
Setelah selesai curhat dengan Merissa, Wilson menghapus semua pesannya dan setelah itu langsung pergi ke kamar ibunya untuk menemui Sandra.
Wilson langsung membuka pintu kamar dan melihat istrinya yang sedang duduk di spring bed.
Wilson mendekati istrinya lalu berusaha untuk meminta maaf kepada istrinya.
" Aku minta maaf ya sayang. " Ucap Wilson
" Sayang udah lah jangan marah terus. Kita akhiri saja semua pertengkaran kita ini. " Ujar Wilson sambil mengenggam kedua tangan istrinya.
" Gak bisa gitu. Aku mau nanya kenapa selama hampir sebulan ini kamu tak pernah menjawab panggilan telpon dari aku? " Tanya Sandra sambil menahan rasa emosi
" Aku itu sibuk sayang. " Jawab Wilson
" Sibuk? Sibuk dengan pekerjaanmu atau dengan wanita selingkuhan mu itu? " Tanya Sandra lagi
" Aku gak punya selingkuhan sayang. " jawab Wilson berbohong pada istrinya.
" Kamu berbohong kan? Kamu pasti punya selingkuhan. " Ujar Sandra.
Saat ini Sandra mengingat semua isi pesan yang dituliskan oleh Salena.
Karena sudah merasa terlalu sakit, Sandra menyuruh suaminya untuk keluar dari kamar.
" Saat ini aku lagi ingin sendiri, aku mohon keluarlah dari sini. "
Tanpa menjawab, Wilson langsung keluar meninggalkan istrinya.
" Gawat kalau Sandra tau jika aku mempunyai selingkuhan. " Gumam Wilson
Sandra mengambil kertas dan menulisnya dengan Lipstik yang ada di dalam kamar mertuanya.
Tolong Aku untuk selesaikan semua masalah ini!
( Itulah yang ditulis Sandra )
Setelah menulisnya, Sandra sengaja melukai tangannya dengan pisau lipat ayah mertuanya.
" Salena aku mohon datanglah. " Ucap Sandra yang sudah menyayat tangannya.
Darah yang keluar begitu banyak sehingga membuat Sandra pingsan.
Setelah itu Ibu mertuanya masuk dan mendapati Sandra yang pingsan dengan kondisi tangan yang terluka.
Mereka semua membawa Sandra kerumah sakit.
__ADS_1
Untungnya saat itu Kondisi Sandra dan bayinya itu masih dalam keadaan aman.
" Seharusnya kalian selesaikan pertengkaran kalian ini. " Ucap Ibu yang merasa khawatir.
" Aku sudah berusaha, namun Sandra terus mencecarku dengan pertanyaan yang aneh. " Jelas Wilson
" Pertanyaan istri itu gak ada yang aneh. Jika kamu tidak salah seharusnya kamu bisa menjawab semua yang istrimu tanyakan. " Ucap Ibu sembari menjelaskan
" Iya bu. Aku yang salah. Nanti aku akan selesaikan semuanya. " Ujar Wilson
Wilson melihat wajah istrinya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit.
Tak berapa lama Sandra sadar kembali, Mata Sandra perlahan terbuka dan melihat ke arah suaminya.
Awalnya semuanya tampak buram, namun setelah Sandra diperiksa lagi oleh dokter, pandangannya kembali menjadi lebih baik.
" Aku ada dimana? " Tanya Sandra
" Sayang kamu sedang ada dirumah sakit. " Jawab Wilson.
Sandra saat ini sudah tak menguasai tubuhnya lagi, Kini Salena mengambil alih semuanya.
Kedua orang tua Mereka sangat senang melihat kondisi Sandra yang sudah sadar.
" Jangan pegang aku! " Ucap Salena
" Sandra jangan begitu nak. Biarkan suamimu membantumu. " Ucap Ibu.
" Aku bisa sendiri. Aku tidak perlu bantuan dari pria ini. " Jelas Salena
" Aku ingin bicara berdua saja dengan istriku. Apa kalian bisa keluar sebentar? " Tanya Wilson pada seluruh keluarga.
" Baiklah kami akan keluar. " Jawab keluarga mereka
Setelah seluruh keluarganya pergi, Wilson langsung menatap tajam istrinya.
Melihat Wilson menatapnya, Salena menampar pipi Wilson.
PLAKK.. ( tangan Salena mendarat di pipi Wilson )
Setelah ditampar, Wilson melihat istrinya lagi.
" Tadi kamu menyayat tanganmu, sekarang kamu menamparku. Aku tau kalau kamu itu marah, tapi bisa tidak kalau kamu tidak melakukan hal bodoh yang dapat melukai dirimu. " Jelas Wilson kepada Sandra.
Wilson belum mengetahui bahwa Wanita yang sedang dihadapannya itu bukan Sandra melainkan Salena.
__ADS_1
" Aku mohon kita akhiri saja semua pertengkaran kita. " Ucap Wilson lagi.
" Udah ketahuan kan sekarang. Makanya kalau udah punya istri itu jangan menggatal sama wanita lain. " Ujar Salena sambil tersenyum kecil.
" Menggatal? Apalah yang kamu ucapkan ini? "
" Gak usah pura - pura gak tau lah. " Ujar Salena lagi.
" Jangan aneh - aneh lah. Udah sekarang kamu maafin aku gak? " Tanya Wilson.
" Maaf? Ngapain juga aku maafin kamu. " Jelas Salena lagi.
Wilson menghela nafasnya dan kembali merasa pusing dan stres melihat semua kejadian yang ia alami ini.
Tiga hari kemudian
Karena Kondisi Salena sudah membaik, akhirnya dia diperbolehkan pulang oleh dokter.
Sesampainya dirumah, dirinya langsung dibawa ke kamar oleh ibu mertuanya, sementara Wilson mengikuti mereka dari belakang.
" Jaga baik - baik istrimu. "
" Baik bu. "
" Perutku besar sekali, sudah berapa lama ya Sandra mengandung bayi ini? " Tanya Salena pada dirinya sendiri.
" 6 bulan. " Jawab Wilson yang mendengar perkataannya.
" Seharusnya kamu tau, kan kamu yang mengandung." Ujar Wilson
" Malam ini kamu jangan tidur dikamar ya. " Ucap Salena
" Hah?? Aku tau kamu masih marah, tapi jangan seperti ini. " Ujar Wilson yang menghampirin istrinya.
" Kalau aku bilang jangan tidur dikamar berarti kamu gak boleh tidur disini. " Kata Salena yang mengulangin kata - katanya sambil menatap mata Wilson dengan tajam.
" Apa kamu Sandra? " tanya Wilson sambil menatap mata istrinya
" Iya aku Sandra. " Jawab Salena berbohong.
" Sudah tunggu apalagi? Lebih baik kamu keluar dari kamar ini. " Ucap Salena seraya mengusir Wilson
Wilson pun keluar dari kamarnya.
JANGAN LUPA DI VOTE DAN DI LIKE
__ADS_1