Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Panass


__ADS_3

Sachi di tutup matanya saat di bawa Edric ke suatu tempat dengan menggunakan mobil Van, Sachi lantas di seret suaminya menuruni kendaraan beroda empat itu.


"Ayok sayang, kita ketemu klien ku, ini, pekerjaan pertama yang aku berikan untuk mu, besok, aku sudah punya pelanggan baru lagi untuk mu." Laki-laki itu tergelak renyah sambil terus menyeret isterinya memasuki sebuah ruangan.


"Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya, kenapa baru sekarang aku menjadikan dia makanan pria tajir kesepian?" Edric baru menyadari kebodohannya rupanya.


"Mau di bawa ke mana aku Edric?" Pekik Sachi.


Perlahan tapi pasti, Sachi mulai mendengar suara musik remix yang bertalun, sudah pasti ini tempat sejenis diskotik "Edric! Jangan lakukan ini padaku, tolong Dric!" Tampik nya meronta.


Edric bahkan sampai kewalahan memegangi tubuh Sachi yang mulai kelojotan "Diam! Aku berusaha baik padamu Sachi, aku tidak bisa menyentuh mu bukan, sekarang aku memberi mu sentuhan dari pria lain, kau enak, aku juga senang, kita sama-sama untung sayang!" Bisik pria itu yang penuh penekanan di setiap katanya.


"Bajingan kamu Edric!" Ketus Sachi. Gadis itu ketakutan, karena sudah tidak bisa lagi meronta, tangannya kini di apit dua orang pria bahkan di seret dan di hempas ke sebuah sofa.


Tawa meremehkan menggema dalam ruangan beriringan dengan musik yang berdentum dentum seirama kerlap kerlip cahaya tamaram tempat ini.


"Silahkan Bos! Nikmati istri cantik ku, dia pasti pandai memuaskan mu, dia sudah sedikit berpengalaman. Tapi masih mulus kan?" Sachi pilu mendengar ujaran suaminya yang seolah sedang mempromosikan tubuhnya.


"Terimakasih, sudah lama aku menginginkan istri mu Edric, tapi tidak berani mengatakannya, akhir-akhir ini, aku sering melihat dia pergi malam pulang pagi, ku pikir lebih baik aku langsung menanyakannya padamu, apakah istri mu open BO?"


"Hahaha!" Seluruh orang tertawa terkecuali Sachi yang meratapi nasib malangnya.


Edric mengikat tangan isterinya sebelum kemudian membuka penutup mata gadis itu.


Masih terasa buram pandangan Sachi mengedar ke segala arah. Rupanya ruangan ini ruangan VVIP diskotik legal, di sisi dinding ada televisi, di meja ada beberapa botol minuman memabukkan.


Sachi menoleh pada Edric "Edric, bawa aku pulang, aku akan memberimu banyak uang, tidak perlu menjual ku begini, kau pasti akan terus mendapatkan uang dari ku!" Racau nya.


"Diam!" Bentak Edric melotot "Menurut lah, temani Om Roy minum, aku tunggu di luar!" Titahnya.


Edric dan dua antek-antek Roy keluar dari ruangan, membiarkan isterinya berduaan dengan laki-laki hidung belang yang kesepian.


"Edric! Ku mohon, jangan lakukan ini padaku!" Teriak Sachi menghiba.


"Ssuutt!" Laki-laki paruh baya itu mendekati Sachi kemudian mengusap lembut paha mulus gadis itu.


Sachi mengenakan rok span merah maroon di atas lutut, kaos top putih yang di balut dengan blouse luaran senada dengan warna pakaian bawahannya, sepatu heels membuat gadis itu semakin terlihat seksi.


"Jangan sentuh aku!" Berang Sachi menceku.

__ADS_1


Laki-laki itu menuang satu jenis minuman ke dalam satu gelas kaca mungil "Baiklah, Om, tidak akan menyentuh mu, Om cuma mau kamu minum satu gelas minuman ini, Om cuma butuh teman mabuk saja sayang. Percayalah!" Ujarnya.


"Ayok minum, Om tidak akan menyentuh mu, Om janji kok, minumlah sayang, kita mabuk bersama!" Rengek laki-laki itu lagi.


"Aku tidak mau!" Tolak Sachi.


"Pilih lah, aku menyentuh mu, atau minum segelas wine untuk ku? Kita bersulang, meminum satu gelas tidak akan membuat mu mabuk sayang. Percayalah!" Sambung Roy menyengir.


"Lepas dulu ikatan ku, aku baru akan menuruti mu!" Pinta Sachi bernegosiasi.


"Baiklah, dari tadi aku juga kasihan padamu, aku akan lepas ikatan mu, lagian, kenapa kau harus menikah dengan pria tidak berguna seperti Edric hmm? Di luar masih banyak laki-laki yang masih mau menjadikan mu istri bukan?" Ucap Roy lembut ala-ala hot Daddy.


Roy lantas mengambil dan memberikan gelas wine pada gadis itu "Minum lah, Sachi. Kita bersulang!" Tawarnya.


Perlahan, Sachi menerima gelas mungil tersebut, jika di pikir lagi mana bisa satu tegukan mampu membuat gadis bugar seperti Sachi mabuk.


