Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Menggoda


__ADS_3

Di sofa balkon, Gerald dan Ethan tengah memandang rembulan malam yang berseri-seri seakan mencibir keduanya.


Sudah hampir dua bulan, mereka belum menemukan pasangan yang cocok untuk di kenalkan pada Dylan.


Ethan belum juga berhasil menemukan pencopet hatinya, apa lagi Gerald yang kekasihnya masih memiliki suami syah.


Belum lagi kehamilan Keenan masih menjadi bahan pemikiran keduanya.


"Kira-kira siapa bapak dari anak yang di kandung Keenan, Then!" Tanya Gerald. Dia sedikit menoleh ke arah keponakannya.


Ethan menggeleng "Gue sama sekali nggak paham," Jawabnya.


"Menurut Om, apakah setelah tidur bareng gue, Bang Nathan masih sudi memakai istrinya?" Tanya Ethan kemudian.


"Om rasa, ini alasan Nathan pergi malam pulang pagi, dia benar-benar menghindari isterinya karena sudah pernah tidur sana Lu. Tapi, ini baru dugaan Om, bisa saja Nathan benar-benar sudah melupakan Lu punya salah dan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa antara Elu dan isterinya. Bisa jadi anak yang Keenan kandung memang anak Nathan." Terang Gerald.


"Gue jadi kasian ke Bang Nathan, kenapa Daddy harus menjodohkan Bang Nathan dengan Keenan? Kayak nggak ada wanita lain ajah!" Gerutu Ethan.


"Mereka memang di jodohkan, tapi sejatinya kisah ini sudah tertulis dalam takdir mereka masing-masing, jadi ini bukan sepenuhnya salah Bang Dylan." Bela Gerald kepada Abang tirinya.


Ethan menghela napas panjang kemudian membaringkan tubuhnya dengan kedua tangan yang dia jadikan bantal "Semoga takdir ku tertulis bersama dengan gadis pencuri dompet ku!" Doa dan harapan nya masih sama.


"Aamiin!" Sahut Gerald.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


Pada umumnya proses perceraian akan memakan waktu maksimal enam bulan di tingkat pertama, baik di Pengadilan Negeri maupun di Pengadilan Agama. Tetapi jika prosesi sidang berjalan dengan lancar, maka waktu yang diperlukan biasanya tiga sampai empat bulan saja.


Edric dan Sachi bercerai tanpa halangan, keduanya memiliki alasan kenapa memilih jalan perceraian, maka putusan pengadilan pun tidak terlalu berbelit-belit.

__ADS_1


Ini sudah bulan ke enam Sachi menjadi wanita sang penguasa, tapi justru akhir-akhir ini Nathan jarang sekali menemuinya.


Meskipun tak menyentuh isterinya Nathan tetap harus tidur di rumah.


Setelah Keenan hamil, Dylan melarang putranya keluar rumah tengah malam, Dylan tahu sekali bagaimana susahnya wanita hamil saat malam hari.


Tidur pun akan kesulitan karena posisi yang serba salah, apa lagi sekarang usia kandungan Keenan sudah akan memasuki bulan ke tujuh.


Perlahan tapi pasti, perasaan Keenan mulai tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, Nathan yang dia kenal adalah Nathan yang kaku, tapi penyabar juga penyayang.


Tak jarang Nathan membantunya mengusap lembut puncak kepalanya di sela kesulitan tidur wanita hamil itu.


Nathan masih melakukan tugas sebagai seorang suami meskipun tidak menuntut hak batin dari Keenan.


Bukan karena Keenan menolaknya lagi, tapi karena Nathan sudah tidak lagi merasa ingin memiliki hak itu.


Ciuman, pelukan, semua itu masih hanya milik Sachi seorang, Nathan tahu itu berdosa, makanya malam ini juga Nathan meresmikan hubungannya bersama kekasih gelapnya.


Satu bulan yang lalu, Nathan mendatangi rumah kediaman Sachi dan calon mertuanya.


"Tentu saja, Tante setuju, Tante sangat setuju, terimakasih sudah banyak membantu keluarga Tante, dan mau menerima segala kekurangan keluarga kecil Tante. Tapi, bagaimana dengan orang tua Nak Nathan sendiri? Apakah mereka mau menjadi besan wanita tidak tahu malu ini?" Sambung Mariam.


