
Wanita tidak hanya dilihat dari fisiknya saja. Seorang wanita juga perlu memiliki kualitas dari segi kecerdasan serta kekuatan berpikir.
Semua wanita yang sukses dalam hidup serta karier pasti seorang pribadi yang tangguh dan kuat dalam segala kondisi yang dilalui.
Meski ada kalanya wanita mengungkapkan kesedihan melalui tetes air mata, wanita kuat pasti akan menemukan cara untuk segera bangkit dan memulai hidupnya kembali.
"Aku wanita yang kuat. Aku tidak duduk-duduk mengasihani diri sendiri atau membiarkan orang menganiaya ku. Aku tidak menanggapi orang yang mendikte ku atau mencoba menjatuhkan ku. Jika aku jatuh, aku akan bangkit lebih kuat karena aku adalah survivor dan bukan korban. Aku mengendalikan hidup ku dan tidak ada yang tidak bisa aku capai. Terkecuali satu, yaitu cinta suami ku!" Kata Sachi.
Sudah tiga bulan Sachi hidup sebagai wanita kuat, dengan uang seadanya Sachi mengurus ibunya seperti biasa.
Sekarang Sachi bekerja di sebuah toko bunga di sebuah kota yang sudah sedikit jauh dari kota tinggal suaminya.
Di tempat kerja barunya, Sachi belajar merangkai buket juga menjadi kurir dadakan jika di perlukan.
Malam ini Sachi sedikit mengeluh karena lelah harus berbolak-balik ke gedung perhotelan yang sama.
Dari beberapa hari yang lalu, ada satu pria kaya yang terus menerus mengerjai nya.
Selalu memesan buket bunga di tempat kerjanya, dan hanya mau Sachi saja yang mengantarkan nya, Sachi tidak bisa menolak karena ini sudah termasuk tuntutan pekerjaan baginya.
Sachi mengayunkan langkah, menerobos masuk ke tengah-tengah para pengunjung pesta pernikahan, pakaian mahal para tamu undangan yang hadir mengingatkan dirinya pada suami tampan dan kaya nya.
Sekilas ingatannya kembali saat dirinya memakai gaun cantik dan bertemu dengan suaminya tiga bulan yang lalu. Pertemuan terakhir sebelum akhirnya dia benar-benar pergi meninggalkan suaminya.
"Ah, ngapain aku mengingat nya? Dia bukan laki-laki yang baik untuk ku, dia masih mencintai istrinya, dan aku hanya pelampiasan hasrat nya! Titik no debat!" Sachi bermonolog dalam batinnya yang merindu.
Sachi melangkah terus hingga kakinya keluar dari ruangan dan menginjak lantai balkon gedung tersebut.
Pandangannya mengedar dan menangkap sosok tampan yang berhari-hari ini membuatnya sebal.
Dia lah Dyrga sang direktur keuangan di perseroan terbatas milik pamannya. Kebetulan yang mengadakan pesta pernikahan itu paman Dyrga sendiri, yaitu menikahkan sepupu Dyrga.
Sambil merentangkan kedua tangannya, senyum manis Dyrga mengembang menyambut kedatangan Sachi "Selamat malam princess ku!" Katanya menggoda, begitulah sifat laki-laki itu jika sudah menyukai seorang wanita.
Sachi menaikan ujung bibirnya seraya mendekat "Bayar!" Dia menyodorkan buket bunga itu pada Dyrga sambil berkata ketus.
Sachi menggunakan kaos putih yang di balut dengan jumsuit rok jeans pendek. Dan itu terlihat sangat cantik bagi Dyrga.
"Duduk dulu, makan, minum, lalu setelah itu aku bayar bunga mu. Bila perlu aku antar kamu pulang." Dyrga bernegosiasi.
"Aku sudah mengantuk Tuan, jadi tolong jangan persulit aku lagi, sudah dari siang kau membuat ku bolak-balik ke sini bukan? Apa kau tidak memiliki peri kemanusiaan? Aku tahu aku hanya kurir, tapi kurir juga butuh istirahat." Tampik Sachi.
"Makanya, istirahat dulu di sini, aku bahkan menawarkan mu makan." Dyrga menyengir hingga tertampil sudah gigi putihnya "Mau makan apa? Aku ambilkan." Tawarnya.
