Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Undangan


__ADS_3

"Hassial!" Dalam gelap gulita seorang pemuda mengumpat karena geram.


Tak ayal, dialah Ethan Erland Jackson yang kesal perkara lampu di kamarnya mati. Sudah dua hari Ethan tidak lagi tidur di kamar milik putri semata wayang Joko, sebab Joko sudah menyiapkan kamar lain khusus untuk dirinya.


Lagi pun, kemungkinannya malam ini juga Gyna anak gadis satu-satunya milik Joko sudah akan pulang kampung setelah menyelesaikan masa magangnya di kota Jakarta.


Ethan meraba ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja belajar kamar tersebut, lalu kemudian menghidupkan senter, sekedar untuk sedikit menerangi kamar sempitnya.


Dia menuju sebuah ranjang berukuran kecil, lalu merebahkan tubuh lelahnya di atas permukaan kasur yang tidak terlalu empuk menurutnya.


Ethan terbiasa memakai spring bed luxury kelas atas dengan harga ratusan juta, bukan spring bed biasa yang hanya di bandrol dua jutaan saja.


Selimut berbahan wol menggulung tubuh sixpack miliknya. Pemuda itu menatap lekat langit-langit kamar yang tamaram karena cahaya senter dari ponsel miliknya.


Batinnya bergulat, merutuki nasibnya sendiri. Sial benar rupanya jalan hidupnya, gara-gara mabuk dan tak sengaja meniduri Keenan, Ethan harus menanggung hukuman.


Di rumah sederhana Joko, Ethan di tugaskan untuk mencari rumput, membersihkan kandang, bahkan menggembala sapi.


Awalnya sulit, tapi lama-kelamaan Ethan bisa juga menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kehidupan barunya.


Tanpa ajojing, tanpa mobil mewah, tanpa pelayan, tanpa asisten, tanpa makanan buatan koki handal.


Ethan bahkan acap kali mencuci pakaiannya sendiri karena tidak adanya mesin cuci baju di rumah Joko.


Pendingin ruangan juga tak lagi memanjakan tubuhnya, lalu sekarang dia harus tidur tanpa lampu. Sungguh nasib yang malang bagi putera kedua dari pemilik kerajaan Jack group.


Lelahnya aktivitas yang dia geluti seharian membuat Ethan mengantuk, "Gue matiin senternya ajah deh, lumayan hemat baterai." Dia matikan ponsel juga senternya lalu menutup pelupuk mata beratnya, berusaha memasuki alam mimpi.


Sungguh indah mimpi yang Ethan arungi, hingga sukar sekali dia tinggalkan alam bawah sadar itu, tak rela ia terlepas dari kebahagiaan fatamorgana nya.


Padahal, kokok ayam telah meriuh bersahutan menyambut datangnya sang embun yang menyegarkan pagi setiap insan.


Mendekap hangat tubuh Sachi itulah dalam bayangannya, mencium bibir Sachi juga bagian dari keindahan sementaranya. Terasa wangi, empuk, tubuh yang dia tindih saat ini.


"Sachi, aku mencintaimu." Igau nya.


"Lepas! Lepas ku bilang! Siapa kamu hah? Kurang ajar!" Dalam mode nyaman Ethan mengernyit lalu membuka mata secara cepat. Pandangan Ethan masih kabur tapi tetap berusaha untuk melek lebih lebar lagi.


Alangkah terkejutnya Ethan melihat gadis cantik berwajah berang memukuli lengannya, rupanya pukulan penolakan ini bukanlah ilusi, tapi nyata.

__ADS_1


"Lepas, dasar cowok kota tidak tahu sopan santun!" Teriak gadis itu histeris.


Ethan terperanjat "Astaga! Siapa kamu hah? Kenapa kamu di sini?" Tanyanya ketus seraya mencelat hingga terjatuh dari tempat tidur berukuran kecil itu. Rupanya, yang dia peluk juga cium bukanlah Sachi, melainkan gadis cantik yang lainnya.


"Aww! Atit Mammi!" Ethan meringis sambil mengelus pinggangnya.


"Dasar messum! Kesempatan dalam kesempitan!" Bugh, satu pukulan bantal guling mendarat sempurna pada kepala pemuda itu.


Ethan mengedarkan pandangan kebingungan sebab kamar yang sekarang dia tempati saat ini bukan lah kamar miliknya.


Seingatnya, semalam dia masih tertidur dalam kamar barunya lalu kenapa tiba-tiba bangun tidur di kasur yang sama dengan milik anak gadis Om Joko?


"Kenapa gue di sini?" Gumamnya sembari menggaruk kepalanya.


Gadis bernama Gyna itu mengernyit "Kenapa? Amnesia rupanya kau hah?" Berang nya "Kau yang masuk kamar ku, memeluk ku, mencium ku lalu sekarang bertanya kenapa gue di sini?" Cibirnya.


Ethan menoleh tajam "Aku memang tidak tahu kenapa ada di kamar ini, semalam aku tidur di kamar ku sendiri! Kau sendiri siapa hah? Kenapa tiba-tiba nongol di rumah ini?" Ketusnya.


