Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Cemburu?


__ADS_3

Sidang perdana Sachi dan Edric telah selesai, Edric masih di dampingi beberapa antek-antek Nathan, maka mau tidak mau laki-laki itu menurut untuk tetap menyelesaikan tahapan perceraian.


Satu todongan pistol sudah membuat laki-laki itu gemetar, jadi lebih baik menurut untuk bercerai dari pada kehilangan nyawa dan uang dua kopernya.


"Biarkan aku bicara dengan Sachi, apa boleh?" Edric menghiba pada satu pria berbadan kekar sambil memandangi mantan isterinya dari kejauhan.


"Coba saja kalo berani, lalu peluru pistol ku akan melubangi jantung mu!" Ancam pria itu.


"Baiklah!" Bibir Edric melengkung ke bawah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sudut tempat Sachi sudah memasuki mobil bersopir fasilitas dari sugar Daddy nya, mobil hitam berjenis MPV yang sudah dua Minggu ini mengantar nya kemana-mana "Jalan Pak!" Titahnya.


Hari ini dia menuju komplek perumahan elit di daerah Tebet, sudah dua Minggu pula ibunya di pindahkan ke rumah besar fasilitas dari Nathan.


Mariam tentunya sering menanyakan kenapa Sachi mampu membeli rumah dan mobil mewah, sebenarnya apa pekerjaan putrinya? Edric saja sudah menceraikan nya.


Mariam sering merasa curiga tapi pertanyaannya hanya sebatas "Dari mana uang-uang mu Sachi?" Katanya.


Sachi hanya diam karena belum bisa menjawab semua pertanyaan itu, Sachi tahu menjadi simpanan pasti akan terdengar buruk di telinga orang-orang, apa lagi wanita tua yang pemikiran nya tidak terbuka.


"Sudah lah, lebih baik, ibu nikmati semua ini, yang pasti Sachi tidak menjual keperawanan Sachi, percayalah, sampai detik ini, Sachi masih menjaganya dengan baik." Hanya itu saja yang bisa Sachi ungkap untuk menenangkan sang ibunda dan Mariam percaya.


Sebuah getaran dari dalam tas selempang miliknya meminta perhatian, Sachi menurunkan pandangan ke arah tas.


Di ambilnya gawai tipis itu kemudian membuka satu pesan teks. My Sugar Daddy Posesif nama kontak nya.


📥 "Sudah selesai kah?"


📤 "Sudah."


📥 "Kalo begitu, sekarang pergi ke butik biasa, Jho bilang dua gaun pesanan mu sudah selesai. Baby tinggal ambil saja, nanti malam Om mau mengajak mu makan malam di tempat romantis."


📤 "Ok!"


📥 "Kiss!"


📤 "😘😚😙😗"

__ADS_1


Sachi tersenyum lalu beralih pada sang sopir "Pak, kita ke butik biasa yah!" Titahnya.


"Baik Nona!" Angguk pria itu.


Setibanya Sachi bergegas masuk ke bangunan yang lumayan besar dan di kelilingi kaca transparan, dari luar gaun-gaun cantik di tubuh manekin sudah menyambutnya seakan memanggil sang pelanggan.


Sudah berkali-kali Sachi datang ke tempat ini tapi selalu bersama Jho, karena tidak mungkin bersama Nathan sedangkan pemilik butik tersebut teman Keenan, isteri Nathan.


Shandra, adalah gadis yang Jho sukai, tapi semenjak sering membawa Sachi ke butiknya, sepertinya Jho terancam kehilangan kesempatan mendekati gadis itu.


"Hai, Sachi!" Shandra mendekati gadis ini dan membubuhkan cipika cipiki.


"Hai Kaka, gimana, Om Jho bilang, gaun, ..." Belum selesai Sachi bertanya Shandra sudah lebih dulu menimpali.


"Dua gaun cantik, sudah ku selesai kan dalam waktu sesingkat mungkin, hanya untuk mu, cantik!" Seloroh wanita itu tersenyum pada kliennya.


"Terimakasih, mana-mana?" Tanya Sachi antusias.


Setelah menjadi wanita Nathan Sachi menjadi tahu apa itu pakaian branded, karena itu yang membuat dirinya tampil percaya diri di hadapan lelaki penguasa seperti Nathan.


"Yuk, masuk!" Shandra menggandeng tangan gadis itu memasuki sebuah ruangan.


"Keenan!" Shandra melotot terkejut, hingga berteriak manja sambil mencebik kan bibirnya pada wanita itu "Udah di bilang itu gaun punya klien ku!" Lanjutnya dengan nada tinggi.


Shandra kecewa, rupanya Keenan sudah memakai gaun milik Sachi tanpa izin, sebelumnya Keenan memang sudah mau membelinya meskipun sudah tahu gaun itu pesanan pelanggan lain.


