Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Terperangah


__ADS_3

Sachi sendu menatap pintu kamar yang Nathan tutup dengan hentakan sangat keras.


Sekarang apakah Keenan yang akan mendapatkan hukuman seperti dirinya beberapa waktu yang lalu?


Kecemburuan lagi-lagi dia rasakan, padahal dari awal dia tahu bahwa dirinya menikahi pria beristri, dan salah satu resikonya adalah berbagi suami.


"Selamat tinggal Om! Mungkin hadir ku hanya akan menjadi benalu mu!" Batinnya.


Sebuah tangan menarik pergelangan tangannya secara arogan "Ikut aku!" Katanya memaksa.


Ethan membawanya melangkah menuju sebuah lift, ada gurat lain yang Ethan terbitkan di wajah tampannya. Senyum manis menggoda yang biasanya dia sungging, kini tak lagi dapat Sachi lihat.


Lift terbuka dan Ethan menarik paksa Sachi masuk ke dalam ruangan itu, di sudut kan nya Sachi ke permukaan dinding lift dan raut wajah mencekam tersuguh di hadapan wanita itu sekarang.


"Mau apa kamu?" Sachi gemetar, bukan karena apa-apa, setelah tahu Sachi seorang simpanan tatapan Ethan menjadi lain sekarang.


"Jadi kamu simpanan Bang Nathan hmm?" Geram Ethan saat bertanya, kedua tangannya membelenggu tubuh mungil itu sedang tubuhnya dia tundukkan agar wajah mereka mampu sejajar.


"Bukan urusan mu!"


"Hayyyss!!" Ethan berpaling sesaat sebelum kemudian ia menatap Sachi kembali "Berapa dia membayar mu permalam hmm? Kau tahu Sachi, aku memang bukan CEO seperti Abang ku, tapi aku mewarisi bakat ayah ku, aku bisa lebih kaya darinya hanya dengan menjual lukisan ku saja! Kau tahu terakhir kali aku menjual satu karya ku mencapai puluhan milliar? Kalo aku mau, aku juga bisa kaya sepertinya." Jelasnya geram.


Sejatinya Ethan memang malas menjual karyanya, karena menurutnya sebuah karya tidak akan pernah bisa terjual. Jiwa seni melekat padanya. Kendati harus menyeleweng dari prinsip, demi Sachi dia akan melakukan apa pun.


"Lalu apa hubungannya dengan ku?" Sela Sachi santai.


"Jadilah istri ku, sudahi hubungan yang tidak sehat ini. Jangan kau ganggu hubungan Bang Nathan yang sudah menikah, itu berbahaya bagi mu juga baginya kau paham!" Nada Ethan berangsur naik bahkan berteriak dan menggema dalam ruangan kecil itu.


Bagaimana jika Dylan ayahnya tahu? Sudah pasti Sachi dan Abang kesayangannya terkena hukuman.

__ADS_1


"Aku tidak menggangu Abang mu, dia lah yang menginginkan ku! Dia yang menyandera ku dengan uang-uang nya!" Sambung Sachi enteng.


"Oya? Dan kau mau? Berapa banyak keuntungan yang sudah kamu dapat dari Abang ku? Aku bisa memberi mu berlipat-lipat dari yang sudah kau dapat darinya! Setidaknya aku hanya memiliki mu, tidak berbagi dengan wanita lain!" Timpal Ethan, rahangnya masih tegas sepertinya laki-laki itu sudah terlanjur murka.


"Kau tahu kenapa aku tidak menyentuh mu Sachi? Karena aku benar-benar serius padamu, aku serius mau menjadikan mu istri ku, tapi rupanya kau memanfaatkan ku untuk bertemu dengan Abang ku, Sachi?" Kecewa sekali yang Ethan tampilkan "Kau pikir aku tidak sakit hati hmm?" Tambahnya.


"Sudah ku bilang, aku ikut bersama mu bukan karena aku menyukai mu, ..."


"Tetap saja kau memanfaatkan ku Sachi!" Teriak Ethan menyela ucapan wanita itu bahkan teriakan nya bersamaan dengan suara gebrakan tangan Ethan yang geram memukul permukaan dinding lift.


Ethan mengusap wajahnya gusar sambil mondar-mandir di hadapan Sachi, entah kenapa dirinya merasakan kecewa yang begitu menusuk jantung hatinya, inilah pertama kalinya dia merasakan hal aneh seperti itu.


Di sela mondar-mandir nya, ekor matanya melirik Sachi yang terdiam tanpa kata, Ethan kembali mendekati Sachi dan menyudutkan Sachi kembali.


