Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Angin


__ADS_3

...Area emak-emak, muun maaf........


Angin berhembus dari pintu balkon kamar yang terbuka lebar, Nathan memang sengaja tidak menutupnya karena AC di kamar Sachi tidak terlalu dingin.


Nathan duduk di sisi ranjang dan Sachi berdiri menghadap laki-laki tampan itu dengan tangan yang mengalungi tengkuk.


Rambut Sachi terurai sedikit cepal karena sebelumnya berkeramas dan berendam untuk mendapatkan wangi khas yang Nathan sukai.


Kimono renda transparan berwarna merah terang tengah membalut tubuh Sachi, terlihat jelas di dalamnya ada CD dan bra bertali kecil, belahan dada menyembul indah, bulatannya sangat terangkat karena masih begitu kenyal dan padat.


Nathan memandangi setiap lekuk tubuh gadis cantik yang sebentar lagi akan ia jadikan wanita "Seksi, cantik, tiada yang menandingi bentuk indah ini." Ucap Nathan sembari mengelus bulatan montok di bagian belakang isterinya.


Nathan sudah bertelanjang dada dan hanya memakai underwear hitam ketat yang melekat bahkan sampai menonjolkan bagian pusaka saktinya.


"Daddy juga seksi." Lutut Sachi iseng memberikan rabaan pada junior sang suami.


"Nakal, awas, jangan menyesal! Jangan sampai menangis karena kesakitan, punya suami mu super, ini impor dari Amerika!" Nathan terkikik geli setelah mengucapkan itu.


"Kita coba saja dulu, dari pada Daddy cari perempuan lain." Sambung Sachi.


"Nyari perempuan lain?" Nathan menaikan pupil birunya seperti memikirkan sesuatu "Boleh juga idenya, mungkin ada yang lebih seksi dari ini, lumayan nambah satu lagi istrinya." Selorohnya.


Sachi meredup kan tatapannya, kata-kata Nathan barusan menyakiti hatinya "Aku lupa aku istri ke dua mu!" Lirihnya menunduk.


Jemari anak kiri Nathan menyelusup masuk ke sela-sela rambut milik Sachi sedang ibu jarinya mengusap-usap pipi gadis itu, tatapannya lekat, dan bibirnya mengulas senyum tipis.


"Suami mu hanya bercanda sayang, kamu tetap pemilik sejati ku, mungkin saat ini Baby istri ke dua ku, tapi kamu lah pertama dan terakhir yang berhak memiliki aku seutuhnya. Jangan menangis hanya karena status ke dua mu, hatiku tidak terbelah Baby, hati ku satu dan hanya untuk mu. Percayalah!" Ujarnya tulus.


Mendengar itu Sachi kembali memandang wajah tampan suaminya "Meskipun dari awal aku tahu kamu sudah memiliki istri, tapi, aku manusia biasa, yang juga punya cemburu, jangan pernah mengatakan itu padaku meskipun hanya candaan. Mungkin aku serakah, aku tidak mau berbagi dirimu dengan siapa pun, dulu aku mau kau jadikan simpanan karena uang mu, tapi sekarang aku mau semua yang kamu miliki, dari tubuh mu hingga hatimu." Katanya lirih.


"I love you!" Nathan satukan bibir keduanya dan kali ini Sachi membalasnya begitu liar hingga Nathan terdiam menikmati permainan bibir istri simpanannya.


Inilah kelebihan Sachi, pandai menyenangkan dirinya dari canda guraunya hingga lihainya permainan bibir yang acap kali membangunkan pusaka saktinya.


Kali ini Nathan tak menepisnya karena malam ini juga dia sudah bisa memanjakan sang junior setelah lama hibernasi.


Di rasa cukup bermain-main dengan bibir dan leher suaminya, Sachi mengambil botol madu rasa dari atas nakas, madu yang sudah dia siapkan untuk permen lollipop besarnya.


Nathan sering mengajaknya menonton film biru dan Sachi dibuat penasaran dengan adegan tersebut.


Sachi meminum madu rasa itu tanpa menelannya kemudian memagut pusaka impor milik sang suami tentunya setelah melucuti kain penutupnya.


Dari gerakan perlahan hingga ke sedang lanjut ke tempo cepat Sachi lakukan. Rasa manis dari madu itu membuatnya nyaman melakukan hal ini.

__ADS_1


Tangan Nathan ripuh menyibak-nyibak rambut yang menutupi wajah cantik isterinya.


"Agh, agh!" Sesekali Nathan memejamkan mata, dada bidangnya berfluktuasi seirama dengan hentakan lubang bergerigi yang sedang memanjakan pusaka nya, bibirnya setengah terbuka seperti ikan yang kehausan, menikmati pagutan demi pagutan yang Sachi berikan.


"Kamu menyukainya Baby?" Nathan bertanya sambil menggigit bibir bawahnya menahan rasa ngilu yang acap kali ia dapati.


Sachi mengangguk sambil tersenyum.


Awalnya muat bahkan Sachi terlihat sangat menyukainya. Tapi lama-kelamaan permen loli Nathan berubah ukuran, dari yang level sedang ke yang level besar gila.


Sachi cecap seluruh madu yang masih tertinggal di permen loli Nathan hingga tak bersisa.


