
Sepeninggal Dylan, Nathan kembali memasuki kamar miliknya lalu berlanjut memasuki bilik mandi.
Dari semenjak melakukan kegiatan intim bersama isteri ke dua nya, laki-laki itu belum membersihkan diri.
Nathan menanggalkan seluruh pakaiannya, kemudian memasuki bathub dan mengisinya dengan air dingin, dia menenggelamkan tubuh serta wajahnya di sana.
Luka goresan yang terkena pecut ayahnya masih terasa menyakitkan tapi sakit di fisik tak sebanding dengan sakit dalam hatinya.
Pilu yang Nathan rasakan lebih pedih dari rasa pedih di tubuhnya, air dingin itu sudah benar-benar membuat sebal luka goresannya.
Pikirannya tak keruan, malam tadi Nathan harus kehilangan isteri ke dua karena mempertahankan hubungan dengan isteri pertamanya.
Entah kemana Sachi, Nathan belum mendapatkan kabar baik dari para orang-orang suruhannya.
"Kau tahu Baby, seharusnya malam tadi kita makan malam romantis di restoran kesukaan mu. Kita mengenang masa-masa di mana malam kita berlalu pagi di iringi dengan canda tawa mu, sikap manja mu, juga bibir seksi mu." Monolognya dalam batin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Beberapa jam kemudian.
^^^Dalam*** ruangan VVIP.^^^
"Tanda tangani ini!"
Dylan memerintahkan itu pada menantu cantiknya setelah menyodorkan beberapa lembar kertas yang berisi surat perjanjian resmi.
Poin pertama, jika terbukti DNA Valery Ais benar-benar putri Ethan Erland Jackson, maka Valery akan mendapatkan nama belakang Jackson dan hidup sebagai keluarga Jackson.
Poin ke dua, Keenan takkan mendapatkan apa pun setelah perceraian, karena di anggap Keenan lah yang mangkir dari hukum pernikahan.
Satu surat perjanjian, satunya lagi surat talak, dan Keenan terkesiap membacanya. Bulir-bulir mulai mengintip di sudut - sudut netra wanita cantik itu.
"Cerai?" Lirihnya.
__ADS_1
"Cerai katamu Dylan?" Dari sisi kiri Keenan, Bagas mendelik pada besan nya, suaranya terdengar memekik.
Dylan mengangguk "Yah, sudah jelas begitu!" Sahutnya dingin.
"Kau tahu kan, Valery sudah pasti putri Nathan, mereka saling mencintai, lagi pula, apa kamu tega memisahkan bayi dari ibunya? Valery itu lahir prematur, Dylan!" Sanggah Bagas melotot.
Dylan masih berdiri dengan raut datar dan dingin meskipun mendapat pelototan mata dari besan nya "Tanyakan pada putri mu, siapa yang menjadi ayah Valery, Nathan atau Ethan?" Ujarnya.
"Untuk masalah prematur, Ethan dulu juga prematur, tapi dia tumbuh dengan sehat, kau tenang saja, aku sudah terbiasa mengurus dan mendidik anak-anak. Terbukti anak yang ku didik tidak pernah melakukan kesalahan dalam urusan seksual, mereka tumbuh dengan baik dan tidak melanggar norma hukum!"
Dylan sengaja berucap demikian untuk menyindir menantunya yang dengan sengaja merayu Ethan padahal sudah menjadi istri Nathan. Terbukti. Selama ini meskipun Ethan dan Gerald di juluki play boy tapi mereka mampu menjaga kesucian wanita - wanitanya.
"Tapi Daddy, I-then juga salah kan?" Dengan berkata demikian berarti Keenan sudah mengaku bahwa Valery memang bukan anak Nathan.
Dylan beralih pada Keenan "Dia mabuk, jika tidak, putra ku tidak akan pernah mengkhianati saudaranya. Nathan dan I-then sama-sama keturunan ku, mereka mampu menjaga tingkah lakunya." Sambung pria ini pasti, sebab memang seperti itu lah kenyataannya.