"Layani aku satu malam saja, setelah itu kau boleh memutuskan untuk menerima lamaran ku atau tidak! Setidaknya aku akan menjadikan mu wanita terhormat, bukan simpanan Sachi!" Ethan mulai bernegosiasi.


"Jangan bertindak kurang ajar padaku I-then!" Sachi tahu sekali sekarang Ethan mulai berani menawarnya.


Tatapan Sachi benar-benar fokus pada bibir sensual Ethan yang bercakap-cakap menawar dirinya.


"Aku akan memberimu apa saja, asal kau mau bersama ku malam ini!" Ethan memangkas jarak di antara mereka, dan yang ia tuju adalah bibir merona milik Sachi.


"I-then! Jangan kurang ajar kamu!" Sachi memalingkan wajahnya ke kanan dan hanya pipi saja yang dapat di gapai oleh bibir Ethan.


Ethan terus menyatukan tubuh mereka, tadinya Ethan tak mau sembarangan menyentuh Sachi karena dia benar-benar serius ingin meminang wanita cantik itu. Setelah mendapat kekecewaan Ethan menjadi berubah pikiran.


Mungkin setelah melewati malam panjang bersama, Sachi akan memilih nya.


"Menikah dengan ku, aku bisa memberi mu semua yang kau mau!" Bisikan merdu yang penuh dominasi Ethan terdengar menakutkan.

__ADS_1


"Lepas I-then!" Sachi dorong kuat-kuat pundak Ethan hingga terlepas dan satu tamparan mendarat sempurna pada pipi kiri laki-laki itu.


Satu jari telunjuk terarah lurus pada wajah tampan pemuda itu "Cam kan I-then! Aku bukan pelacur I-then! Aku ini resmi istri Abang mu! Aku kakak ipar mu!" Sachi pada akhirnya speak up.


"Istri katamu?" Ethan terperangah tak percaya mendengar kalimat Sachi yang di luar nalarnya berdenging memekakkan telinga.


Sachi mengangguk pasti "Yah, aku istri ke dua Abang mu, Om Nathan sudah menikahi ku dua bulan yang lalu! Hubungan ku bersamanya sejak aku masih menjadi istri suami pertama ku, kami sudah lama berhubungan bahkan hampir satu tahun, dari sebelum Keenan positif hamil anak mu sampai sekarang kandungannya sudah delapan bulan." Terang nya.


Ethan mendelik "Anak ku?" Lirihnya. Tubuhnya bergetar seperti tidak mampu menerima kenyataan.


"Kau pikir kau lebih suci dari ku I-then?" Sachi memandang remeh pemuda itu "Berkaca lah, kau lebih bejat dari semua orang yang terlibat di sini! Kau sendiri yang membuat Abang mu berpaling dari Keenan, kau sendiri yang menghancurkan hatinya!" Teriak Sachi histeris.


Air mata kembali meleleh, mengingat kembali betapa naas dirinya terjebak cinta rumit dengan laki-laki penguasa hatinya.


"Aku hadir di tengah-tengah frustasi Abang mu, aku yang menjadi penyembuh lukanya, tapi setelah itu, aku yang sekarang terabaikan." Sachi menepuk dadanya beberapa kali, tanda kekecewaannya. Suaranya terdengar gemetar bahkan di selingi isak yang serak.


"Semua ini salah mu I-then, semua ini salah mu! Karena kau menghamili Keenan, Abang mu menjadikan ku pelarian cintanya!" Pekik Sachi kembali.


Dalam ruang sempit itu keduanya berdebat, entah di lantai berapa sekarang mereka, keduanya bahkan tak memikirkan hal itu.


"Harusnya kamu yang bertanggung jawab, anak yang Keenan kandung itu anak mu!" Tukas Sachi dan Ethan masih hanya diam saja, mendengar derai kata yang Sachi lontarkan.


"Kau tahu I-then? Om Nathan menutupi skandal ini karena tidak mau membuat mu di usir dari rumah besar Daddy mu! Dia harus menghadapi masalah seorang diri dan sekarang kau justru ingin menjadikan istri ke dua Abang mu wanita malam mu?" Tohok nya menimpali.


"Cih!" Sachi berdecih kesamping "Laki-laki macam apa kamu I-then?" Cibirnya.


Ethan masih setia dengan geming hening senyap sepi yang entah kenapa tak mampu dia tinggalkan "Keenan hamil anakku?" Batinnya.


Apakah Nathan tak sudi menyentuh Keenan lagi setelah di jamak olehnya? Berbagai macam jenis pertanyaan bergulat dalam pikirannya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung..... Insya Allah up lagi secepatnya, tolong kasih komentar dulu, buat menghibur ku, asupan semangat penulis adalah Like dan komentar Kalian 🤗


__ADS_2