
Mendapati kecupan Ethan membuka mata dan entah kenapa Keenan terlihat sangat menggoda mungkin karena pengaruh dari Vodka yang dia minum berhasil membelenggu dirinya dalam ruang halusinasi "Apa kau masih mencintai ku? Kenapa mau mencium ku? Kamu Kakak ipar ku sekarang!" Tuturnya.
"Aku sangat menyayangi mu, bahkan setelah aku menikah dengan Abang mu, aku masih terus mencintai mu. Apa aku salah dengan perasaan cinta tulus ku?" Ujar wanita itu.
"Cinta datang begitu saja, tanpa perintah dan paksaan, seperti Gerald yang selalu mencintai kekasih dewasanya begitu juga dengan mu. Aku tidak bisa menyalahkan mu. Tapi...."
Cup!
Bibir Keenan mendarat kembali pada bibir Ethan dan kali ini Keenan benar-benar menyerang pemuda itu dengan liar.
Ethan laki-laki normal, tentu saja menikmati nya, pengaruh Vodka lumayan membuat kewarasan pemuda itu terbang entah kemana.
Meski tak mencintai Keenan, tapi naluri membutuhkan sentuhan lembut yang membuatnya melayang itu.
"Ahh, Ethan." Keenan melenguh saat pemuda itu mengambil alih posisi menjadi di atas dan menyerang balik dirinya.
Keenan membuka satu persatu kancing baju Ethan hingga tanggal seluruhnya, dirinya menjadi penerima yang begitu agresif malam ini.
Saat malam pertama bersama suaminya, dia menolak sentuhan Nathan dengan berbagai macam alasan, tapi sekarang dia yang menyerahkan diri pada pemuda terkasih.
"Ough! Emmh," Keenan mulai berdesah ketika pemuda tampan itu di kuasai keserakahan.
Ini, dosa terindah yang dia impikan selama bertahun-tahun lamanya. Ethan adalah pemilik hatinya, sudah sering kali ia mengutarakan pada orang tuanya bahwa yang dia cintai adalah Ethan bukan Nathan tapi rupanya kedua orang tuanya tetap pada pendirian yaitu menikahkan dia dengan Nathan yang sudah menduduki kursi direktur utama.
Ethan merobek sisa penutup yang menghalangi bagian depan dada Keenan, hasrat sudah membara lalu apakah akan terkendali sedangkan setan sudah mendukung kegiatan romansa haram itu?
Kasar sekali Ethan melucuti pakaian milik Keenan tak ada belas kasih karena pengaruh dari minuman yang membuatnya hilang kewarasan.
"Lihat lah kegagahan ku malam ini!" Unjuk Ethan dengan sombongnya.
Meski begitu Keenan tetap merasa bahagia, dia terus menerima serangan demi serangan dari pemuda beringas ini hingga pada akhirnya jebol sudah pertahanan gawang nikmatnya.
"Ooouu, aaa, Ethan! Pelan-pelan, kau menyakiti ku! Hiks hiks." Tangisnya dengan cucuran air mata yang menitih ke rambut lurus miliknya.
Bahkan Ethan menyakiti dirinya tapi masih menikmati setiap perlakuan pemuda itu. Cinta buta, tengah mendera wanita cantik ini rupanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di sisi lain tempat itu, Nathan celingukan menanti sang istri tercinta, sudah lebih dari empat puluh menit, lalu apakah mungkin selama ini ke toilet?
Pria itu menjentikkan jarinya pada sang asisten personal "Jho!" Panggil nya.
"Ada apa Bos?"
"Kamu cek CCTV, sebenarnya kemana istri ku? Aku takut dia pingsan di kamar mandi."
Jho mengangguk "Baik Bos, segera!" Pemuda itu duduk di kursi sebelah kiri sang Bos kemudian membuka laptop mungil miliknya, salah satu keahliannya adalah meretas dan kali ini CCTV di tempat ini yang akan dia sidak.