Keenan melipat tangan kedepan dada sambil mencuatkan wajahnya "Aku bayar dua kali lipat, aku menginginkan nya, mana klien mu? Biar aku yang bicara padanya!" Ketus nya.


Sachi membulatkan mata saat menangkap sosok cantik yang biasanya dia lihat di majalah-majalah juga sosial media "Keenan? Dia bukanya Keenan? Selebgram, istri Om Nathan kan? Kenapa dunia sempit!" Batinnya.


Shandra beralih pada Sachi "Maaf Sachi, gaunnya di pakai sahabat ku, gimana kalo aku buatkan lagi saja hmm? Model yang sama tapi, ..."


"Eh, eh!" Keenan menyergah ucapan Shandra.


"Apa katamu Shan? Model yang sama?" Tanyanya menyudutkan "Shandra, kamu tahu aku tidak suka memakai gaun yang sama dengan orang lain! Cari model yang lain, jangan di samakan dengan baju yang aku kenakan!" Wanita itu berpaling muka.


"Aduh, gimana dong? Pelanggan tajir gue saling berebut, semoga Sachi masih mau pesan di butik gue lagi." Batin Shandra memelas.


"Jadi gimana Kak?" Sachi bertanya pada Shandra "Kan gaun itu milikku, aku sudah bayar cash, sekarang kenapa di pakai dia?" Tunjuk nya pada Keenan.

__ADS_1


Tadinya Sachi kikuk melihat istri Syah dari laki-laki yang menyimpan dirinya berada satu ruangan dengannya, tapi setelah melihat sikap congkak Keenan Sachi menjadi ingin sekali mencakar wajah wanita itu.


Shandra menarik-narik lengan gaun Keenan dengan raut memelas "Keenan, ku mohon lepas bajunya, ini bukan punya ku, gaun ini sudah punya Sachi, jadi aku tidak bisa menjual nya padamu!" Ujarnya.


Keenan menoleh "Aku tidak mau, aku menyukainya, aku mau gaun ini, berapa pun kamu mau, aku bisa membayar dua kali lipat dari harga yang perempuan itu kasih ke kamu!" Ketusnya.


"Bukan masalah harga nya, tapi ini baju sudah di beli Sachi, aku bisa membuat kan baju yang lain untuk mu!" Rengek Shandra lagi.


"Sudah tidak apa-apa Kak, aku sedekah kan saja gaunnya untuk Nyonya ini, lagian gaun itu sudah di pakai! Aku tidak mau memakai bekasanya!" Sachi menyerobot perkataan Shandra.


Mendengar itu Keenan melotot sambil menekan bibir hingga rahang pun ikut tegas "Heh! Kamu pikir siapa kamu? Sedekah katamu? Aku istri Tuan Nathan, mantu satu-satunya di keluarga Dylan Jackson, sedekah katamu? Cih!" Bengah nya berdecih.


Shandra menepuk jidatnya "Aduh perang dunia ini!" Batinnya.


Sachi melangkah maju "Siapa pun anda, mau keturunan Arab keturunan Afrika, atau keturunan kuda Niel sekalipun, tetap saja, milik orang tidak boleh kamu miliki, dari awal aku yang membelinya! Lalu kenapa marah-marah begini?" Berang nya, jelas Sachi bukan lah gadis lemah seperti tokoh Upik abu.


"Berani yah kamu hah?" Keenan melangkah maju lalu mengarahkan tangannya pada rambut Sachi tapi dengan sigap Sachi menangkis dan membalikkan tangan wanita itu.


"Aaakkk!" Sachi menyeringai saat Keenan meringis kesakitan karena ulah tangan canggih nya.


"Jangan coba-coba menyentuh ku! Atau ku patah kan tangan mu!" Ancam Sachi. Tatapan tajam begitu menusuk jantung Keenan.


"Lepas binal! Ini sakit, aku bisa melaporkan kelakuan mu ini ke semua keluarga suami ku!" Teriak Keenan.


"Lapor saja, kita lihat, siapa yang akan di bela suami mu?" Batin Sachi seraya menghempas tangan Keenan begitu saja.


"Dasar binal!" Umpat Keenan tapi tak lagi berani melawan gadis cantik ini.


"Kak Shandra, maaf, aku pulang saja, aku ke sini lagi nanti saja, untuk gaun ini biar saja, tidak perlu kamu ganti, aku akan pesan yang lainnya saja." Sachi pamit pada pemilik butik itu.


Shandra mengangguk dengan gerakan perlahan "Iya Sachi, maaf kan aku, sudah mengecewakan mu!" Katanya memelas.


"Tidak apa." Sachi tersenyum lalu membalikkan badannya untuk kemudian pergi dari tempat itu.


"Apa aku cemburu? Kenapa aku ingin sekali mematahkan tulang belakang wanita sombong itu?" Gumamnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2