Sachi memberhentikan aktivitas nya lalu memijit rahangnya sendiri "Sakit, itu sudah tidak muat lagi!" Keluhnya memelas.


Nathan tersenyum sembari menarik lengan Sachi untuk di baringkan ke ranjang secara pelan-pelan "Sekarang giliran Baby yang berdesah." Ucapnya.


Nathan menarik tali kecil di pinggang hingga lolos dari kaki jenjang Sachi, kemudian mengalungkan kaki gadis itu ke tengkuknya.


Wajah tampannya kini tenggelam pada pintu surga dunia milik isterinya, benda mulus yang tak memiliki sedikitpun bulu. Nathan menyukai bentuk tembam dan kenyalnya.


Benda tak bertulang milik Nathan mulai memporak-porandakan setiap inci isi dalam buah kenyal itu.


Lenguhan yang di iringi deru napas kacau Sachi mulai membuat Nathan semakin bersemangat.


Rambut pekat Nathan menjadi sasaran kegeraman wanita itu "Ough! Emmhhh, ahh!" Sachi menggeleng cepat "Sudah, ku mohon!" Rengek nya, setelah beberapa lama akhirnya Sachi menyerah.


Nathan menurut, bukan untuk menghentikan aksinya, tapi justru beralih ke gaya berikutnya yaitu membenamkan pusaka sakti impor miliknya pada selongsong mulus milik isterinya.


Jemari-jemari Nathan ikut membantu sang junior memilih jalan ke arah surga dunia agar sang pemilik tidak terlalu kesakitan.


"Sakit kah hmm?" Nathan bertanya karena Sachi meringis seperti kesakitan.


Sachi menggeleng dan junior Nathan kembali melanjutkan perjalanan menuju surga dunia milik isterinya.


Awalnya sulit bahkan hampir tak bisa masuk saking sempitnya atau saking besarnya makhluk impor itu, tapi pintu surga dunia Sachi berhasil terbuka seiring dengan hentakan sabar yang Nathan lakukan.


Amblas, setelah hentakan ke tujuh, kini sang junior telah memenuhi ruang sempit yang meremasnya.


"Kenapa? Apa Daddy juga kesakitan?" Tanya Sachi, karena wajah Nathan sempat mengernyit.


Nathan menggeleng "Baby siap yah, sepertinya gairah Daddy, tidak terkendali malam ini." Ujarnya dan Sachi mengangguk.


Perlahan tapi pasti Nathan mulai bergerak dalam tempo lambat dan berangsur cepat.

__ADS_1


Buliran bening milik Sachi mulai menitih hingga memasuki telinga saat mendapati kesakitan di bagian tubuh intinya karena robeknya selaput dara.


Desah, lenguh, yang menggema tiada mampu keduanya kompromi, justru tak mau berhenti mengerang ketika ujung tombak impor itu menghujam mentok sampai ke pangkal.


Bulir-bulir keringat di ubun-ubun Nathan mulai mengembun dan terjatuh meluncur hingga ke pelipis.


Sakit yang sempat Sachi rasakan kini berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara bandingannya.


Baru kali ini dirinya merasakan tubuhnya melayang karena hujaman seseorang, dan tidak tanggung-tanggung hujaman itu berasal dari pusaka impor Amerika.


"Daddy," Sachi menggelinjang hebat dan Nathan bisa merasakan ketegangan itu beriringan dengan lelehan yang semakin membuat pusaka nya licin.


"Sayang, kamu curang! Ini masih tahap awal tapi kamu sudah melepaskannya hmm?" Nathan protes dengan senggal-senggal napas beratnya.


Sachi tersenyum tapi menggeleng.


Nathan pun berhenti untuk beristirahat, di lihat dari raut isterinya seperti sedang melambaikan tangan pada kamera.


Nathan menurunkan tubuhnya menindih hingga menyatu pada raga molek wanita itu.


Sambil menunggu Sachi mengatur napas, bibir Nathan bermain-main dulu dengan kedua buah ranum milik Sachi.


"Daddy. Lagi!" Pinta Sachi kemudian.


Nathan mendongak sambil menyugar belahan rambut yang menutupi pandangan, sedang mulutnya sudah mengunyah bulatan kecil berwarna pink cemerlang milik sang isteri.


Bibirnya tersenyum saat melihat ekspresi merengek Sachi yang meminta lanjut.


Permainan berlanjut sampai beberapa kali Sachi mengeluarkan lelehan hangat hingga tersusul nya sel telur oleh benih-benih ketampanan Nathan Ellard Jackson.


Malam semakin larut, tapi kulit-kulit yang saling beradu itu tak merasakan hawa dingin dari angin kelam yang menerjang masuk.


Bahkan terus mengeluarkan buliran keringat yang perlahan membasahi tubuh keduanya.


"Aku mencintaimu Baby! Kamu hanya milik ku!" Nathan terus mengucapkan kata itu penuh dengan dominasi dan begitulah Dylan mewariskan sifat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung.... Sebelumnya saya katakan lagi, novel SIMPANAN SUGAR DADDY POSESIF akan banyak adegan yang membuat otak kalian tercemar 🙏


Oya ikut Promosi Karya temen ku👇 mampir yaah


__ADS_1


__ADS_2