"Kalo masalah keluarga Nathan, mereka memang belum tahu, tapi, Nathan janji, secepatnya mereka akan tahu. Sementara ini biarkan hubungan ku bersama putri Tante halal dan tidak berzina dulu."


Tak ada penolakan karena Mariam tahu, kali ini Sachi memilih laki-laki yang baik, buktinya Nathan memberikan banyak fasilitas juga berhasil membantu Sachi terlepas dari jerat Edric si manusia tidak berguna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah mempelai wanita, Nathan melakukan proses pernikahan ke dua nya.


Selain penghulu dan mempelai. Hanya ada Mariam, Jho dan beberapa antek-antek kepercayaan Nathan saja yang menjadi saksi penyatuan halal ini.


Syah sudah mereka menjadi sepasang suami istri, tak ada yang boleh memisahkan mereka karena hubungan ini sudah di syah kan meskipun tidak di legalkan secara hukum negera.

__ADS_1


"Orang bilang istri siri tidak memiliki kekuatan, tapi, aku berjanji, kamu akan mendapatkan hak yang layak sebagai istri ku. Semoga kedepannya pernikahan ini akan tercatat dan memiliki buku nikah." Ujar Nathan tersenyum.


Di atas ranjang pengantin berhiaskan kelopak bunga mawar merah, Nathan dan Sachi duduk bersila berhadap-hadapan, matanya saling memandang satu sama lain, tangannya silih menggenggam erat seolah tak mau berpisah.


Tiga jam yang lalu keduanya baru saja selesai melakukan ritual sakral penyatuan cinta mereka.


Mariam dan Jho membiarkan Nathan dan Sachi masuk untuk menikmati malam pertamanya sebagai sepasang suami istri yang syah.


Sachi tersenyum "Apa Om mencintai ku? Sebesar apa ingin mu, menjadikan ku istri yang akan menemani hidup mu selamanya?" Tanyanya ibu jarinya mengusap-usap punggung tangan suaminya.


"Jika ingin itu menjadi batu, mungkin bumi akan amblas karena tak mampu menahan beratnya, jika ingin ku menjadi kabut asap, sudah di pastikan tidak ada makhluk hidup yang bisa bernapas karena kabut cinta ku akan memenuhi seluruh penjuru dunia." Jawab Nathan tersenyum hingga lesung di pipi tertampil begitu impresif.


"Gombal!" Tampik Sachi.


"Serius!" Bibir Nathan mendekati wajah isterinya dan bukan lagi wanitanya "Hanya dalam waktu singkat kamu berhasil membuat ku jatuh cinta, kamu lah, obat dari segala kesah ku, kamu lah belahan jiwa ku, aku sangat menyayangi mu, tidak ada yang boleh menatap mu seperti ini selain aku saja!" Lanjutnya penuh dominasi.


"Kamu, sugar Daddy posesif ku!" Sela Sachi seraya menautkan ujung hidungnya pada ujung hidung suaminya.


Nathan terkikik geli mengingat kembali kejadian saat awal dirinya menawarkan Sachi menjadi simpanan, tak menyangka sekarang simpanan itu sudah menjadi isteri syah nya meskipun masih tersimpan rapat-rapat keberadaannya.


Dari jarak yang sangat dekat, mata keduanya saling bertemu kemudian di susul dengan bibir yang silih menyatu sedikit lebih lama hingga membuat ketegangan suasana.


Bibir mereka sudah terlepas tapi kening keduanya masih bertautan "Kamu milikku kan Baby!" Tanya Nathan.


Sachi bahkan menghela hembusan napas yang Nathan buang "Aku milik mu, tapi, apakah Om milikku?" Tanya baliknya.


"Tentu saja! Sekarang panggil sayang, jangan Om lagi!" Protes Nathan.


Sachi tersenyum sambil menggeleng "Daddy saja deh, mungkin setelah malam ini akan ada Baby kecil yang memanggil mu Daddy." Usulnya menyengir.


"Boleh, jadi, rupanya Baby ku sedang menggoda ku hmm?" Goda Nathan dan bersatu lah kembali bibir keduanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2