Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Simpanan


__ADS_3

Setelah lengkap dengan piyama tidur, Nathan memasuki selimut yang sama dengan isterinya tapi wanita itu justru menyerahkan kain tebal berwarna putih tersebut pada suaminya.


"Pakai lah, aku akan mengambilnya lagi dari lemari." Katanya. Sekarang Keenan menjadi lebih berani menunjukkan ketidak sukaan pada sang suami. Mengetahui dirinya mencintai Ethan harusnya Nathan menceraikan dirinya bukan malah berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


Nathan merem sekilas dan hatinya sedikit tersengat emosional, tapi tak mengatakan apa pun, karena tidak ada yang bisa dia presentasikan selain menerima.


Bagaimana pun juga, dirinya masih menikmati kebersamaan dengan wanita itu meskipun hanya semu.


Setelah mengambil selimut, Keenan berjalan menuju sofa kamar dan berbaring di sana, Nathan lagi-lagi menghela napas panjang sambil terpejam. Sakit sudah pasti karena tidak pernah di anggap ada.


Dia lantas menyingkap selimut kemudian menurunkan satu persatu kakinya, dia tatap isterinya "Kamu tidur lah di ranjang, biar aku saja yang tidur di sofa." Katanya.


"Tidak usah!" Sahut Keenan singkat.


Nathan memejamkan mata kembali dan rasa sakit ini masih terus timbul tenggelam menyengat ulu hatinya "Terserah kau saja!" Ucapnya.


Dia lantas berjalan memasuki ruang wardrobe kemudian mengganti pakaiannya dengan kaos putih, jaket jeans, juga celana jeans hitam.


Tali sepatu sneaker berwarna putih dia simpul kuat-kuat sebelum kemudian beranjak dan meraih dompet miliknya.


Nathan berjalan menuju pintu keluar tanpa memberi salam perpisahan pada isterinya "Mau kemana kamu?" Celetukan dari Keenan berhasil memberhentikan langkahnya.


"Aku akan membiarkan isteri ku tenang tanpa gangguan dari ku malam ini, silahkan lanjutkan tidur mu, tak perlu bertanya apa pun padaku, seperti kau yang tak pernah menganggap ku ada. Seperti itu pula lah kau bertingkah laku di rumah ini!" Ujar Nathan tanpa menoleh.


Kemudian langkahnya berlanjut membuka pintu, sedang Keenan tergagu menatap punggung gagah laki-laki itu berlalu.


Tiba di luar, lamat-lamat terdengar suara Gerald dan Ethan bernyanyi dengan gitarnya. Nathan tak mau menilik barang secuil, dia hanya fokus menuruni anak tangga lalu keluar dari rumah besar itu.


Pria penguasa ini bebas keluar masuk rumah tanpa ada yang menanyakan, Dylan sangat percaya pada putra pertamanya, Nathan tidak seperti Ethan dan Gerald yang sering bermain dengan para wanita.


Perginya Nathan sudah bisa di pastikan karena urusan bisnis, sebab biasanya pun begitu.


"Jho! Malam ini. Kita ke klub Alex!" Di pos satpam Nathan menepuk pundak Jho yang sedang asyik bermain game online.


Jho menoleh "Ok, siap! Btw ada pertemuan dengan siapa? Kenapa istri Bos, ..."


"Sudah ikut saja! Jangan banyak tanya!" Nathan menyela ucapan asisten cekatannya.

__ADS_1


Jho menurut "Ok!"


Keduanya memasuki mobil sport milik Nathan, bergegas berlalu dari pekarangan rumah Dylan Jackson.


Dalam mobil itu Nathan teringat untuk memeriksa video dari kamera dashboard mobilnya, seharian ini dia banyak pekerjaan sampai lupa dengan gadis misterius galaknya.


Padahal dirinya masih sangat penasaran tentang seluk beluk gadis itu. Matanya tiba-tiba melototi layar ponsel miliknya saat tahu kejadian yang sebenarnya.


Sebelum menolongnya rupanya gadis itu berniat kriminal "Jadi dia mau mencuri bahkan berniat mempereteli mobil ku?" Nathan menggelengkan kepalanya "Sadis! Dia perempuan sadis!" Katanya.


"Siapa Bos?" Tanya Jho melirik ke arah sang Tuan.


