SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
40. KEHANCURAN KENZO


__ADS_3

Anggota Wilson pun kembali dengan membawa Kenzo dan Rania langsung ke ruang penyiksaan.


Mereka berdua di ikat dan dipukuli oleh beberapa anggota lainnya.


Tak lama kemudian Wilson datang dengan membawa Pistol yang sudah berisi peluru yang disiapkannya untuk menghabisi nyawa Kenzo dan Rania.


" Cepat katakan kenapa kalian berdua menjebak Istriku? " Tanya Wilson dengan sangat marah.


Mereka berdua tak menjawab.


Wilson merasa sangat kesal lalu menembakkan pistol ke samping Rania.


DORR


Suara tembakan itu membuat para anggota lain terkejut.


" Sekali lagi ku tanya pada kalian, kenapa kalian menjebak istriku. " Tanya Wilson yang sudah sangat emosi dengan sikap mereka berdua.


Kenzo dan Rania pun tetap tidak menjawab pernyataan yang dilontarkan Wilson.


" Kalian siksa mereka berdua dan jangan biarkan mereka berdua mati. " Perintah Wilson


" Baik tuan. "


Wilson pun pergi dengan perasaan yang sangat marah.


Wilson memang sengaja tidak membunuh Kenzo dan Rania karena menunggu istrinya sadar dulu.


Wilson pergi ke kamar rahasianya untuk melihat keadaan istrinya.


" Sebaiknya aku panggil dokter saja. " Gumam Wilson.


Wilson mengambil hpnya dan menghubungin dokter pribadi keluarga.


selang waktu 10 menit dokternya pun datang dan memeriksa Sandra.


" Luka pukulannya akan membekas dan kondisi istri anda baik - baik saja. " Ucap dokter


" Lalu mengapa istri saya belum sadar? " Tanya Wilson


" Hal ini wajar karena pukulan yang mendarat itu cukup kuat. Jangan khawatir istri anda pasti akan sadar. " Ucap dokter.


Lalu dokter itu pun memberikan beberapa obat untuk Sandra.


" Obat ini akan membantu istri anda untuk menghilangkan rasa sakit yang akan muncul nanti. " Ucap dokter sambil memberikan obat pada Wilson


" Baiklah terima kasih. "


Wilson mengantarkan dokter sampai depan rumah.


Sementara di ruang penyiksaan, Alex terus menyiksa Kenzo dan Rania.


Kenzo dan Rania memohon ampun tapi Alex mengabaikan ucapan mereka berdua.


Wilson kembali ke ruang penyiksaan untuk melihat Kenzo dan Rania.


Setelah puas melihat siksaan itu, Wilson memerintahkan Alex untuk berhenti menyiksa keduanya.


" Lanjutkan besok disaat istriku sudah sadar. Tetap jaga tempat ini dan jangan biarkan mereka pergi. " Perintah Wilson

__ADS_1


" Baik Bos. "


Sementara Sandra sudah mulai sadar.


" Ada dimana aku? " Ucap Sandra yang baru saja sadar. Sandra mencoba untuk bangkit namun rasa sakit di pundak nya itu menghalanginya.


" Tadi kan aku berada di rumah Kenzo, apa dia menjebakku? Lalu dimana Alex dan anggotanya. "


Tak lama kemudian Wilson datang menemui Sandra.


" Sayang kamu sudah sadar. " Ucap Wilson yang merasa senang


" Kita dimana? "


" Dirumah sayang. Ini kamar rahasia yang ada di rumah kita. " Jawab Wilson


" Pundak aku sakit sekali sayang. " Keluh Sandra


" Minum obat ini dulu biar rasa sakitnya berkurang. "


Wilson pun memberikan obat tadi.


" Sekarang kamu tidur, besok pagi akan aku ceritakan semuanya. " Ucap Wilson


Mereka berdua pun tertidur.


Pagi hari.


Rasa sakit yang ada di pundak Sandra agak sedikit mendingan namun tetap ada rasa nyeri.


