Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Detik-detik menuju Ending


__ADS_3

"Sepuluh bulan?" Nathan mengernyit memandang wajah cantik isterinya "Bukannya sepuluh bulan yang lalu, awal pertemuan kita?" Tanyanya.


Sachi mengangguk "Iya, tepat di malam pertama kita bertemu, sebelumnya aku sudah lebih dulu bertemu dengan I-then, dia salah satu korban ku, Sachi masuk ke dalam mobil Daddy karena bersembunyi dari kejaran I-then." Katanya mengaku.


Mendengar kenyataan ini sontak tatapan mata Nathan menjadi nanar, ada sesuatu yang membuat laki-laki itu ketakutan.


Penuh dominasi Nathan mendekap erat tubuh mungil isterinya "Kau hanya milikku Baby, kendatipun I-then lebih dulu bertemu dengan mu, tapi dari awal sampai akhir, Tuhan sudah menjodohkan kita." Ucapnya. Sachi terdiam dalam dekapan hangat suaminya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya,


Sunggingan senyum manis menyingsing begitu impresif di hati para tamu undangan. Kedua mempelai tampak bahagia setelah melewati beberapa aral rintangan.


Oh Tuhan, akhirnya mereka berhasil berdiri berjajar di atas pelaminan yang sama, dan di saksikan oleh banyak orang, bahkan di liput beberapa stasiun televisi.


Bukan lagi simpanan, Sachi kini sudah menjadi istri syah secara agama juga negara, Sachi telah memiliki harkat martabat yang baik di mata dunia.


Acara pesta pernikahan yang di adakan secara dadakan ini rupanya berjalan sangat lancar dan ramai. Orang-orang elit berpakaian mewah itu juga tampak mengumbar senyum manis.


Dari yang pengusaha hingga yang seniman, semuanya hadir menjadi bagian dalam pesta pernikahan kedua pemimpin konsorsium DJ group.


Yah, selain Jack group, Dylan Jackson juga mengamanatkan DJ group pada putra sulungnya.


Dahulunya, Jack group sendiri adalah warisan yang turun dari Edbert Jackson yaitu ayah Dylan Jackson, sementara DJ group ialah perusahaan yang Dylan bangun dengan beberapa penguasa di tanah air tercinta.


"Mari, silahkan." Di tempat yang lumayan jauh dari pelaminan Jelita tersenyum manis pada seluruh tamu-tamu nya. Salah di antara mereka juga ada mantan suami membawa anak gadis yang sangat cantik.


"E'den!" Sapa Jelita pada laki-laki berwajah tampan itu tersenyum, sebelum di jodohkan keduanya adalah sahabat yang sudah seperti kakak dan adik, maka setelah bercerai pun mereka memutuskan untuk menjadi sahabat kembali.


Dylan memutar bola matanya, tak menyukai persahabatan mereka yang masih terjalin meskipun jarang sekali berjumpa, paling hanya di acara-acara pesta saja mereka bisa bertemu mengurangi rasa rindu.


Dialah Brandon Dwi Pangga yang akrab disapa E'den oleh Jelita "Wah wah Nathan sudah menikah dua kali, tapi Juhie masih belum punya calon suami." Keluh nya protes.


Jelita terkikik "Nathan sudah tiga puluh tahun, tentu saja harus punya pendamping hidup, Juhie masih muda, tenang saja, belum saatnya bertemu jodoh. Atau mungkin malam ini juga jodoh Juhie hadir di tengah-tengah pesta Nathan, ya kan?" Sahutnya ramah.

__ADS_1


"Aamiin!" Sambung Brandon.


"Siapa yang mau sama anak keluarga tukang selingkuh? Siapa yang mau sama perempuan congkak seperti Juhie?" Gumam Dylan pelan yang hanya di dengar Jelita saja.


Jelita menyenggol siku suaminya "Jangan begitu Daddy, kamu ini udah tua tapi masih ajah suka menggerutu begitu! Enggak boleh loh Daddy, ingat nanti kualat lagi loh, baru tadi siang Daddy di kerjain cucu mantu mu, tahu gak sih, itu bagian dari kualat." Tuturnya berbisik di telinga suaminya.


"Yah, ya yah. Dylan arogan serba salah." Gumam dylan lagi jutek. Ah sudah lah, Dylan memang tak pernah sependapat dengan isterinya, sifat terlalu baik Jelita tak pernah mendapat dukungan darinya yang arogan dan selalu bertindak sesuka hati.


"Malam Tante Jeje, Om Dylan!" Sapa Juhie, putri semata Brandon, gadis cantik itu tersenyum manis pada ayah dan ibu mempelai pria.


"Malam Juhie, cantik sekali kamu." Puji Jelita tersenyum Dylan pun mengakui bahwa gadis itu memang sangat cantik "Malam Juhie." Sambut nya.


"Oya, I-then sama Gerald kemana Tante?" Juhie bertanya sembari mengedarkan pandangan. Juhie dan Ethan memang tidak akur tapi rindu juga jika lama tak bersua.


"Ada, mereka tadi duduk-duduk di dekat pelaminan, coba deh kamu samperin mereka, mungkin mereka kangen sama kamu, kalian kan lama gak ketemu." Usul Jelita.


Juhie mengangguk "Iya Tante." Ucapnya lalu segera melangkah menuju tempat di mana sepasang pengantin telah menyungging kan senyum manis bahagianya, sebab di sisi lain tempat itu ada Ethan dan Gerald yang duduk dengan wajah sendu.


Dylan menyambut kedatangan tamu undangan lainnya. Sementara percakapan Brandon dan Jelita berlanjut sambil menikmati hidangan pesta, tak lupa pula mereka menyisipkan obrolan penting yang tak jauh dari kerjasama.


