SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
68. RENCANA DI JALANKAN


__ADS_3

Keesokan harinya.


Siang ini Wilson sudah menanda tangani semua saham yang akan ia berikan pada Sandra dan Vania, Kini beberapa perusahaan Wilson telah diambil alih oleh Sandra.


Setelah selesai, Wilson pamit pergi ke kantor.


" Inilah saatnya. " Gumam Sandra dalam hati


Sandra menyuruh kedua orang tuanya dan kedua mertuanya untuk berkumpul di ruang tengah.


" kalian tunggu disini, aku mau membuat teh dulu. " Ucap Sandra


Keluarganya menunggu tanpa manaruh sedikit rasa curiga pada Sandra.


" Teh ini akan menjadi minuman terakhir yang akan kalian minum. Setelah kalian minum teh ini, maka kalian pergi jauh dan menghilang dari dunia ini. " Ucap Sandra sambil menyeduh teh ke gelas.



Setelah selesai, Sandra pun memberikan teh itu kepada keluarganya yang munafik itu.


" Silahkan diminum. "


" Terima kasih nak. "


Sandra dan para pengkhianat itu sempat berbincang sebentar, lalu setelah mereka meneguk teh itu satu persatu dari mereka mengalami gelaja keracunan dan hilang seketika.


" Selamat tinggal semua. " Ucap Sandra sambil melihat para pengkhianat itu mati satu persatu.


Setelah itu Sandra langsung bergegas pergi keluar untuk menuju ke rumah Merissa.


Sandra memencet bel rumah Merissa.


Merissa pun membuka pintu dan melihat Sandra yang sudah menatapnya dengan tajam.


" Sandra. " Ucap Merissa


" Hai. " Sapa Sandra


Karena takut, Merissa dengan cepat mau menutup pintu rumahnya, namun tidak bisa karena Kaki Rizki telah menganjal pintunya.


" Buka pintunya sekarang. " Ucap Sandra.


" Aku tidak mau, pergi kalian dari sini! " Ujar Merissa


Tangan Merissa yang menahan pintu pun di sayat oleh Sandra pakai pisau yang ia bawa.


Sayatannya sangat dalam sehingga membuat Merissa merintih kesakitan.

__ADS_1


Lalu dengan mudah Rizki membuka pintu dan membawa Merissa ke ruang rahasia yang ada di dalam rumah itu dan langsung mengikat Merissa.


" Darimana kau bisa tahu bahwa rumah ini memiliki ruang rahasia? " Tanya Rizki yang sedang mengikat Merissa


" Aku pernah tinggal disini. " Jawab Sandra datar.


Rizki pun pergi dan membiarkan Sandra mengeksekusi Merissa sendirian.


" Kenapa tunduk? Angkatlah kepalamu itu dan tunjukan wajahmu itu. " Ucap Sandra


" Jadi ini wajah wanita yang telah menggoda suamiku. "


" Aku akui kau itu cantik, namun sayang kau itu sejenis wanita murahan. Jadi kecantikanmu ini gak ada gunanya. " Ucap Sandra.


Sandra duduk di kursi dan sejenak menatap tajam kearah Sandra.


" Lepaskan aku. " Teriak Merissa


" Sandra lepaskan aku. Aku mohon. " Pinta Merissa memohon.


" Sandra? Sandra apanya. Aku ini Salena dan ini adalah saatnya Salena untuk menghabisi nyawa mu merissa. " Gumamnya dalam hati.


Kini Salena mengambil alih tubuh Sandra tanpa ijin.


Tatapan Salena begitu tajam sehingga membuat Merissa bergidik ngeri.



" Dasar wanita murahan yang tak tahu diri. Seharusnya kau itu merasa malu karena sudah merebut suami orang. " Ucap Salena yang sudah sangat marah.


Salena menampar pipi Merissa berulang kali.


Plak.. plak.. plak..


" Aku bosan terus menampar dirimu, ini saatnya pisau ini yang menjalankan tugasnya. " Ucap Salena sambil memegang pisau


" Aku mohon jangan Sandra Ampuni aku. " Ucap Merissa memohon


" Tiada kata ampun untuk dirimu! " Ujar salena sambil tertawa.


Salena menggores kaki Merissa dengan pisau yang ia pegang tadi.


" Sakit.. Lepaskan aku! Aku mohon. " Teriak Merissa


Semakin Merissa berteriak, maka semakin sadis pula Salena menusuk - nusukan pisau itu di kaki Merissa.


Salena menampung darah yang keluar dari kaki Merissa.

__ADS_1


" Sepertinya darah ini sudah cukup. " Ucap Sandra sambil memegang tampungan darah.


Tanpa basa basi, Darah yang tadi tertampung ditumpahkan Salena di wajah Merissa.


" Hahaha Kau rasakan itu, aku akan kembali lagi besok. " Ucap Salena.


Setelah itu Salena pergi dari ruang rahasia itu, Salena juga mengunci pintunya.


" Aku akan membuatnya merasakan sakit terlebih dahulu. " Gumam Salena.


Salena kembali bersama Rizki.


" Itu mobil suamimu, sepertinya dia sudah pulang. " Ucap Rizki.


Salena langsung turun dan melihat kenapa ada banyak orang di rumah itu.


" Ada apa ini? " Tanya Salena


" Sayang kedua orang tuaku dan kedua orang tua mu meninggal. " Ucap Wilson.


" Meninggal, bagaimana mungkin. Apa ini ulah Sandra? Jika benar seharusnya dia membersihkan semuanya dulu agar tidak ada bukti. " Gumam Salena dalam hati.


Alex datang dan berbisik " Nyonya tenang saja, aku telah mengganti gelas itu dengan gelas yang baru. "


" Baguslah. " Ujar Salena


Mayat mereka semua dibawa kerumah sakit untuk di otopsi, sementara barang bukti dan gelas gelas yang ada di meja itu juga dibawa untuk memeriksa sidik jari.


Salena kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.


" Sayang Vania nangis ni. " Ucap Wilson


" Vania siapa? " Tanya Salena


" Siapa kamu bilang? Vania itu anakmu. " Jawab Wilson.


" Jadi ini anaknya Sandra. " Gumam Salena


Salena mengendong anaknya Sandra.


" Malam ini aku akan ke rumah sakit untuk melihat hasil dari otopsi. " Ucap Wilson


Salena mengabaikan Wilson, dan fokus untuk mengurus Vania.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT.


TERIMA KASIH...

__ADS_1


__ADS_2