Setelah bersiap - siap Sandra hanya duduk di kursi karena pundaknya masih agak nyeri.


" Aku batalkan saja, mana mungkin aku meninggalkan istriku dalam keadaan seperti ini. " Jawab Wilson.


Wilson memegang tangan istrinya sambil memandangin Wajah cantik istrinya.


" Sayang. " Panggil Wilson


" Iya. "


" I Love you. " Ucap Wilson sambil tersenyum


" I love you more. " Jawab Sandra sambil tersenyum juga.


" Sayang kamu tunggu sini, aku mau ambil sarapan untuk kamu. " Kata Wilson


" Aku ikut kamu aja biar kita makan bersama di meja makan. "


" Yaudah Ayo "


Mereka pun menuju ke meja makan.


" Dimana Alex bik? " Tanya Sandra pada salah satu Asisten rumah tangganya.


" Tadi dia langsung pergi setelah sarapan nyonya. " Jawab Art itu.


Sandra pun melanjutkan sarapannya.


Setelah selesai sarapan, Sandra diajak suaminya ke ruang penyiksaan.

__ADS_1


Melihat Kenzo dan Rania dalam keadaan lemah tak berdaya, Sandra merasa senang.


" Hai apa kabar Rania? " Tanya Sandra sambil tersenyum sinis


" Dasar psikopat. " Ucap Kenzo yang melihat Sandra


Sandra pun langsung melirik ke arah Kenzo.


" Kau sudah tau bahwa aku seorang Psikopat, lalu kenapa kau masih berani mencari gara - gara denganku? " Tanya Sandra kepada Kenzo sambil menatap tajam Kenzo


" Kau telah membunuh Adikku Rara, maka dari itu aku ingin balas dendam. " Jawab Kenzo


" Hahaha.. Dasar bodoh. " Ucap Sandra sambil memukul kepala Kenzo


" Alex pisahkan mereka berdua dan taruh wanita ini di tempat lain. " Perintah Alex


Alex langsung membawa Rania ke tempat lain.


" Mau kau apakan adikku? Lepaskan dia! Apa kau belum puas membunuh Rara? " Teriak Kenzo


" Aku tidak akan membunuhnya, Aku hanya memberinya sedikit pelajaran. " Ucap Sandra


Saat Sandra ingin menusuk Kenzo, tangan Sandra di pegang langsung oleh Wilson.


" Lepaskan aku! " Ucap Sandra


" Sayang jangan lakukan itu, aku gak mau melihat kamu membunuh orang. " Ucap Wilson sambil mengambil paksa pisau dari tangan Sandra.


Wilson berhasil mengambil pisau itu dari istrinya.


" Kembalikan pisau itu. " Ucap Sandra yang sudah menatap Tajam suaminya.


Wilson memegang kedua pipi Sandra.


" Jangan menatapku seperti itu. " Kata Wilson sambil menatap wajah istrinya.


Lalu Wilson pun menarik paksa istrinya keluar dari ruang penyiksaan.


" Lepaskan aku! " Ucap Sandra


Namun Wilson mengabaikan Sandra dan tetap membawanya ke kamar secara paksa.


Setibanya di kamar, Wilson langsung menatap Sandra.


" Dengar kan Aku Sandra, kamu harus kembali ke tubuh kamu jangan biarkan ada orang lain yang mengambil alih tubuhmu. " Ucap Wilson


Sandra pun tertawa, saat ini tubuh Sandra sedang dikuasai oleh orang lain yang belum diketahui namanya.


" Sepertinya istriku ini punya kepribadian ganda. " Ucap batin Wilson.


Wilson terus mencoba untuk membuat istrinya kembali normal.


Tidak berapa lama Sandra pingsan.


Dalam 3 hari kondisi Sandra begitu lemah dan tidak selera makan, bahkan Sandra juga tidak mau berbicara sedikit pun.


Di hari kelima pun Sandra masih belum mau berbicara kepada siapapun termasuk suaminya.


Namun suaminya tetap sabar menunggu Sandra agar mau berbicara lagi.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT.


__ADS_2