilson dan Merissa masih bisa bercanda di dalam keadaan yang seperti ini.



" Kenapa mereka begitu jahat kepadaku? Apa salahku sampai - sampai suamiku menikah lagi bersama wanita itu. " Gumam Sandra dalam hati.


Karena sudah tak tahan melihat tingkah laku mereka berdua, Sandra pun melabrak mereka berdua.


" Dasar Wanita murahan. " Ucap Sandra yang menjambak rambut panjang Merissa.


" Sayang tolongin aku. " Ujar Merissa


" Sayang lepaskan dia. " Ucap Wilson yang berusaha menjauhkan Sandra dari Merissa.


Wilson memeluk erat Sandra dan berusaha untuk melespakan rambut Merissa dari tangan Sandra.


" Sayang tolong jangan seperti ini. Aku akan jelaskan semuanya. " Ujar Wilson


Sandra menatap Wilson.


" Aku salah apa sih sama kamu? Apa yang aku perbuat kepadamu sehingga kau bisa berselingkuh dibelakangku? " Tanya Sandra yang kini telah meneteskan air matanya.


" Lepaskan suamiku. " Teriak Merissa

__ADS_1


" Suamimu? Wilson itu suamiku! " Bentak Sandra


" Merissa kau kesana dulu, aku mau bicara dengan istriku. " Perintah Wilson


" Tapi sayang... "


" Aku bilang kesana dulu. Cepat! " Bentak Wilson pada Merissa.


Akhirnya Merissa pun pergi menjauh dari mereka berdua.


" Cepat jawab Wilson, aku salah apa? Kenapa kau begitu tega padaku. " Tanya Sandra


" Sandra kau itu gak pernah melakukan kesalahan padaku, semua ini aku yang salah. " Ujar Wilson


" Jika aku tidak salah, kenapa kamu selingkuh dan diam - diam menikah dengan wanita murahan itu? " Tanya Sandra lagi.


" Kenapa Wilson. "


" Aku yang salah, aku Khilaf sayang. " Ucap Wilson


" Aku benci kamu Wilson, Aku benci samamu. " Teriak Sandra sambil menangis.


" Lepaskan aku! " Ucap Sandra


" Sayang aku minta maaf. " Ucap Wilson


" Dimana Vania? Kemana dia? " Tanya Sandra


" Biarkan Vania bersama ku saat ini. " Pinta Wilson


Sandra terus memohon pada Suaminya agar memberikan Vania kepada dirinya, namun Wilson sama sekali tak mengijinkan Sandra untuk mengambil bayinya.


Sebenarnya Wilson tak ingin menjauhkan Sandra dari Vania, Wilson sengaja melakukan itu karena dirinya khawatir akan keselamatan putri kecilnya.


Melihat Sandra yang saat ini menangis, Rizki langsung turun menghampiri Sandra.


" Abang kandungnya Sandra. " Jawab Rizki datar


Sandra terkejut mendengar itu semua. " Apa maksudmu? " Tanya Sandra pada Wilson.


" Nanti akan aku jelaskan padamu, sekarang ayo ikut aku. " ajak Rizki


" Mau kau bawa kemana istriku? " Tanya Wilson


" Itu bukan urusanmu. " Jawab Rizki datar pada Wilson


Sandra menolak ikut dengan Rizki karena dirinya ingin bertemu dengan Vania.


" Biarkan Sandra ikut dengan diriku. Dia istriku, aku akan membawanya kepada anaknya. " Ujar Wilson


Rizki membiarkan Sandra pergi bersama suaminya.


Wilson membawa Sandra sekaligus membawa Merissa dalam satu mobil.


Saat ini Sandra duduk di belakang karena Merissa telah duluan duduk di kursi depan.


Saat dimobil, Merissa bersikap begitu manja kepada Wilson, dan Sandra sangat cemburu melihat semua itu.


