
Sachi kembali berjalan menuju lobby, kemudian keluar dari bangunan megah tersebut, sapaan jahil para karyawan tak dia hiraukan karena sibuk bergulat dengan pikirannya.
"Stop!"
Mendengar itu Sachi iseng mendongak pada laki-laki yang memekik dirinya dan alangkah terkejutnya ia, hingga melotot netra indahnya, ketika menangkap sosok tampan yang pernah menjadi korban pencopetan nya.
"Kau!"
Sachi menelan saliva "Dia Ethan, adik kandung Om Nathan kan? OMG, dia pasti mengenali wajah ku! Apa dia mau memasukkan ku ke penjara? Lalu bagaimana dengan ibu?" Batinnya gusar.
Sachi gemetar tapi masih sempat-sempatnya melarikan diri dari pemuda itu "Hei!" Kali ini Ethan tak membiarkan itu terjadi, sudah dua hari ini Ethan mencari sosok cantik ini, lalu apakah mungkin dia lepas begitu saja?
Di raihnya lengan Sachi kembali hingga kini keduanya saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat bahkan tampa celah, mata belo nya menatap lekat wajah cantik gadis itu. "Akhirnya, aku menemukan mu, gadis jodoh ku!" Ucap pemuda itu sambil tersenyum.
Angin yang berhembus kencang menyibak seluruh rambut Sachi kebelakang, membuat wajah gadis itu semakin terlihat jelas lekukannya.
"Cantik, kamu lebih cantik di tempat yang terang begini!" Ethan terpanah pada kecantikan alami gadis itu.
Sementara kepalan tangan Sachi ripuh memukuli dada bidang Ethan "Lepas! Jangan kurang ajar kamu, siapa kamu hah! Aku tidak mengenal mu!" Gadis itu berkilah.
"Jangan bohong, kamu pasti ingat wajah ku, makanya kamu mencoba lari dari ku, iya kan hmm? Kali ini tidak akan ku biarkan kamu lepas begitu saja, akan ku jadikan kamu kekasih ku!" Sergah Ethan.
"Gila apa kamu hah? Kenal ajah enggak, apa sudah stress kamu hah?" Sekuat tenaga Sachi melepaskan diri dari belitan tangan pemuda itu.
Ethan mengangguk "Aku memang stress karena mu, aku mencari mu kemana-mana, sekarang aku sudah yakin kalo kau memang jodoh ku!" Nyengir nya.
"Lepas! Atau aku teriak!" Wajah Sachi sudah memerah saking marahnya.
__ADS_1
"Teriak saja, setelah orang-orang datang, aku akan mengumumkan, bahwa secepatnya aku melamar mu, gimana?"
"Gila kamu!" Sachi menggigit pangkal lengan Ethan dengan sangat geram bahkan cap giginya berbekas terlalu dalam.
"Aaaah!" Sontak saja, Ethan melepas dan kehilangan kendali atas gadis cantik itu.
Sachi berlari menuju jalan raya dan keberuntungan selalu berpihak padanya "Taksi!" Sebuah transportasi umum bersiap membawanya kemanapun ia pergi.
"Hei, jangan lari Nona!" Pekiknya seraya mengejar.
"Tunggu Nona!" Ethan menggebrak- gebrak kaca jendela taksi itu tapi secepat kilat sang mobil biru berlalu dari hadapannya.
"Hassial!" Dua tangan Ethan meremas rambut pekatnya sendiri dengan ekspresi wajah geram.
Bertemu gadis cantik yang selama dua malam ini menjadi pengantar tidurnya membuat Ethan semakin percaya bahwa gadis itu adalah jodohnya.
Biasanya Ethan hanya melewati cumbu mesra bersama satu wanita lalu mencari sasaran baru, tiada getaran yang menggerakkan hatinya untuk menjadikan satu orang wanita permaisuri hatinya seperti saat dia bertemu dengan Sachi.
"Aku yakin dia orang nya, bibirnya, pipinya, dagunya, matanya, hidungnya! Semua keindahan itu sama dengan gadis pencopet yang ku temui di parkiran klub!" Gumam Ethan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di ruangannya, Nathan asyik berputar-putar di kursi kebesarannya, lelaki itu tersenyum-senyum sambil mengusap bibirnya.
Indah sekali rasanya, saat gadis cantik yang dia inginkan menyerahkan diri tanpa perlu repot-repot mengejarnya.
Entah apa yang merasuki nya, lagu ini cocok sekali untuk penguasa tampan yang berhidung mancung ini. Baru dua hari bermalam dengan seorang gadis asing Nathan sudah berani menjadikannya simpanan.
__ADS_1
Bahkan kartu kredit eksklusif pun sudah rela dia berikan padahal belum pernah sekalipun mencelupkan junior nya pada gadis itu.
Tulus? Tapi apakah mungkin? Apakah hanya dua malam bersama Nathan sudah bisa tulus pada Sachi? Sepertinya Nathan hanya merasa terhibur saja.
Kepedihan yang ia dapatkan dari isterinya sudah tidak dia rasakan lagi setelah bertemu dengan gadis cantik itu.
Tunggu, bicara soal gadis!
Gadis atau janda pun Nathan belum tau pasti, siapa Sachi pun Nathan tak mau perduli, saat ini dirinya hanya ingin sering-sering bersama gadis galak itu.
Jho baru saja tiba dan duduk tepat di kursi depan meja kerjanya "Ck! Bos yakin mau menjadikan Nona Sachi simpanan mu? Ah, aku takut Tuan besar tau, kita berdua di depak dari sini!" Keluhnya.
"Kamu hapus semua rekaman CCTV yang kadung menangkap wajah gadis ku, ingat harus clear, tanpa jejak!" Titah Nathan.
Jho mendengus "Aku terus yang mengurus! Kenapa tidak Bos nikahi saja sekalian tuh istri orang!" Celetuknya menyinggung.
Bukannya tersinggung Nathan justru seperti mendapat ide baru "Kenapa tidak kepikiran oleh ku Jho?" Ujarnya manggut-manggut.
"Atur saja kalo begitu, kamu cari tau semua informasi tentang seluk beluk keluarganya, kalo memang dia sudah bersuami suruh suaminya menceraikan nya!" Lanjutnya mengusul.
"Ahh, salah ngomong kan!" Jho menepuk jidatnya sembari menghentakan punggung pada sandaran kursi putar.
"Setelah itu kau suruh saja aku bunuh diri Bos! Karena kalo sampai Tuan besar tau, sudah pasti aku lenyap dari dunia ini!" Jho keluar dari ruangan, meninggalkan sang Tuan muda yang tengah di landa kegilaan.
"Sudah kubilang, asisten tidak berhak bahagia, Jho!" Nathan terkikik menatap berlalunya sang asisten.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Dukung author dengan Like vote hadiah komentar nya