
Setelah beberapa gaya percintaan di lalui dalam bathtub besar itu, Nathan bergegas membersihkan diri sedang Sachi masih setia dengan bathtub miliknya.
Sachi menenggelamkan tubuhnya pada busa sabun yang wanginya sangat menusuk indera penciuman.
Hanya wajahnya yang menyembul, tatapan matanya kosong, pilu melanda kebimbangan hatinya.
Putus atau terus, dia sedang mencari jawaban dari pertanyaan ini, seperti sengaja mengiringi rasa nyeri dihatinya tak terasa bulir bening berjatuhan hingga bercampur aduk dengan busa-busa itu.
Nathan mendekati isterinya setelah rapi dengan pakaian kasual nya "Sayang." Di elusnya lembut puncak kepala Sachi lalu mendaratkan kecupan ringan.
"Jangan terlalu lama berendam, setelah ini langsung, ..."
"Pergilah, aku bisa mengurus diri ku sendiri!" Sachi memangkas ucapan suaminya tanpa sedikitpun menoleh.
Nathan tersenyum kecil "Aku akan merindukan mu, sekedar kau tahu, aku ingin selalu bersama mu, Baby." Hanya itu kata yang bisa dia ucapkan.
Mungkin terdengar terlalu gombal karena sampai sekarang belum cukup banyak bukti yang Nathan tunjukkan, Sachi tahu jika hanya membuktikan dengan kemewahan semua penguasa pun bisa melakukannya.
"Daddy pergi." Nathan memagut basah bibir merona isterinya untuk mengakhiri perjumpaan mereka.
Nathan tahu kali ini Sachi lebih marah dari sebelumnya, namun laki-laki itu tetap melanjutkan langkah keluar dari kamar mandi.
Tiba di luar Nathan berpesan pada beberapa pengawal setianya "Jangan sampai Nona kalian bisa keluar dari sini! Jangan sampai Nona kalian lolos dari pengawasan kalian! Atau kalian tahu sendiri akibatnya!" Titahnya yang terselip ancaman.
"Baik Tuan!"
Rupanya, Nathan berencana menjadikan Sachi tawanan cinta nya, seharusnya setelah penawaran yang dia berikan, Sachi bebas memilih bukan? Ternyata Nathan takkan mampu kehilangan sosok cantik pujaan hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Layung senja mulai menampakkan semburat jingga nya. Hampir dua jam, Nathan menempuh perjalanan, tiba lah dia di pekarangan rumah bergaya minimalis modern milik keluarga besarnya.
Dia melirik ke kanan dan mobil Ibunda sudah terparkir di sana. Mungkin Jelita dan Keenan sudah pulang dari berjam-jam yang lalu.
Nathan melanjutkan langkah memasuki mantion itu hingga ke kamar miliknya.
Di dalam Keenan tengah duduk pada sofa kamar sambil mengelus perut buncitnya yang sudah semakin bertambah besar saja.
Melihat itu, Nathan justru membayangkan bagaimana jika Sachi hamil tapi dalam kehamilannya tiada yang menemani tidurnya.
Nathan masih sempat berpikir demikian.
"Abang baru pulang?" Keenan berdiri menyambut kedatangan suaminya, layaknya istri yang berbakti.
Nathan mengangguk "Hmm!" Sahutnya singkat.
__ADS_1
Nathan berjalan lenggang lalu menjatuhkan tubuhnya pada ranjang berukuran super king miliknya, matanya terpejam karena sudah sangat lelah.
Malam tadi tidak terlalu banyak tidur, paginya lelah bergulat dengan istri keduanya, barusan sebelum pulang Sachi juga membuatnya tak berdaya.
Tak lama dari itu, Nathan tak bersuara, mungkin sudah memasuki alam mimpinya.
Keenan yang heran, melangkah mendekat dan menelisik ke sekujur tubuh suaminya, sepatu yang belum di lepas, Keenan lepaskan.
Kancing kemeja Nathan juga dia kendurkan, mungkin dengan begitu, tidur Nathan akan lebih nyaman.
Keenan menautkan alisnya saat tak sengaja melihat sesuatu yang berbeda di bagian dada bidang berbulu halus suaminya.
Ada ruam kemerahan yang sepertinya bukan ruam biasa, bulatan kecil itu berwarna merah kehitaman, Keenan tahu itu bukan ruam biasa.
"Apa benar dugaan ku selama ini? Kalo Bang Nathan memang selingkuh dariku?" Gumamnya lirih.
Keenan mengendus aroma tubuh laki-laki itu dan wanginya seperti wangi tubuh wanita, wangi segar dari sabun aromaterapi yang biasanya di pakai para gadis belia.
"Siapa perempuan itu? Kenapa berani sekali bermain-main dengan ku?" Gumamnya lagi.
"Siapa pun dia, akan ku permalukan dia, beraninya menjadi pelakor dalam rumah tangga ku!" Tambahnya.