Sandra menjambak Rambut Merissa dengan sangat kuat " Dasar Wanita murahan penggoda suami orang." Ucap Sandra


Melihat kejadian itu, Wilson sempat melerai kedua istrinya itu, namun usahanya gagal dan dirinya tetap fokus menyetir.


" Lepaskan aku. Ini sakit sekali. " Ucap Merissa yang merintih kesakitan


" Sakit? Rasa sakit yang kau rasakan itu tak sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan saat ini. " Ujar Sandra yang masih menjambak Rambut Merissa.


" Sandra, lepaskan Merissa. Jangan seperti itu, kasihan Merissa. " Ucap Wilson

__ADS_1


" Anda fokus saja menyetir dan jangan ikut campur. "


Ujar Sandra datar.


Sesampainya di Vila, Mereka bertiga langsung turun.


Wilson langsung membawa Sandra untuk menemui Vania.


" Itu Vania, lihat lah dia tapi jangan kau bawa pulang." Ujar Wilson


Sandra langsung mengendong putri kecilnya itu.


Sementara Wilson membawa Merissa ke kamar lain agar nantinya mereka berdua tidak bertengkar lagi.


" Kamu disini saja dulu. Aku mau menemui Sandra dulu. " Ujar Wilson


Merissa sempat melarang suaminya, namun Wilson tak mendengarkan ucapan Merissa.


Wilson menghampiri Sandra yang kini sedang memberi Asi pada Vania.


" Sayang aku mau bicara. Tolong dengarkan aku dulu." Ucap Wilson.


" Apa ini Vila mu? " Tanya Sandra


" Tadinya, tapi sekarang Vila ini telah menjadi Milik Merissa. " Jawab Wilson


" Aku akan ambil alih Vila ini. Kalian lihat saja nanti. " Gumam Sandra dalam hati.


Saat ini Wilson terus mencoba untuk meminta maaf pada Sandra, namun Sandra sama sekali tak mengubris kata - kata suaminya itu.


" Sayang. " Panggil Merissa


" Iya sebentar. " Sahut Wilson


" Sayang aku ke tempat Merissa dulu ya. "


Wilson pun pergi meninggalkan Sandra yang sedang memberi Asi untuk Vania.


" Ini saatnya, aku harus mencari surat kepemilikan Vila ini lalu mengubahnya menjadi nama Vania. " Gumam Sandra dalam hati.


Sandra menaruh baby nya di box bayi, lalu langsung mencari berkas yang ia inginkan.


" Dimana mereka menaruhnya? Apa mereka menaruhnya dikamar? " Ucap Sandra.


" Jika benar dikamar, maka aku harus menyelinap masuk diam - diam ke dalam kamar itu. "


Sandra kembali masuk ke dalam kamarnya yang tadi, malam ini Sandra tidur disini dan malam ini dia harus memastikan agar suami nya mau tidur dengan dirinya. Karena dengan begitulah dirinya bisa dengan mudah untuk mendapatkan semua yang dia inginkan.


Saat makan malam, Sandra mengajak suaminya untuk tidur bersamanya.


" Malam ini kamu harus temanin aku dan Vania. " Ucap Sandra


" Iya sayang, nanti malam aku akan tidur denganmu. " Ujar Wilson


" Lalu bagaimana dengan diriku? Apa aku akan tidur sendirian? Lalu bagaimana jika dia mau membunuhku lagi? " Tanya Merissa yang merasa khawatir.


" Malam ini dia bersamaku, maka kamu tenang saja dan jangan takut. " Jawab Wilson


Merissa terus membujuk Wilson agar malam ini suaminya mau menemani dirinya tidur, namun Wilson menolak ajakan Merissa.


" Hahaha kasihan banget. Malam ini kau tidur sendirian. " Ejek Sandra kepada Merissa


Merissa menahan emosinya saat di ejek oleh Sandra.


Sementara Wilson mengabaikan semua yang terjadi di depan matanya itu.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT...

__ADS_1


__ADS_2