"Apa pun itu, tetap saja Valery anak I-then dan Keenan bukan? Harusnya kamu menikahkan Keenan dengan I-then, bukan malah memisahkan Keenan dengan bayinya!" Sela Bagas yang tanpa sadar tak menyangkal kesalahan putrinya.
Dylan melepas smirk "Kau tahu, aku tidak mungkin menjodohkan putraku dengan seorang pengkhianat!" Katanya dan Bagas terbungkam.
"Daddy, Valery putri ku, jangan setega itu Daddy mengambilnya!" Keenan menghiba dengan air mata ketulusan, dulu air mata yang dia suguhkan pada Nathan hanyalah trik saja.
Tidak dengan sekarang, karena siapa pun orangnya pasti tidak akan pernah mau di pisahkan dengan bayi yang baru saja di lahir kan setelah sekian lama bersusah-payah mengandung.
"Aku tidak akan membiarkan cucu ku di didik oleh wanita pengkhianat seperti mu!" Ceplos Dylan.
"Tidak ada ampun bagi pengkhianat! Aku mengharamkan putra ku berhubungan dengan pengkhianat!" Dylan memutar tubuhnya kemudian pergi dari tempat itu.
Setelah ini Dylan masih harus mengurus tes DNA Valery. Bisa saja Valery bukan anak Ethan atau Nathan. Dylan harus benar-benar memastikan bahwa Valery keturunan Jackson.
Tak perduli lagi dengan suara raungan Keenan yang menghiba memanggil namanya "Daddy, Keenan mohon!"
Bagas tak mampu melakukan apa pun, karena ancaman seorang Dylan Jackson tak pernah main-main.
__ADS_1
Bagaimana jika sampai video pengkhianatan Keenan tersebar? Sudah pasti saham-saham yang menyokong dan memajukan perusahaan miliknya akan di cabut si pemegang.
Bagas takkan pernah mau berkorban terlalu banyak hanya untuk seorang bayi saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain.
Nathan sudah mulai melakukan pencarian kembali, di atas kursi kemudi Jho melirik sekilas ke arah jok penumpang, di mana Nathan masih celingukan ke segala arah demi menemukan Nyonya muda nya.
Mereka hanya berdua, Nathan berharap Jho bisa membantu menemukan Sachi dengan kemampuan hacker nya.
Meskipun mata sudah mengantuk, pundak sudah terlalu pegal, mereka tetap melanjutkan perjalanan, menyisir seluruh sudut kota.
Semua rumah sakit sudah Nathan datangi dan hanya kekecewaan yang dia dapati.
"Kemana Baby? Kenapa sulit sekali menemukannya? Bagaimana kalo sampai dia kekurangan uang lagi?" Nathan bergumam cemas.
"Sudah ku bilang Nona Sachi terlalu lincah, dia pasti sudah mempelajari kebiasaan ku yang sering meretas CCTV bos, dia pasti sengaja menghindari semua perangkat yang bisa membahayakan nya! Dia perempuan cerdik!" Sahut Jho.
"Tapi tetap saja, dia jodoh ku, tidak seharusnya dia pergi, cari dia sampai ketemu!" Sambung Nathan.
"Siapa yang kira-kira tahu di mana Nona Sachi sekarang? Apa sebelumnya dia memiliki keluarga di kampung halaman lain?" Jho tiba-tiba saja terpikirkan hal itu sebab dirinya juga perantau.
Nathan menoleh antusias "Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya? Kenapa kita tidak tanyakan langsung sama mantan suami Sachi saja? Mungkin dia tahu di mana kampung halaman Sachi, aku yakin dia ke sana sekarang!" Cetus nya.
Jho manggut-manggut "Baik lah, kita ke tempat suami Nona Sachi saja, mungkin dia tahu." Ungkapnya.
"Yah yah yah, putar arah Jho! Segera! Jangan sampai laki-laki tidak berguna itu juga sudah tidak tinggal di kontrakan lamanya!"
Jho memutar setir tepat di bundaran untuk kemudian menuju tempat di mana Edric tinggal, jika Edric benar-benar tahu keberadaan Sachi maka tidak akan sulit membuka mulut laki-laki mata duitan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Bersambung.... Dukung selalu author dengan Like vote komen dan hadiah nya.... 🤗