Takkan pernah Keenan membiarkan suaminya menghamburkan uang untuk kesenangan duniawi, seharusnya Nathan sudah memfasilitasi dirinya lebih banyak kemudahan sultan lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam harinya, di kediaman keluarga Jackson
Seluruh keluarga mengikuti ritual rutin makan malam bersama seperti biasanya. Hidangan lezat sudah memenuhi meja panjang itu.
Mereka duduk melingkar dengan ekspresi wajah sesuai perasaannya masing-masing.
Nathan, Keenan dan Ethan sendu, sementara Dylan dan Jelita tersenyum bahagia, kebetulan hari ini Gerald tidak di rumah.
"I-then." Jelita mengusap lembut punggung putra bungsunya.
Ethan menoleh "Iya Mamm!"
"Jadi kapan dong, kamu kenalin cewek kamu ke Daddy sayang? Mammi nggak sabar pengen liat si cantik yang tadi siang sama kamu itu. Dia pacar kamu kan?" Tanya Jelita.
Ethan terkesiap "Mammi liat? I-then sama, .."
Jelita mengangguk "Iya, Mammi liat, mau sampai kapan kamu sembunyikan hubungan mu hmm? Udah menikah ajah deh." Katanya.
"Uhuk-uhuk!" Nathan tersedak mendengar ucapan sang ibunda tercinta.
__ADS_1
Menikah? Dengan Sachi? Yang benar saja.
Keenan mengambilkan satu gelas air putih untuk suaminya "Minum Bang!" Ujarnya lembut.
"Emmh!" Nathan mengondisikan tenggorokan yang terasa panas setelah menelan sesuatu. Entah kenapa lehernya terasa tercekik setelah mendengar ucapan Jelita.
"Pastikan perempuan itu perempuan dari keluarga baik-baik, kalo bisa, cari wanita dari keluarga berada, bukan karena status sosial, tapi biasanya wanita yang sudah kaya tidak akan mengincar harta, cinta mereka tulus, Mammi kamu contohnya." Timpal Dylan, matanya melirik sekilas ke arah isterinya.
Ethan mengangguk "Iya Dadd."
Apa kabarnya kalo Daddy tau tuh cewek pencopet? Ah sial.
"Apa itu, rahasia hubungan Mammi dan Daddy selalu romantis? Karena kalian sama-sama dari keturunan bangsawan?" Keenan menimpali ucapan mertuanya.
Dylan menoleh "Tentu saja! Hubungan yang di dasari suatu keuntungan, tidak akan pernah langgeng, Daddy melarang keras putra Daddy menikahi wanita yang asal usulnya tidak jelas!" Hardiknya "Bibit bebet bobot, menentukan bagaimana sifat seseorang." Imbuhnya lagi penuh diskriminatif.
"Berarti, Daddy juga tidak setuju kan kalo ada perempuan yang merebut suami orang karena harta? Daddy akan menghukum putra Daddy kan kalo mereka selingkuh?" Tanya Keenan kembali. Rupanya wanita hamil itu sedang mencari perlindungan hukum dari ayah mertuanya.
"Tentu saja, tidak ada tempat bagi wanita yang tega merebut kebahagiaan seseorang! Daddy melarang keras semua putra ku berurusan dengan wanita rendah seperti itu!" Tegas Dylan.
"Uhuk-uhuk!" Nathan tersedak kembali mendengar ungkapan warning dari sang ayahanda.
Keenan melirik suaminya dengan senyum seringai "Apa Abang ketakutan sekarang? Jangan main-main dengan ku Bang!" Batinnya.
"Kamu kenapa sih Nathan, makan nya bisa pelan-pelan tidak hmm?" Jelita menegur putra sulungnya.
"Maaf Mamm!" Ucap Nathan setelah menenggak minumannya.
Nathan semakin tersudut, rupanya tidak hanya pemikirannya saja, tapi Dylan benar-benar mengidap misogini.
Yah! Dylan memang mengidap misogini setelah melihat secara langsung almarhum ayahnya mengumpulkan puluhan wanita perebut suami orang.
Setelah melihat betapa kesakitan nya almarhumah ibunda tercinta karena wanita perebut suami orang yang rata-rata berasal dari keluarga miskin.
Dylan juga melihat langsung bagaimana Jelita istrinya pernah terabaikan dan tersakiti karena wanita perebut suami orang.
Dulu Dylan terpaksa merebut Jelita dari suami pertamanya karena ingin menyembuhkan luka dan membahagiakan Jelita.
Misogini adalah bentuk diskriminasi terhadap gender perempuan yang melibatkan kebencian. Seorang misoginis akan memandang perempuan sebagai pihak yang memang pantas ditindas, disudutkan, dan dieksploitasi.
Tapi sepertinya, pandangan itu hanya Dylan tujukan pada wanita perebut suami orang saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Bersambung... Ayu minta Like nya donk KK reader biar semangat nulisnya...❤️...
__ADS_1