"Benar kan, hanya satu gelas saja?" Tanya Sachi polos dan Roy mengangguk.


Ting!


Mereka bersulang kemudian meneguknya secara bersamaan, Sachi yang baru pertama kali merasakan minuman keras itu di buat meringis setelah nya.


Sachi mengernyit kan wajahnya, beberapa saat kemudian, hawa panas tiba-tiba menjalari seluruh tubuhnya "OMG, ada apa ini? Ini Kakek-kakek tua bangkotan ngasih minuman apa ke gue?" Batinnya.


"Uuuhh!!" Sachi menaik turunkan tubuhnya di atas sofa empuk itu seperti sedang bermain trampolin.


Melihat itu Roy menyeringai "Bereaksi juga minumannya!" Batinnya.


"Kakek Roy, kenapa panas begini ruangan nya hah?" Sachi bertanya pada laki-laki di sebelahnya.


Roy mengernyit "Kek? Panggil aku Om, bukan Kakek!" Pekiknya.


"Hahaha." Sachi menoyor jidat Roy dengan tawa iblis yang terkesan tidak sopan "Lu itu dah tua Kek, sadar ngapa hah? Panggilan Om itu, buat pria yang masih tiga puluh tahunan. Tua bangkotan kayak Lu ini, pantes nya di panggil Kek, masih untung nggak gue panggil almarhum!" Sachi memegangi perut seolah mencibir laki-laki itu.


"Sialan ni cewek! Belum tau apa junior gue masih sanggup bergoyang semalaman, masih muda begini di panggil Kek!" Batin Roy murka.


Roy mendekati Sachi dan Sachi berdiri, dia sibuk menghindari laki-laki itu "Mundur, gue ilfil sama Lu Kek!" Katanya menolak.


Rahang Roy tegas "Eh, Sachi, Om sudah bayar cash ke suami mu, sekarang aku harus memakai jasa mu, layani aku, kita bersenang-senang semalaman!"

__ADS_1


"Cuih!" Sachi meludahi wajah laki-laki itu.


"Saaaaaaaaaaachiiiiiii!" Roy mengepalkan kedua tangannya sambil menggertak kan giginya geram, laki-laki itu mengusap ludah Sachi dengan gerakan perlahan.


"Aku sudah kehabisan kesabaran! Sekarang aku harus memakai cara kasar padamu!" Roy melangkah maju mendekati lagi gadis itu.


Brugh!


Satu jotosan mendarat sempurna pada bagian kepala Roy hingga kini laki-laki itu terjatuh di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Sachi tepuk tangan "Wah wah, Om superhero yang hebat!" Girangnya. Alangkah lebih girang lagi ketika melihat wajah Jho yang tertampil di hadapannya.


"Om! Jadi kamu yang menolong ku? Di mana Om Nath, ....."


"Sssuuuuutttt!" Belum selesai Sachi bertanya Jho sudah lebih dulu menutup mulutnya dengan satu jari telunjuk "Kita keluar dari sini! Ingat jangan sebut-sebut nama Bos di tempat umum!" Bisiknya.


Sachi mengangguk beberapa kali dengan tempo cepat "Iya!"


Jho memakai masker nya kembali. Keduanya pun keluar dari ruangan tersebut dan berjalan beriringan menuju sebuah mobil.


Mata-mata Nathan ada di mana-mana, tidak mungkin tidak tahu rencana busuk Edric pada Sachi. Di sisi lain Nathan juga sudah mengamankan Edric untuk di beri pelajaran karena sudah berani menjual wanitanya.


"Masuk lah Nona!" Ucap Jho seraya membuka pintu mobil bagian belakang milik sang Tuan.


Sachi masuk dan duduk kemudian Jho menutup pintu dan berjalan memutari mobil memasuki pintu di kursi bagian kemudi.


Di dalam sudah ada Nathan yang menyambut kedatangan gadisnya "Baby!" Di kecup nya puncak kepala Sachi penuh dominasi "Kamu tidak apa-apa kan hmm?" Tanyanya lagi.


Bukannya merasa di sayang Sachi justru melepas tautan tubuh laki-laki itu, pakaian luaran nya juga Sachi lepas karena hawa panas yang masih menderanya "Emmh, baju ini menyiksa ku Om!" Lempar nya serampangan bahkan mendarat di kepala Jho yang sudah bersiap mengemudi.


"Hassial!" Umpat Jho sambil membuang kembali blouse milik Sachi ke sembarang arah.


Nathan terkikik geli melihat itu "Sabar Jho, ingat asisten tidak berhak bahagia!" Ucapnya.


Sachi ripuh menaik turunkan tubuhnya di atas jok mobil hingga kendaraan itu bergerak-gerak seperti ada gempa mendadak "Emmh, Om, AC nya nyalain, Sachi kepanasan, cepet Om, ini kurang dingin!' Rengek nya.


"Hastaga! Kamu kenapa begitu Baby?" Nathan terkejut melihat tubuh mungil sintal menggemaskan tanpa pakaian luar naik turun di sebelahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pokoknya, setelah ini up lagi, dan lagi, jangan lupa like komen, biar aku semangat 😍😘


__ADS_2