
Hari demi hari, bulan ke bulan pun dilewati oleh pasangan suami istri ini.
Kini usia kandungan Sandra memasuki yang ke 5 bulan.
Selama 5 bulan ini kondisi fisik dan jiwa Sandra itu baik - baik saja, bahkan kepribadian yang ada di dalam tubuhnya itu jarang keluar.
Sementara Wilson juga sangat bahagia melihat kondisi istri dan bayinya aman dan sehat.
Keluarga Wilson dan Keluarga Sandra juga sering datang kerumah untuk sekedar melihat Sandra.
Belakangan ini sikap Sandra berubah menjadi lebih manja dan selalu ingin bersama suaminya. Namun semua itu tak akan ia dapatkan lagi karena suaminya akan pergi kerja di luar kota.
Sandra sebenarnya sempat melarang suaminya pergi karena dirinya tak ingin di tinggal sendirian, namun suaminya tetap pergi karena pekerjaan ini begitu penting.
Selama ditinggal oleh suaminya keluar kota, Sandra ditemani oleh ibu dan ayah mertuanya.
Sementara kedua orang tua Sandra masih sangat sibuk untuk mencari keberadaan Kenzo.
Hari ini adalah hari ketiga Sandra tidur sendirian dikamarnya. Namun malam ini dirinya tidak terlalu merasa kesepian, karena dirinya sedang membongkar semua baju yang ada di lemarinya.
" Apa ini pakaian Nyonya juga? " Tanya Bik arum
" Coba bawa kesini bik. " Ucap Sandra
Saat Sandra sedang melihat semua pakaian itu, tiba - tiba ada selembar kertas yang terjatuh.
" Ini sepertinya sebuah surat. " Gumam Sandra
*Untuk Sandra
Dari Salena
Semua ini adalah pakaianku jadi jangan kau buang karena aku akan memakainya ketika aku hadir nanti.
Kau juga harus menjaga suamimu itu, jangan biarkan ada wanita lain yang dapat memiliki suamimu itu*.
( Isi surat yang ditulis Salena* )
__ADS_1
" Bik pakaian ini simpan di lemari tempat bibik menemukannya. "
" Baik nyonya. "
Sandra langsung menaruh selembar surat itu di tempat tidurnya.
" Apa suamiku kepergok bersama wanita lain ya disaat Salena sedang mengambil alih tubuhku? Sepertinya tidak mungkin Suamiku berselingkuh. Lagian Salena kan tidak tahu siapa wanita itu, mungkin saja itu teman atau rekan bisnis suamiku. " Gumam Sandra dalam hati.
Di luar kota
Malam ini Wilson hanya mengabiskan waktunya untuk menonton tv didalam hotelnya.
Namun tak berapa lama, Merissa menelpon Wilson, dan memintanya untuk datang ke alamat yang sudah diberitahu.
Wilson mengabaikan permintaan Merissa dan langsung menonaktifkan ponselnya agar Merissa tidak mengganggunya.
Setelah itu Merissa datang ke kamar hotel Wilson secara tiba - tiba. Saat Wilson membuka pintu Merissa dengan cepat langsung masuk kedalam kamar hotel.
" Keluar kamu dari sini. " Ucap Wilson dengan nada bicara yang meninggi.
Merissa langsung memeluk Wilson sambil berkata "Sudahlah Wilson, aku lelah terus mengejarmu. Selama 5 bulan ini kamu selalu mengabaikanku. Aku merasa sedih. "
" Kenapa kamu seperti ini Wilson? Apa kamu tak ingat dulu kamu yang melirik ku duluan. " Ujar Merissa sambil menggoda Wilson
" Itu dulu Merissa. Sudah sekarang kamu keluar dari sini. " Bentak Wilson
" Kamu kok kasar sih Wilson? " Ucap Merissa sambil menangis.
" Kasar apanya? Aku saja tidak memukul dirimu. " Ujar Wilson
" Kamu barusan bentak aku. " Ucap Merissa sambil menghapus air matanya.
Wilson memegang tangan Merissa dan menariknya ke arah keluar.
Tanpa mengucapkan apa - apa, Wilson langsung menutup pintu kamar hotelnya.
" Lihat saja nanti. Aku akan membuatmu jatuh cinta lagi. " Gumam Merissa dalam hati.
__ADS_1
Sementara Wilson kembali ke tempat tidurnya.
Keesokan harinya.
Wilson dan rekannya sedang berkumpul untuk makan siang bersama. Di tempat mereka makan ternyata ada Merissa juga.
" Bukankah wanita itu yang masuk kedalam kamar hotelmu ya Wilson? " Tanya Rekannya
" Siapa? " Tanya Wilson
Rekannya menunjuk kearah Merissa.
" Kok dia disini? " Ucap Wilson
" Siapa wanita itu? Apa wanita itu Selingkuhanmu? " Tanya rekan kerjanya
" bukan. " Jawab Wilson singkat.
" Kalau bukan, kan gak mungkin dia masuk ke kamar mu tadi malam. " Ujar Rekannya
" Wilson yang memiliki istri yang cantik pun masih mau untuk berselingkuh. " Ujar rekannya yang satu lagi.
Mendengar omongan temannya itu Wilson sempat merasa kesal, namun dirinya tak menampik keinginan bahwa dirinya memang sudah sangat tergoda oleh Merissa.
" Menurut aku selama kita selingkuh hanya untuk senang - senang saja maka itu tak menjadi masalah, yang menjadi masalah itu jika kita menikahi selingkuhan kita. " Ujar rekannya.
" Ada benarnya juga apa yang kamu bilang. Lagian kan kalau kita para pria berselingkuh itu hanya untuk melepaskan rasa kesepian kita saja. " Ucap Rekannya yang lain.
" Tapi walaupun kita selingkuh, kita harus tetap kasih nafkah dan tetap bersikap seperti biasa saja ke istri kita agar mereka gak curiga. " Ujar Rekannya.
Mendengar perkataan rekannya Wilson sempat sepemikiran seperti apa yang dibilang oleh rekannya.
" Selingkuh hanya untuk bersenang - senang saja itu tak menjadi masalah selama aku tidak menikahi wanita yang aku ajak berselingkuh. " Gumam Wilson dalam hati.
" Benar juga ya. " Ucap Wilson kepada para rekannya.
Wilson dan rekannya malah membahas para wanita yang bisa diajak untuk berselingkuh.
__ADS_1
Sementara Merissa hanya memantau mereka dari jauh.
" Akhirnya Wilson masuk ke dalam jebakan ku. " Gumam Merissa.