"Gadis yang malam kemarin mengantar ku pulang, rupanya dia pencuri!" Jawab Nathan.


"Hah?" Jho menautkan alisnya "Terus dia nyuri apa dari mu Bos?" Tanyanya.


Nathan menggeleng "Itu dia, gadis itu tidak mengambil apa-apa dari ku! Bahkan dia pergi begitu saja saat aku mau memberi upah padanya!" Ujarnya.


"Tapi, hati Bos juga tidak berhasil di curi kan?" Goda Jho menyengir. Sepertinya Nathan tertarik sekali membahas wanita lain padahal sebelumnya tidak pernah ada gadis yang dia bahas selain Keenan saja.


"Lalu?" Tanya Jho menoleh sekilas.


Nathan menyengir "Simpanan!"


Jho dan Nathan tergelak renyah bersamaan. Entah lah membicarakan gadis yang belum dia kenal namanya saja sudah bisa membuat Nathan melupakan isteri yang menyakiti hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu jam setengah berlalu, di parkiran basemen sebuah bangunan tempat hiburan malam seorang gadis berpakaian serba hitam dari sepatu hingga topi, berlari dengan cepat di iringi beberapa pria yang meneriakinya "Copet!"


Segala macam ujaran sarkas tertuju padanya sekarang "Berhenti lu!" Teriakan yang mengarah padanya.


"Ahh sial, kenapa mereka cepat sekali menyadari? Apa sekarang tangan ku tidak canggih lagi?" Sachi merutuki dirinya karena akhir-akhir ini aksinya sering kali terciduk sebelum dirinya mampu keluar dari lingkaran sasarannya. Ujungnya dia harus repot bermain kejar-kejaran dengan para korban pencopetan nya.


"Aduh! Harus kemana lagi gue?" Sachi keder pasalnya di ujung sana sudah mentok dinding alias buntu, lalu bagaimana ini sedang para pengejar sudah semakin dekat.


Brugh!

__ADS_1


Sebuah tangan menarik tubuhnya hingga ke dalam dekapan hangat seorang pria, Sachi mendongak dan wajah tampan Nathan tertampil di hadapannya.


"Om!"


"Panggil aku Abang!" Nathan mempererat pelukannya hingga tubuh keduanya saling menyatu.


"Lepas! Dasar Om gila!" Umpat serapah Sachi.


Nathan melepas tubuh gadis itu kemudian merebut dompet rampasan milik korban dan melemparkannya pada Jho "Kembalikan lagi sama pemilik nya!" Titahnya.


Jho dengan sigap menangkap "Ok!"


Sachi melotot "Itu hasil kerja keras ku! Kenapa kamu mengambil nya hah?" Bentak nya.


Kebetulan para pria yang mengincar Sachi berhenti tepat di belakang tubuh Nathan hingga dengan reflek Sachi menenggelamkan sosoknya pada tubuh bidang Nathan.


Nathan tersenyum cibir "Apa kamu sedang meminta perlindungan ku hmm?" Tanyanya menggoda.


"Berisik!" Bisik Sachi ketus.


Nathan menyukai sikap Sachi "Aku peluk kamu gantian, jadi sekarang kita impas!" Ujarnya dan Sachi memutar bola matanya malas.


"Bang, tahu perempuan berpakaian serba hitam tidak, dia pencopet," Satu pria dengan tersenggal-senggal bertanya pada Jho.


"Oh, dia sudah lari ke sana tadi, tapi tenang dompet yang kalian cari ada padaku, coba kalian periksa apa masih utuh?"Jho berkilah seribu bahasa setelah menunjukkan arah palsu kepada para pria itu.


Dia mengembalikan dompet kulit berwarna hitam tersebut pada pemiliknya "Terimakasih Bang, masih utuh kok!" Kata si pemilik.


Jho mengangguk "Sama-sama. Lain kali hati-hati, sekarang cewek cantik lebih harus di waspadai!" Pesannya.


Sachi menarik ujung bibir "Sialan ni dua orang!" Umpat nya.


Setelah beberapa pria itu pergi, Sachi melepas paksa pelukan hangat Nathan "Minggir!" Ketusnya.


Baru saja Sachi melangkah pergi tapi dengan cepat Nathan membuat tubuh kecilnya melayang ke udara, rupanya Nathan menggendong tanpa izin darinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2