Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Ringkus


__ADS_3

Sachi melangkah cepat bahkan berlari menerobos tirai hujan, ranai sudah gaun putihnya terkena air.


Dandanan yang acak-acakan semakin tak keruan setelah di hujam tetesan air.


Sulit langkahnya, sekarang dia melepaskan satu persatu sepatu heels miliknya, lalu menentengnya.


Dia berlari lagi terus melaju dan sebuah mobil Van sudah bersiap membawa sosoknya.


Brugh! Sachi duduk di jok penumpang bagian depan. Debar jantung yang bertampiaran lumayan mengganggu pacu napasnya.


"Gimana? Sudah siap kah hah?" Seorang pria menanyakan padanya. Dialah Edric yang sore tadi Sachi mintai pertolongan untuk memindahkan Mariam ke rumah sakit lain.


Sachi mengangguk "Antar aku ke rumah sakit tempat Ibu di rawat." Titahnya.


"Baik lah, sayang." Laki-laki itu menyengir sambil melirik sekilas ke arah wanita ini. Segera dia melajukan mobilnya meninggalkan tempat berbintang itu.


Tak ada pilihan lain selain meminta bantuan pada Edric yang punya otak licik, di tengah kegundahan hatinya sore tadi Sachi menelepon mantan suaminya.


Penawaran yang Sachi sodorkan pada Edric begitu menggiurkan, Edric sangat tertarik untuk mengambilnya.


"Bantu aku memindahkan Ibu, setelah itu bantu aku keluar dari hotel, kau akan mendapat banyak uang dari ku!" Kata Sachi sore tadi.


Tentu saja Edric mau, bahkan beringas sekali dia menyambutnya. Tepatnya jam lima sore Edric mengurus perpindahan pasien dan Sachi harus berdandan juga mengganti pakaiannya untuk kemudian menuju hotel.


Beberapa kendala juga Sachi temui saat dia harus di hadapkan dengan sekawanan pria besar suruhan suaminya.


Rencana Sachi sudah matang sedari awal, meskipun ada sedikit drama kecoh mengecoh terlebih dahulu, sementara sore itu Nathan masih sibuk mengurus acara syukuran isteri pertamanya, maka mulus lah jalan Sachi.


Sachi yakin Nathan bahagia tanpa nya, buktinya setelah menikahinya hanya pernah dua kali saja Nathan menemuinya.


Di malam pertama dan setelah dua Minggu, Nathan baru bisa datang lagi. Minggu-minggu berikutnya Nathan tak bisa hadir lagi dengan alasan isteri pertamanya terpeleset dan lain sebagainya.


Sachi bukan wanita yang penyabar dalam hal berbagi cinta, Sachi lebih memilih pergi karena dirinya tak mau di jadikan pemuas kebutuhan seksual suaminya.


Sejatinya bukan itu saja alasannya menyerah, Sachi tau Sachi hanya akan menjadi benalu jika terus berada di sisi Nathan, maka itu dia lebih memilih pergi, entah akan kembali atau tidak, Sachi belum memikirkan hal itu.


"Kenapa kamu kabur dari suami kaya raya mu hmm? Apa kau merindukan ku?" Sembari menyetir Edric bertanya pada mantan isterinya.


"Bukan urusan mu, sekarang kau budak ku, jadi tidak sepantasnya menanyakan itu!" Sela Sachi dengan nada dinginnya.


"Baik lah, terserah kau saja!" Edric kembali fokus pada jalanan yang masih terguyur hujan lebat.


Mampu kah Sachi pergi dari semua orang? Menghindari Edric dan keluarga Jackson? Dalam keheningan, otak Sachi justru riuh bahkan bising dengan pergulatan batinnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


_


Masih di waktu yang sama. Dalam kamar hotel berkelas presidential suite.


Keenan terduduk di sisi ranjang sambil memegangi perut buncitnya, sesekali menghela napas juga membuangnya sekedar untuk mengurangi rasa nyeri yang dia rasakan. Kondisi Keenan seperti itu setelah Nathan melangkah pergi meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Jelita berteriak pada orang-orang yang berada di sekitarnya "Daddy!!" Meski demikian suaminya lah yang dia serukan.