"Tidak perlu, setelah ini aku masih harus menemui Ibuku di rumah sakit, jadi tolong bayar lah sekarang juga Tuan!" Tolak Sachi.
"Gimana kalo aku antar saja hmm?" Dyrga berucap sambil menerima buket bunga dari tangan Sachi.
"Tidak perlu mengantar ku, aku membawa kendaraan sendiri!" Sachi terus berkata dingin sebab dirinya sedang membatasi diri dari laki-laki kaya sejenis suaminya.
"Ok, baiklah. Tapi besok, jangan mengeluh, karena aku akan memesan beberapa bunga lagi dari toko bunga mu!" Ujar Dyrga.
__ADS_1
"Terserah!" Sahut Sachi dingin.
Dyrga menyengir "Gitu dong!" Ucapnya sambil memberikan uang cash sebesar enam juta rupiah pada Sachi, "Semoga mimpi indah, dan memimpikan aku, cantik!" Lanjut nya.
Sachi menghitung jumlah uang yang Dyrga sodorkan, rupanya lebih satu juta dari harga bunganya.
"Kembali nya!" Sachi mengembalikan lagi uang lebih nya pada Dyrga, masih dengan raut wajah yang dingin.
Dyrga mengernyit "Loh, itu sisanya ambil saja, itu tips untuk mu!" Katanya.
"Tidak perlu, sudah sepuluh kali Tuan memberikan tips padaku, jadi untuk kali ini tidak perlu lagi." Sachi meraih tangan Dyrga dan memaksanya menerima kembalian.
"T-tapi, ..." Dyrga bergeming menatap berlalunya punggung wanita itu, jantung berdetak kencang ketika tangan mulus wanita itu menyentuh tangannya. Baru ada wanita yang tegas sekali menolak pemberian darinya. Biasanya wanita yang dia goda langsung bergelayut padanya.
"Apa aku sudah gila? Aku menginginkan gadis gemuk sepertinya? Biasanya, bukanya aku menyukai perempuan yang bodinya mirip gitar Spanyol?.... Oh Tuhan, tapi dia sangat seksi dan cantik sekali!" Gumamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah memakai masker nya kembali, Sachi kembali melanjutkan langkah, melewati kerumunan para tamu undangan.
Sesekali berhenti untuk memejamkan mata saat tiba-tiba kunang-kunang mengaburkan pandangan.
"Ya Tuhan, ini pasti karena aku terlalu lelah, seharian ini naik turun gedung." Gumamnya, sebelah tangannya sedikit memijat kening.
Meski demikian Sachi harus kuat untuk keluar dari kerumunan para orang elit itu, Mariam masih menunggunya di rumah sakit maka Sachi juga harus cepat membesuknya.
Tawa renyah para tamu sedikit membising kan telinga, tapi tak ia hiraukan karena bukan urusannya. Bisa secepatnya pergi dari sana adalah tujuannya.
Gegas ia menuju lift, dan hentakan kaki besar yang terdengar tidak asing seperti sengaja mengikuti langkah kakinya. Sachi sedikit curiga hingga dengan sengaja dia menoleh ke belakang.
"Baby!" Suara yang sangat ia rindukan juga menyerukan panggilan sayang yang sama.
Degub....
"Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya? Bisa saja di sini ada Om Nathan dan keluarganya kan? Bukankah dia terkenal di kalangan elit se_penjuru dunia?" Gumamnya.
"Baby!"
Sachi tak mengindahkan panggilan itu, dia semakin mempercepat langkahnya, bahkan yang tadinya ingin menunggu lift, sekarang Sachi lebih memilih berputar haluan untuk memasuki tangga darurat.
"Baby!"
Sepertinya laki-laki di belakangnya semakin di buat penasaran dan yakin setelah melihatnya berlari menjauhi.
Gegas, Sachi menuruni anak tangga dengan kaki-kaki mungil nya, tak perduli pada kondisi tubuh yang sudah mulai lemah.
"Bodoh! Kenapa harus bertemu dengan nya di sini?" Rutuk Sachi.
Napas Sachi sudah tak terkendali, kaki mungilnya mulai lejar setelah berhasil menuruni tiga lantai dalam waktu yang singkat.
"Baby, jangan lari, awas nanti kamu jatuh, sayang, ku mohon, berhenti!" Racau dari laki-laki itu mulai tak terdengar jelas sebab dirinya mulai hilang kesadaran.
