SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
99.


__ADS_3

Di rumah sakit.


Sandra langsung berjalan menuju ke ruang kerja suaminya itu, namun saat sampai Sandra harus menunggu Suaminya dulu karena saat ini ada pasien yang sedang berkonsultasi dengan suaminya itu.


"Sayang aku sudah selesai, ayo kesini."


"Kenapa kamu memanggilku kesini?" Tanya Sandra.


"Aku mau memeriksa kamu lagi sayang."


"Hah, apa apaan ini? Dengar ya suamiku, aku itu bukan psikopat yang suka hilang kendali, jadi kamu gak usah khawatir." Ujar Sandra.


"Apa kamu gak mau sembuh?" Tanya Hardi.


"Aku mau, tapi aku gak suka dengan caramu ini. Kamu memperlakukan aku seolah - olah aku ini bukan istriku. Apa kamu menganggapku sebagai seorang pasien?" Sandra mulai kesal.


"Enggak gitu sayang, aku cuma mau memberi yang terbaik untuk kamu. Apa aku salah?"


"Gak salah sayang, cuma perlakuan kamu itu membuat aku kesal." Jawab Sandra.


"Kalau kamu gak mau aku periksa, aku bakalan ngelarang kamu buat ketemu lagi sama Vania." Ancam Hardi.


"Vania anakku, kamu gak ada hak buat ngelarang aku buat ketemu sama anakku." Ujar Sandra yang kini semakin kesal.


"Vania adalah anakku juga, dan aku berhak melakukan itu. Juna udah kamu tusuk dengan pisau, lalu besok nya lagi siapa lagi yang akan kamu sakiti?"


Sandra tak habis pikir bagaimana mungkin suami nya bisa berprilaku seperti ini pada dirinya sendiri.


Mau tidak mau Sandra kembali lagi di periksa.


Setelah selesai, Sandra langsung keluar tanpa pamit dulu dengan suami nya itu.


Hardi mengikuti Sandra dari belakang. Namun Sandra seketika langsung menoleh ke belakang ketika mendengar suara wanita yang memanggil nama suaminya.


Sandra langsung mendekati suaminya itu hingga lawan bicara Hardi merasa heran.


"Siapa dia?"


"Dia istriku." Jawab Hardi.


Wanita itu menjulurkan tangan kepada Sandra, dengan wajah yang sedikit tersenyum Sandra menjabat tangan wanita itu.


"Saya Arima, mantan pacar sekaligus rekan kerja Hardi."


"Saya Sandra, istri sah Hardi."


"Aku permisi dulu ya Arima, aku mau ngantar istriku ke depan dulu." Ucap Hardi pada Arima.


"Silahkan." Ucap Arima.


Kini Hardi membawa Sandra ke depan rumah sakit untuk mencarikan Sandra taksi.

__ADS_1


"Sayang malam ini mungkin aku pulang agak larut, kamu baik - baik nya di rumah. Jangan melakukan hal yang akan merugikan diri kamu dan keluarga kita." Ujar Hardi.


"Sayang, aku gak suka melihat Arima. Sepertinya dia itu masih sayang sama kamu." Ucap Sandra.


"Iya sayang aku tahu itu. Kamu tenang saja jangan khawatir." Ujar Hardi untuk menyakinkan Sandra agar tak terlalu curiga.


"Aku percaya kamu, jadi aku harap kamu gak mengecewakan aku."


"Makasih karena udah percaya, aku janji gak akan membuatmu kecewa." Ujar Hardi.


Hardi mengerti akan ketakutan Istrinya itu, maka dari itu dia mencoba membuat Istrinya yakin sepenuhnya dengan dirinya.


Hardi kini kembali masuk ke dalam ruang kerja nya dan mendapati Arima yang sedang duduk sambil membaca majalah.


"Ngapain kamu diruangan ku?"


"Ehh kamu udah datang. Maaf aku baru menyadarinya." Ucap Arima sambil tersenyum.


"Aku tanya kamu mau ngapain kesini?" Tanya Hardi sekali lagi sambil menautkan alisnya.


"Aku cuma mau melihat kamu aja." Jawab Arima.


"O kalau begitu, lebih baik kamu keluar saja dari ruangan ku." Ucap Hardi.


"Semenjak kamu menikah dengan wanita itu, kamu terlihat cuek sekali." Ujar Arima.


"Udah stop, kamu keluar saja dari ruangan ini. Aku malas membahas hal yang gak penting." Ucap Hardi yang mulai tampak kesal.


"Keluar kamu dari sini!" Bentak Hardi.


Arima akhirnya keluar dengan perasaan kesal.


Sementara Hardi kembali duduk dan mengebrak meja kerjanya.


"Mau apa lagi wanita itu? Apa tak cukup dulu dia pernah menyakiti aku dengan berselingkuh."


Hp Hardi berdering.


"Iya sayang."


...


"Begitu, lalu?"


...


"Tentu, besok aku saja yang menjemputnya."


...


"Iya sayang. Oh iya Sayang udah sampai rumah?"

__ADS_1


...


"Kalau begitu jangan keluar - keluar ya sayang."


...


"Iya, nanti aku bawain."


...


"Iya sayang I love you."


(Panggilan berakhir)


• • • •


Malam hari pukul 22:45


Hardi pulang lebih awal untuk menghindari Arima yang sedari tadi menganggu dirinya.


Hardi melihat Sandra yang saat ini masih berada di dapur. Tak jauh dari dapur ada Juna yang sedari tadi memperhatikan Sandra.


Sandra tak menyadari hal itu sementara Hardi hanya bergeleng heran melihat tingkah laku adiknya itu.


"Juna kenapa kamu gak pulang saja ke rumah kamu."


"Kak Hardi mengusir aku?" Juna heran.


"Bisa di bilang iya." Ucap Hardi.


"Ok baiklah, aku pergi dari rumah ini." Ujar Juna kesa**l.


"Baguslah, hati hati." Ucap Hardi.


"Hati - hati apanya? Rumah ku disebelah rumah mu kak. Jadi gak akan ada bahaya." Ujar Juna.


"Ya kan mana tau."


Hardi langsung memeluk istrinya dari belakang, dan hal itu membuat Sandra terkejut karena Sandra mengira bahwa yang memeluknya itu Juna.


"Ternyata kamu sayang." ucap Sandra lega.


"Mana pesanan aku sayang?"


Hardi langsung memberikan bungkus plastik yang terletak di meja makan.


"Makasih sayang."


Sandra meminta di belikan buah karena besok Rizki akan datang ke rumahnya.


Bahkan mereka sudah merencanakan untuk berlibur bersama nantinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2