Gyna mencuatkan wajahnya "Aku putri pemilik rumah ini, tentu saja aku ada di sini! Kau yang siapa?" Tanya baliknya. Mereka memang baru pertama kalinya berjumpa.


Sejatinya sebelum pulang kampung, Gyna sendiri sudah tahu bahwa di rumahnya ada pemuda tampan yang terasing kan. Joko sering juga memberinya tahu saat telepon kangen.


"Maaf, aku tidak mengenal mu." Cicit Ethan.


Gyna menoleh kembali "Lalu apa tujuan mu tidur di sini hah? Kau mau mengambil kesempatan dalam kesempitan begitu?" Tukasnya menyudutkan.


"Tidak, tentu saja tidak!" Sergah Ethan cepat sambil mengibaskan tangannya "Aku memang punya kebiasaan tidur berjalan, satu Minggu yang lalu saja, aku tiba-tiba bangun tidur di kamar Om dan Tante, ternyata, Minggu ini aku lebih beruntung, aku tidur di kamar anak gadis." Pemuda itu menutup mulutnya menahan geli sendiri.


Ini lah Ethan Erland Jackson yang terkenal gombal, gadis cantik adalah kesukaan pemuda tampan ini.


Gyna mendelik "Apa? Dasar messum! Pergi! Pergi dari sini" Beberapa pukulan guling dia berikan pada tubuh polos Ethan.


Sembari terkikik geli, Ethan beranjak dari posisinya kemudian berlari keluar dari kamar tersebut, alangkah mujur nasibnya kali ini, meskipun tak menyadari sedari kapan keberuntungan itu bermula, tapi setidaknya malam ini dia tidur bersama seorang gadis.


"Jadi itu anak gadis Om Joko? Cantik juga!" Gumamnya menyengir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di meja makan bulat sederhana milik keluarga Joko, ritual sarapan pagi bersama baru saja akan di mulai.

__ADS_1


Setelah mandi dan mengganti pakaian kasual nya, Ethan mendatangi meja bundar tersebut sambil mengusap tengkuknya "Pagi Om, Tante." Senyumnya kikuk.


Biasanya hanya dia, Joko, dan Laras yang mengikuti ritual pagi itu, tapi kali ini, Gyna juga ikut meramaikan meja makan.


Ethan sedikit kikuk karena beberapa waktu lalu dia tak sengaja memeluk bahkan mencium gadis cantik ini.


"Pagi I-then, sini, duduk, ada yang mau Om omongin juga sama kamu nak!" Kata Joko.


Ethan tersenyum lalu duduk tepat di sebelah kanan Gyna karena hanya ada satu kursi yang kosong "Ada apa Om?" Tanyanya.


"Perkenalkan, ini Gyna putri Om yang Om ceritain ke kamu itu." Joko memperkenalkan putrinya pada Ethan dan pemuda itu mengangguk sambil tersenyum.


"Salam kenal, I-then!" Ethan berpura-pura seperti belum pernah bertemu dengan gadis cantik itu "Kamu Gyna kan?" Tanyanya sembari mengasong tangannya pada Gyna.


"Hmm." Gyna hanya memberikan sedikit respon sambil mencolek secuil telapak tangan Ethan.


Ethan menarik tangan tapi kemudian berbisik kecil dan hanya Gyna saja yang mendengar "Maaf, yang tadi, aku benar-benar tidak sengaja." Katanya.


Gyna menaikan ujung bibirnya.


Laras tersenyum "Setelah ini, nak I-then yang akan mengantar mu ke mana pun kamu pergi Gyna, dari mengantar susu, kuliah, dan yang lainnya, jadi sebisa mungkin, bangun komunikasi yang baik di antara kalian." Tuturnya pada putrinya.


"Hmmm." Meskipun protes Gyna bukanlah tipe gadis yang membangkang ucapan orang tuanya.


Joko beralih pada Ethan "Oya, I-then!" Pemuda itu menoleh "Iya Om."


"Tadi malam, Dylan ayah mu, mengirim undangan, katanya dua hari lagi, kita semua di undang ke acara resepsi pernikahan ke dua, Abang mu Nathan." Jelas Joko.


Bagai mendengar petir di siang bolong melompong, Ethan mendelik "Pernikahan ke dua?" Kejutnya bersuara keras "Dengan siapa? Siapa nama wanitanya?" Tanyanya penasaran.


Gyna sampai menoleh padanya, bukankah seharusnya Ethan lebih tahu siapa calon istri Abang nya? Kenapa Ethan justru seolah tak tahu menahu?


"Itu dia, Dylan bilang, datang saja, nanti kita semua akan tahu siapa calon istri Abang mu." Terang Joko.


Ethan terbungkam "Menikah? Apakah Sachi sudah di temukan? Apakah sekarang bang Nathan dan Sachi di restui Daddy?" Batinnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung....... Nyicil yah reader........😎 Dukung author dengan Like vote komen dan hadiah nya 😘 Insya Allah sore atau siang, Up lagi..😊

__ADS_1


__ADS_2