Dylan melangkah cepat memasuki kamar sewaan putra sulungnya, oh, alangkah terkejutnya dia melihat menantu dan istri tercintanya dalam keadaan panik juga cemas.


"Daddy, sepertinya Keenan mau melahirkan, ketubannya sudah pecah!" Panik Jelita.


Seketika ingatannya beralih kala dirinya berada pada posisi yang sama dengan yang sedang Keenan alami, yaitu saat Ethan harus lahir di usia kandungan yang belum genap delapan bulan.


"Panggil ambulance!" Titah Dylan berteriak, kekacauan ini lumayan menyulut amarah sang kepala di keluarga Jackson.


Barusan Dylan mendengar berita dari orang-orangnya, bahwa di luar putra-putra nya tengah berseteru sementara Keenan membutuhkan bantuan. Dylan geram.


Tak berapa lama pihak hotel membawa kursi roda untuk kemudian membantu Jelita membawa ibu hamil itu turun dengan lift.


Dylan melangkah keluar, dia memasuki lift yang berbeda di iringi beberapa antek-antek nya.


"Kirim orang untuk menyebar! Cari perempuan sundal itu, lalu bawa putra-putra ku kembali ke rumah!" Nada Dylan dingin sedang rahangnya mengeras bahkan tangannya mengepal.


Begini kah cara Nathan mencari masalah dengannya? Akhirnya setelah sekian lama putra mahkota yang dia bangga - bangga kan mempunyai celah pula.


Seluruh media menyoroti keluarganya sekarang, satu video sudah tersebar, video yang sengaja di ambil saat Keenan melabrak Sachi di depan kamar hotel putra sulung Dylan Jackson.


'Pergoki pelakor di kamar hotel', adalah topik panas yang ramai di perbincangkan warganet saat ini.


Video yang sudah terlanjur tersebar mana bisa di hapus, semua orang sudah melihatnya, bahkan media memiliki salinan videonya.


Ini benar-benar membuat Dylan sangat murka, Dylan sudah sering mewanti-wanti agar putra-putra nya tidak berurusan dengan wanita sundal perebut suami orang.


Dylan keluar dari lift dan berjalan menuju lobby kemudian keluar dari bangunan megah itu. Mobil BMW lah yang dia masuki sekarang. Satu sopir dan satu asisten personal duduk di jok depan. Di belakang ada satu mobil yang mengikutinya.


"Kita susul Nyonya kalian ke rumah sakit, setelah itu pastikan putra-putra ku pulang sebelum pagi!" Titahnya.


"Jangan lupa, ringkus juga sundal itu, di mana pun dia berada, bawa dia kehadapan ku! Sebelum pagi ini!" Tambahnya.


"Baik Tuan!" Reno sudah sangat hapal dengan apa yang harus dia lakukan. Reno lah kordinator seluruh orang-orang tangkas Dylan saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat lain, mobil Nathan sudah memasuki halaman rumah rahasia yang sebelumnya Sachi tinggali. Ketiga pria tampan itu tergesa-gesa berjalan masuk ke dalam rumah.


Ethan dan Jho memilih duduk di sofa ruang tamu untuk kemudian membuka laptop yang akan menjadi alat pencarian Sachi.


Jho sangat pandai melacak keberadaan seseorang, dia akan melakukan peretasan guna mengetahui kemana Sachi pergi setelah keluar dari hotel.


Sementara Nathan menaiki anak tangga menuju kamar milik Sachi, dia melangkah masuk dan menelisik seluruh sudut tempat.


Ada beberapa koper besar yang masih berjajar di sisi ranjang, Nathan buka satu persatu koper tersebut, dan surat-surat tanah yang dia alihkan pada Sachi masih ada di dalam sana.


Nathan mengernyit "Baby pergi tanpa membawa semua ini? Akan hidup dengan apa dia setelah ini? Bodoh! Setidaknya sebelum aku menemukan nya, dia tidak kekurangan! Kenapa bodoh sekali dia!" Rutuk nya.


Nathan duduk di tepi ranjang, dia mengutak-atik gawai tipis miliknya, gegas dia memeriksa log aktivitas debit platinum yang dia berikan pada Sachi, dan sore tadi terakhir Sachi menarik uang dalam jumlah yang cukup besar.

