Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Galau + Visual.....


__ADS_3

Setelah percekcokan receh, Gerald dan Ethan pulang ke mansion milik Dylan Jackson.


Sebenarnya Ethan masih sanggup menunggu gadis cantik pencuri dompet sekaligus hatinya, tapi Gerald terus meminta pulang saking sudah jenuh nya menunggu selama berjam-jam dan tak muncul juga batang hidung gadis Ethan.


Tepatnya pukul 21:00 Gerald memarkir mobil di pekarangan luas milik Abangnya kemudian mereka turun secara bersamaan dengan Ethan.


Di teras rumah sudah ada Dylan tengah mengusung tatapan tajam pada kedua pemuda tampan ini.


"Dari mana saja kalian?" Tanya Dylan dingin setelah sampai nya kedua pemuda itu.


Gerald menggaruk tengkuk "Dari, itu, tempat, ..."


"Apa hanya ini yang bisa kalian lakukan? bersenang-senang dengan para wanita? Tidak punya niat untuk mengambil peran di perusahaan?" Sela Dylan memangkas ucapan adiknya "Kamu sudah seharusnya menikah bukan? Cari gadis cantik lalu lamar!" Lanjutnya pada Gerald.


Dylan beralih pada Ethan "Kamu juga, sudah seharusnya menikah, kalo dalam jangka waktu lima bulan kalian tidak memperkenalkan calon istri kalian padaku. Terpaksa aku harus mencari kan jodoh untuk kalian!" Ancamnya.


Gerald menggeleng "Memangnya ini jaman Siti Nurbaya Bang?" Protesnya.


"Iya, kita laki-laki milenial, perjodohan?" Timpal Ethan dengan cengiran remeh "Yang benar saja Daddy!" Bantahnya.


Rahang Dylan mengeras bahkan tangannya mengepal, kedua pemuda itu memang selalu membuat huru-hara "Kalo begitu, angkat kaki!" Bentak nya melotot.


Alih-alih pergi Gerald dan Ethan justru mengangkat satu kakinya secara bersamaan "Apa Daddy menghukum kami lagi?" Tanya Ethan memelas dan Gerald mengangguk ikut mendukung pertanyaan keponakannya.


Dylan memejamkan matanya "Oh Tuhan, kenapa dua pemuda ini selalu membuat ku emosi!" Batinnya.


"Aku mengusir kalian! Angkat kaki dari sini! Hidup lah dengan mandiri di luar sana! Tidak ada fasilitas!" Lanjut Dylan sangat keras sambil menunjuk ke arah pintu gerbang utama.


"Hah?" Ethan dan Gerald terkesiap dan saling menatap lalu kembali memandang Dylan "Di usir?" Tanyanya histeris.


"Yah, bawa koper kalian pergi dari sini!" Sambung Dylan cepat.


Dari dalam rumah Reno sang asisten mendorong dua koper besar milik kedua bujangan itu "Silahkan Tuan muda, saya sudah menyiapkan semua pakaian Tuan muda dalam koper-koper ini." Tuturnya.


"Apa?" Ethan terperangah "Apa Daddy serius mengusir kami? Hanya karena kami belum mau menikah? Jodoh sudah ada yang mengaturnya Daddy, jadi, ..."


"Aku kasih waktu lima bulan untuk kalian memperbaiki diri, ambil peran di perusahaan, lalu segera mencari calon teman hidup." Ujar Dylan menyela ucapan putra bungsunya.


"Atau kalian, aku coret dari bagian keluarga ku! Pilihan ada pada kalian! Dan jangan harap malam ini kalian bisa pergi ke klub seperti biasanya! Aku menutup semua akses ajojing kalian! Semua fasilitas akan ku cabut tanpa terkecuali!" Sentak Dylan menimpali.

__ADS_1


"Baiklah." Pada akhirnya Gerald setuju, dari pada harus kembali ke rumah Garry ayahnya.


Sudah pasti Garry akan menyuruhnya menjadi seorang dokter, No! Gerald saja sangat takut jarum suntik lalu apakah harus selalu berurusan dengan benda itu? Baiklah dia lebih memilih tinggal bersama abangnya yang otoriter.


"Om! Lu serius?" Tanya Ethan mengernyit menatap protes Gerald.


"Tentu saja, apa lu mau hidup di jalanan tanpa fasilitas? Gue sih ogah!" Bisik Gerald di telinga Ethan.


Ethan mencebik geram saking dilemanya lalu menatap Dylan "Ok, Ethan terima, sebelum lima bulan Ethan sudah akan membawa calon istri padamu, Daddy!" Katanya lantang.