__ADS_1
"Aahh!" Sachi terjatuh karena kaki yang tak sengaja tergelincir "Baby!!" Pekikan yang sempat Sachi dengar dengan jelas sebelum kemudian ia memasuki alam bawah sadarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Baby!" Nathan menuruni anak tangga secara serampangan lalu meraih tubuh lunglai wanita yang sedari tadi dia sebut-sebut Baby.
Di letakkan nya kepala wanita itu ke atas pangkuan, dan membuka masker yang menghalangi wajah cantik alami wanita itu.
"Baby!" Senang, sedih, haru, pilu semua Nathan rasakan menjadi satu. Rupanya tidak salah lagi bahwa perempuan yang dia kejar adalah isterinya.
"Akhirnya, kita benar-benar masih berjodoh! Kau tahu Baby, aku tidak akan menikah lagi jika bukan dengan mu!" Di peluknya kepala Sachi dengan haru di dadanya. Isak terdengar sesekali saat memeluk tubuh Sachi.
Nathan terkesiap saat tak sengaja melihat aliran merah yang keluar dari pangkal paha mulus milik Sachi "Ya Tuhan, darah apa ini?" Ucapnya seraya menyentuh cairan kental berwarna merah itu.
Nathan tekan earphone di telinganya lalu berseru sekencangnya "Jho! Bawa dokter ke kamar hotel ku! Segera!" Pekiknya.
📞 "Siap Bos!"
Nathan menggendong tubuh isterinya lalu membawanya keluar dari lingkup tangga darurat, Nathan berjalan dengan langkah tegas menuju sebuah lift.
Meskipun panik kharisma dari wajah tampan dan tubuh tegak gagahnya tak pernah tertinggal "Kau tahu Baby, Daddy mencari mu kemana mana!" Katanya di sela-sela langkah.
Ting!
Pintu lift terbuka, gegas Nathan berjalan masuk ke dalam ruangan itu, di sambut oleh satu orang operator lift.
"Selamat malam Bapak, menuju lantai berapa?" Tanyanya.
"Lantai dua belas!" Singkat Nathan.
Beberapa orang yang kebetulan ada di sisinya menatap bingung, namun wajah dingin yang Nathan tampilkan membuat orang-orang itu tidak berani menanyakan apa pun padanya, hingga pintu lift terbuka di lantai dua belas.
"Silahkan Bapak, selamat malam, semoga Nyonya baik-baik saja dan menutup hari kalian dengan indah!" Kata perpisahan operator lift seperti yang seharusnya di ucapkan.
Nathan melangkah panjang menuju pintu kamar presidential suite miliknya dengan lebih mempercepat ritme ayunan kakinya "Buka!" Titahnya pada satu penjaga yang bersiaga di sisi pintu.
Laki-laki itu pun menurut "Silahkan Tuan muda!" Ucapnya seraya membuka kan pintu.
Tiba di sisi ranjang Nathan meletakkan tubuh isterinya pada kasur empuk berukuran king itu.
Di buka nya satu persatu sepatu sneaker Sachi lalu menenggelamkan tubuh mungil itu ke dalam selimut tebal.
Nathan duduk di sisi ranjang menghadap isterinya, di singkapnya anak rambut yang menutupi sedikit wajah Sachi dengan belaian lembut.
Sungguh rindu masih menyelubungi hatinya, bahagia sekali rasanya ketika seseorang yang di cintai sudah kembali ke dalam dekapannya.
"Jangan pergi lagi, kau milik ku, dan aku hanya milik mu, maaf kan ketidak adilan yang sudah ku lakukan padamu." Ucapnya lirih "Awalnya ku pikir, aku hanya menjadikan mu pelarian cinta ku, tapi ternyata hati ku lebih memilih mu dari pada cinta pertama ku, sudah cukup kau siksa aku dengan kepergian mu, sekarang hukum aku dengan perintah konyol mu, aku merindukan mu, Baby!" Tak terasa satu bulir air mata terjatuh begitu saja.
Bibir sensual Nathan menyentuh, oh Tuhan, bahkan dalam keadaan tidak sadar nya sang isteri Nathan masih sempat-sempatnya memagut basah bibir merona Sachi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Bersambung..... Dukung author dengan Like vote komen dan hadiah nya 🤗😘