__ADS_1


Nathan menghembus nafas lega sambil memejamkan matanya "Syukur lah, dia tidak akan kekurangan dalam waktu dekat ini." Gumamnya.


Nathan kembali keluar dari kamar lalu menuruni anak tangga kembali, Nathan menemui kedua pria yang masih setia dengan gawai persegi canggihnya.


"Gimana, Sachi ku lari ke mana?" Nathan duduk di sofa yang bersebelahan dengan Jho sembari menatap layar laptop yang Jho mainkan.


"Dari hotel, dia naik mobil Van, tapi nomor seri nya tidak terpasang! Sepertinya dari awal Nona Sachi sengaja mengecoh kita!" Jawab Jho tanpa menoleh.


"Aku sudah memblokir semua akses sistem lain yang mencoba masuk ke situs ini, supaya rekaman ini tidak bisa di lacak oleh orang-orang Tuan besar, tapi ini hanya bersifat sementara, sekarang aku akan mencari di mana mobil Nona Sachi berada." Kata Jho lagi.


"Segera lah, sebelum dia pergi jauh dari kota ini!" Ethan cemas meskipun dirinya tidak yakin.


Terakhir kali dia melihat kondisi Mariam sepertinya Mariam tidak memungkinkan untuk di bawa pergi terlalu jauh.


Jho membuka seluruh akses CCTV yang berada di kotanya. Begitulah keahlian khusus pria tampan itu. Mampu menembus sesuatu yang tidak bisa orang lain tembus.


Jho menaikan ujung alisnya "Rupanya Nona Sachi belum terlalu jauh Bos! Kita langsung saja menuju lokasi!" Ajaknya.


"Di mana?" Nathan masih belum paham dengan apa yang Jho lihat di layar laptopnya.


"Rumah sakit! Tapi semoga saja ini bukan tipuan nya lagi, aku mempelajari sifat Nona Sachi yang penuh intrik, bisa saja dia sudah mengecoh kita lagi bukan?" Sambung Jho.


"Apa pun itu, kita coba saja ke sana!" Nathan melangkah lebih dulu keluar dari ruangan.


Bimbang hatinya masih mendera, entah apa yang harus dia lakukan untuk menyembunyikan istri keduanya dari kejaran orang-orang ayahnya. Nathan frustasi.


"Tunggu Tuan muda!"


Tiba di luar, beberapa pria menghalangi jalannya, pandangan Nathan mengedar, di lihatnya orang-orang berbadan kekar mengepung kediaman rahasia Sachi.


"Maaf Tuan muda, kalian harus ikut dengan kami!" Ucapnya.


Nathan terkesiap "Minggir!" Titah nya, dia tahu bahwa orang-orang itu milik ayahnya. Tapi dari mana mereka bisa tahu tempat rahasia ini? Rupanya canggih sekali antek-antek Dylan jika sudah mendapat perintah.


Ethan dan Jho menyusul di belakang tubuh Nathan, oh tidak, rupanya dengan sigap para pria berbadan besar itu meringkus satu persatu laki-laki tampan ini.


Dalam apitan antek-antek Dylan, Nathan dan Ethan meronta "Bangsat! Lepas kata ku!" Teriaknya memerintah.


"Kita langsung bawa Tuah muda ke rumah utama Tuan besar!" Satu pria yang sepertinya lebih tinggi jabatannya, memandu pria-pria besar itu.


"Bangsat kalian, lepas!"


Tak ada satupun kata-kata Ethan dan Nathan yang mereka turuti. Mereka bekerja untuk Dylan bukan untuk putra-putra mahkotanya.


"Lepas! Kalian jangan main-main dengan ku! Atau aku akan membuat perhitungan setelah ini!" Ancam Nathan.


"Maaf Tuan muda, apa pun yang akan terjadi nanti, saat ini saya di tugaskan untuk membawa Tuan muda menghadap Tuan besar, jadi maaf kan kelancangan kami!" Jawab satu pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung.... mohon bersabar karena othor lagi banyak kesibukan, insya Allah up lagi... Silahkan ramaikan kolom komentar biar othor makin semangat.... terkadang komentar kalian menjadi inspirasi ku juga ...🤗

__ADS_1


__ADS_2