Dari tempatnya, Brandon menatap ke arah putrinya yang berdiri berhadap-hadapan dengan Ethan dan Gerald.


"Jeje!" Panggil nya pada mantan istri pertamanya.


"Hmm?" Jelita menoleh.


"Gimana kalo Juhie, sama I-then saja!" Brandon pada akhirnya mengutarakan maksud hatinya. Sudah dari dulu laki-laki ini memikirkan rencana penyatuan putra-putri mereka.


Jelita mengernyit, sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya, menjodohkan putranya dengan putri mantan suaminya "Jangan ngada-ngada kamu E'den!" Ucapnya menggeleng.


"Kenapa? Bukankah mereka cocok, putriku sangat cantik, dan putra mu sangat tampan, putri ku satu-satunya pewaris perusahaan ku, Juhie wanita karir, dia memimpin perusahaan ku sekarang, I-then yang seniman pasti akan selalu ada untuk putri ku. Mereka cocok bukan?" Sambung Brandon.


Jelita menggeleng "Sudah berapa kali perjodohan gagal yang aku lihat, dulu perjodohan kita gagal, kemarin perjodohan Nathan juga gagal, aku tidak mau itu juga terjadi pada I-then, biarkan anak bungsu ku mencari jodohnya sendiri." Ucapnya menolak.


"Kita tidak tahu, bagaimana masa depan, jadi jangan pesimis dulu, meskipun I-then dan Juhie tidak pernah akur, tapi aku yakin ada harapan mereka berjodoh." Sanggah Brandon.

__ADS_1


"Tapi, Dylan sendiri sudah berniat menjodohkan I-then dengan putri kerabatnya, Dylan bahkan sudah mengaturnya." Ungkap Jelita.


Brandon mengernyit "Dengan siapa?" Tanyanya.


"Putrinya pak Joko, masih kerabat dekat sama almarhum Mami Ranti, untuk menumbuhkan rasa saling suka, Dylan sengaja mengirim I-then ke tempat calon mantunya. Kami tidak mau kejadian naas Nathan dan Keenan terulang kembali, kalo memang setelah lama hidup bersama dengan anak pak Joko I-then masih tidak menyukainya, biar saja Tuhan yang mencarikan dia jodoh, lagi pula, dia sekarang sudah punya Baby, aku tidak mau Baby Valery menjadi permasalahan setelah pernikahannya nanti." Jelas Jelita memaparkan.


"Tapi, aku masih berharap, I-then dan Juhie berjodoh, aku yakin, putra yang lahir dari wanita seperti mu, bisa menjaga kesetiaan!" Kata Brandon dan Jelita hanya diam saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sudut tempat, Shandra dan beberapa wanita cantik bergaun mewah lainnya mengecumik kan bibir, mereka asyik membicarakan tentang pelakor.


Siapa lagi sasaran utama mereka jika bukan mempelai wanita? Sachi lah yang mereka pandang sebagai pelakor sejati.


"Cewek pelakor tidak tahu diri ini kan dalang dari kehancuran Keenan? Dasar pelakor, bisa- bisanya tersenyum di atas penderitaan seorang ibu yang teraniaya." Sarkas satu wanita bergaun hitam itu mengompori segerombolan temannya.


Shandra menggeleng "Bukan, Sachi itu bukan pelakor, tapi terpaksa harus menjadi pelakor demi menyembuhkan hati Bang Nathan. Memangnya kalian tidak menyimak apa berita terupdate, ternyata kan Bang Nathan melakukan itu karena sahabat kita yang mengkhianatinya." Jelasnya membela.


"Alaaaah! Shandra, itu sih berita hoax yang di buat sama keluarga besar Jackson ajah, semudah itu kamu percaya hah? Keluarga kuat seperti keluarga Jackson apa saja bisa di atur, mereka bisa saja memutar balikkan fakta yang ada, di sini, Keenan yang menjadi korban!" Sela satu wanita bergaun merah itu.


"Iya, Shandra terlalu polos, enggak bisa berpikir jernih sedikit, mentang-mentang masih saudara sama keluarga Jackson." Cibir Satu wanita lainnya.


Shandra menggeleng "Bukan begitu, ..."


"Kita kerjain ajah, tuh cewek, gimana? Biar tahu rasa." Sambung salah satu wanita itu memangkas ucapan Shandra.


"Kerjain gimana? Jangan, kalian jangan macem-macem deh, kalo sampe Om Dylan tau rencana kalian, tamat lah riwayat kalian!" Tutur Shandra mengingatkan.


"Ya kita main cantik dong, biar Om Dylan gak tau rencana kita, terutama kamu Shandra, jangan sampai kamu adukan rencana kita ke Om Dylan, kamu harus dukung Keenan, Keenan itu sahabat kita!" Sergahnya.


"Setuju, kita ceburin tuh cewek sundal ke laut, biar hanyut sama bayi dalam kandungan nya! Biar keluarga terkutuk ini merasakan apa yang Keenan rasakan!" Sulut satunya.


Shandra menggeleng "Jangan, ..." Pekiknya. Namun apalah daya, satu orang perempuan mencekal tangannya hingga wanita itu tak bisa mencegah rencana kejam yang akan di lakukan oleh beberapa sahabatnya "Liana, Ega, Rahel, jangan!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Bersambung, ... Beberapa part berikutnya adalah, Detik-detik Menuju ending, akankah happy ending ataukah sad ending? Dukung selalu author dengan Like vote komen dan hadiah nya 🤗😘


__ADS_2