Dylan manggut-manggut "Ok! Selamat berusaha! Dan ingat, hanya wanita yang lolos seleksi ku, yang boleh kalian nikahi." Tuturnya.


Gerald dan Ethan melotot secara bersamaan "Seleksi? Daddy, jangan semaunya dong, ini sih sama saja Daddy yang meng, ...."


"Pilihan nya hanya dua. Setuju atau bawa koper kalian pergi dari rumah ini! Gampang!" Pungkas Dylan lalu melengos pergi memasuki rumah miliknya.


Gerald menepuk jidat "Kenapa pak Bos jadi otoriter begitu? Apa hanya Nathan yang dia sayang di rumah ini? Aaahh!" Gerutunya seraya membuang muka bahkan kakinya terayun serampangan.


"Karena cuma bang Nathan yang penurut, lihat lah kita bahkan selalu membantah ucapan Daddy!" Timpal Ethan dan Gerald menghela napas panjang. Berusaha menerima keputusan yang Dylan ciptakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ethan melamun sambil menengadahkan wajahnya memandang langit yang di hiasi pendar remang-remang rembulan malam sedang tangannya mendekap erat topi hitam milik gadis pencuri hatinya yang tak sengaja dia temukan di sebelah mobil kemarin malam.


"Kayaknya gue harus cepat menemui tuh cewek pencopet, dia cantik, seksi, manis, imut, pasti Daddy setuju gue menikahi tuh cewek." Setelah lama terdiam Ethan membuka obrolan.


Gerald menghela "Terus gue? Gimana? Tante Mei masih punya suami, masa gue kenalin dia ke Daddy lu, yang ada di tendang dari sini, terus di mutilasi sama suami Tante Mei, gue!" Ujarnya.


Ethan menoleh "Salah Om sendiri! Umur lu masih dua puluh lima tahun, masa suka sama Tante- Tante hah? Ngga lucu!" Cibir nya.


"Ya emang gue ngga ngelawak, dimana lucunya? Gue serius jatuh cinta sama Tante Mei." Sambung Gerald.


"Tapi dia udah punya suami, mending lu cari yang lain dah, masih banyak Tante- Tante yang jomblo, jangan yang masih berstatus istri!" Tutur Ethan.


"Gue cuma menghibur kesepian Tante Mei, tapi ngga pernah macam-macam, nah elu? Nidurin istri Abang lu!" Sela Gerald.


"Sssuuuuutttt!" Ethan membekap mulut Om nya sambil berdesis "Jangan sampe Daddy denger Om! Lu mau gue di tendang dari sini hah?" Lirihnya namun ada penekanan di setiap katanya.


Gerald menepis tangan Ethan "Lagian sok nyeramahin gue, elu ajah amburadul hidupnya!" Ujarnya.

__ADS_1


Ethan menaikan ujung bibir lalu kembali memandang rembulan.


Keduanya terdiam dengan pergulatan batin masing-masing. Tantangan ini apakah mampu mereka lewati? Atau harus menerima usiran dari sang Tuan besar? Biarlah malam ini mereka merenungkan nasibnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Visual dedengkot nya, yaitu Daddy Dylan Jackson pemilik perusahaan Jack group, meliputi kontruksi, pabrik bahan bangunan, dan perusahaan yang bergerak di bidang painting juga dia miliki. Bule, yah dia blasteran Amerika Indonesia....



...Visual Mami Jelita/ Jeje, istri Dylan asli keturunan Indonesia....



...Visual Nathan Ellard Jackson, putra pertama Dylan Jackson, berwajah sedikit bule karena menuruni ayahnya....




...Visual Ethan Erland Jackson, (Penyebutan nama nya adalah I-then bukan etan yah Kaka) putra kedua Dylan Jackson, berwajah Indonesia asli seperti ibunda tercinta....




...Visual Sachi, pemeran utama perempuan, yang di katakan istri perawan yang terjual....



...Visual Keenan, (penyebutan nama nya Kinan) isteri syah Nathan yang justru mencintai Ethan....



...Visual Gerald tokoh penting juga di cerita ini, karena dia kesayangan author. Adik tiri Dylan Jackson, jadi Gerald sendiri adalah Om Nathan dan Ethan. Bagi yang bingung kenapa usia Gerald sama dengan keponakannya. Boleh baca novel sebelum ini, Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan....



__ADS_1


...Cukup yah gaiss sementara itu dulu visualnya.Jangan lupa like komen Vote nya.......


__ADS_2