
"Sayang ayo kita keluar." Ajak Hardi.
"Benarkah? Tadinya aku kira kamu akan mengingkari janjimu." Ujar Sandra.
"Aku gak mungkin ingkar janji. Ya sudah ayo kita pergi."
Hardi membawa Sandra keluar untuk yang pertama kali semenjak kepindahan mereka di jepang. Sandra sangat senang karena dia bisa kembali keluar dari dalam rumah itu.
"*Apa kondisi ku sudah membai*k?" Tanya Sandra.
"Secara fisik kamu baik - baik saja, tapi secara mental kamu itu depresi sayang." Jawab Hardi.
"Itu gak mungkin."
"Itulah kenyataannya sayang." Ujar Hardi.
"Tapi gini aja, aku akan membawa mu ke rumah kita yang satu lagi tapi dengan satu syarat."
"Apa syaratnya?" Tanya Sandra.
"Syaratnya kamu harus mempertemukan aku dengan beberapa kepribadian yang ada di tubuhmu itu."
"Hanya itu? Baiklah, dalam waktu dekat aku bisa mempertemukanmu dengan Salena." Ujar Sandra.
"Apa hanya Salena? Adakah kepribadian yang lain?" Tanya Hardi.
"Ada dua orang lagi. Tapi yang dua ini jarang sekali mengambil alih tubuhku." Jawab Sandra.
"Bisa sayang jelaskan semuanya padaku?"
"Tentu. Salena akan muncul ketika aku merasa sedih dan ketika aku sudah tak mampu berbuat banyak. Dan Kezia muncul ketika aku sangat marah dan waktu dia muncul itu hanya sekedar mengambil alih tubuhku lalu setelah itu dia pergi. Sementara yang satu itu bernama Bella, terakhir dia muncul itu sekitar 3 tahun yang lalu. " Jelas Sandra.
"Siapa yang psikopat di antara kalian?" Tanya Hardi lagi.
"Hanya aku dan Salena." Jawab Sandra.
"Bagaimana mungkin satu badan memiliki 2 jiwa yang memiliki sifat psikopat? Ini aneh." Gumam Hardi.
"Apa ada yang mau di tanyakan lagi?"
"Tidak." Jawab Hardi singkat.
Mereka kini sudah sampai di osaka dimana lokasi itu merupakan lokasi keberadaan rumah mereka.
Di sana ada banyak orang dan Sandra juga menyukai tempat ini.
__ADS_1
Hardi membawa Sandra langsung ke rumah mewahnya itu, sementara barang - barang mereka yang ada di rumah lama akan segera di antar ke rumah baru mereka.
Di dalam rumah itu ada banyak orang, selain pekerja ada juga keluarga Hardi di sana.
"Hai kakak ipar." Sapa seorang wanita.
"Adikmu?"
"Iya, namanya Akari." Jawab Hardi.
"Hai Akari." sapa Sandra.
"Apa anak ini akan jadi keponakan ku?" tanya seorang pria yang berusia sekitar 17 tahun.
"Kalau dia Juna, adikku yang nomor dua."
"Hai Juna." sapa Sandra.
"Hai kakak Ipar." Sapa Juna lagi.
"Sepertinya kakak Iparku ini masih sangat muda, dia sangat cantik." Gumam Juna dalam hati.
Sandra langsung dibawa ke kamar oleh Hardi.
"Ini sekarang akan menjadi kamar kita, Dan itu tempat tidur Vania. Semua nya sudah lengkap disini termasuk baju kamu dan baju anak kita." Jelas Hardi.
Sandra langsung menaruh Vania di ranjang itu sementara Hardi hanya memperhatikan Sandra.
"Apa istriku ini mencintaiku?" Pikir Hardi.
"Sayang."
"Iya." Sandra menoleh kearah Hardi dan langsung duduk di sebelah Hardi. "Ada apa?"
"Kenapa aku bisa mencintai wanita ini? Dia sangat cantik." Gumam Hardi dalam hati.
"Ada apa?" Tanya Sandra lagi.
"Apa kamu mau nanti jika kamu mempunyai anak dariku?" Tanya Hardi agak ragu.
"Tentu saja mau, kamu suamiku dan kamu berhak mempunyai anak di pernikahan dirimu dan aku." Jawab Sandra.
"Baguslah, aku berencana untuk mempunyai satu orang anak lagi." Ujar Hardi.
Hari - hari yang Sandra lalui kini lebih berwarna semenjak kepindahan mereka.
__ADS_1
Sandra di temani oleh banyak Saudara suaminya itu, bahkan kini Sandra sudah memiliki teman orang jepang.
Walau terlihat baik - baik saja bukan berarti Hardi mengabaikan kondisi Sandra, dia selalu memantau kondisi istrinya agar semua nya baik - baik saja.
Kedua adik Hardi sebenarnya sudah mempunyai rumah sendiri bahkan jaraknya hanya di sebelah rumah Hardi.
Rumah Akari berada di kanan, sedangkan rumah Juna ada di kiri. Sementara rumah Hardi ada di tengah - tengah.
Juna dan Akari sangat menyukai Vania, mereka sering datang kerumah hanya untuk sekedar menemani Vania.
Sementara Sandra masih fokus menjalani perawatan bersama Hardi. Selain merawat istrinya, Hardi juga bekerja di sebuah rumah sakit besar yang ada di osaka jepang.
• • • •
Denpasa Bali.
"*Sayang a*pa malam ini kamu ada waktu luang?" Tanya Merissa.
"Tidak sayang. Malam ini aku tidak akan pulang. Ada apa sayang?"
"Tadinya aku mau ngajak kamu makan malam. Tapi gagal karena kamu gak pulang malam ini." Ujar Merissa.
"Maaf sayang. Mungkin lain kali."
Dari pagi hingga malam hari ini Wilson masih berada di kantornya. Sebenarnya malam ini semua urusan kantor sudah selesai, namun Wilson ingin ke sesuatu tempat.
Wilson mendatangi tempat yang menjadi lokasi favoritnya, Wilson selalu ketempat ini ketika dia merindukan kehadiran Sandra dan Vania.
"Sandra apa sekarang kau baik - baik saja?"
"Bagaimana keadaan Vania? Apa anakku tumbuh dengan baik?"
"Kalian ada dimana? Aku sungguh merindukan kehadiran kalian berdua."
"Aku sungguh ingin sekali menemui kalian berdua, kalian ada dimana? Apa kalian tak mengingat diriku?"
Wilson masih belum tahu dimana keberadaan Sandra dan Vania saat ini.
Karena dia merindukannya ini terasa sangat sakit bagi Wilson.
Setelah 2 jam lebih Wilson duduk termenung, kini dia pun kembali pulang. Pemilik Kafe itu mengenal Wilson karena Wilson sering datang ke Kafe mereka.
Saat sampai dirumah, Wilson melihat Merissa yang tengah terlelap di ranjang.
"Lebih baik malam ini aku tidur dengan Zayn saja." Gumam Wilson.
__ADS_1
Bersambung...