Dalan layar, jelas sekali gambar Keenan tengah memapah tubuh Ethan memasuki kamar milik Ethan di lantai atas, berarti Keenan dan Ethan sudah keluar dari klub dan beristirahat di kamar.
Nathan beranjak dari duduknya "Kita langsung saja jemput mereka!" Titahnya.
"Ok!"
Keduanya berjalan beriringan menaiki lift kemudian menuju kamar VVIP milik Ethan, tak ada curiga sama sekali karena Nathan tahu Ethan dan Keenan sudah sangat lama dekat sebagai sahabat. Mungkin Keenan jenuh makanya mengajak Ethan ke kamar saja.
Tiba di depan kamar nomor 33 ketukan pintu mulai mereka berikan, tapi tak jua membuat pemilik kamar membukanya.
"Apa mereka tertidur?" Tanya Nathan tanpa rasa curiga barang secuil.
"Mungkin Bos." Sahut Jho manggut-manggut.
"Kamu bisa kan buka pintu tanpa sandi yang benar?" Tanya Nathan kembali.
Jho mengangguk "Tentu saja, Jho, apa sih yang tidak bisa?" Ucapnya.
Jho kemudian mengutak-atik kan jemarinya pada tombol di bawah handel pintu, hanya sekejap saja dia bisa membukanya.
"Kan, bisa Bos!" Ujar Jho sambil menepuk dadanya, sombong sebelum kemudian ia mundur beberapa langkah dari tempat itu.
"Percaya!" Nathan mendorong handel pintu lalu desah kenikmatan milik isterinya mulai terdengar begitu nyaring menggema dalam ruangan tersebut.
Mata Nathan melotot mendapati pergulatan ranjang antara isteri tercinta dengan adik tercinta.
Tak ingin membuat sang asisten tahu kelakuan bejat isterinya Nathan kembali menutup pintu sebelum Jho menyadari ketidak beresan yang terjadi antara Ethan dan Keenan.
__ADS_1
Saat ini seperti ada yang merobek jantung dan hatinya secara bersamaan dengan pisau tajam yang sebelumnya di celup pada bara api. Sangat panas.
"Keenan! Ethan!" Tangan sebelah kirinya mengepal sedang tangan sebelah kanan bergetar memegangi handel pintu.
"Maaf Bang, aku tidak bisa, aku masih datang bulan." Sekilas ia mengingat penolakan Keenan terhadap dirinya beberapa waktu yang lalu. Sudah beberapa kali Nathan mengajak isterinya berhubungan tapi Keenan selalu menolak.
Hatinya kini terasa sangat panas hingga untuk bernapas saja sangat sulit Nathan lakukan.
"Bos kenapa?" Tanya Jho, sembari menepuk pelan pundak bos nya.
"Kita ke kamar ku saja, kau juga kembali lah bersenang-senang, aku mengizinkan mu kali ini." Ujar Nathan.
Mendengar itu Jho berdecak girang "Wah, serius Bos?" Nathan mengangguk "Pergilah!" Usir nya.
Jho pergi dan Nathan memasuki kamar miliknya masih dengan hati yang terasa sangat panas, biarlah kali ini dirinya merelakan tubuh isterinya untuk sang adik tercinta. Tak ada yang bisa dia lakukan selain pasrah dan menerima.
Nathan memasuki kamar mandi, kelopak bunga mawar merah sudah tersebar di seluruh sudut tempat itu, Miko memang sengaja membuat kesan romantis untuk bulan madu pengantin baru.
Setelah melepaskan seluruh pakaiannya, Nathan memasuki bathub kemudian mengisi air dingin untuk meredam emosi.
Matanya ia pejamkan sambil menengadah ke atas dan bersamaan dengan itu air mata lolos dari bendungan. Cukup lama Nathan menenggelamkan tubuhnya pada air dingin itu. Hingga seluruh kulitnya memerah saking bekunya.
Sekitar satu jam Nathan keluar dari kamar mandi, rupanya di sisi ranjang sudah ada isterinya tengah duduk tanpa menoleh kearah nya.
"Apa sudah selesai?" Tanya Nathan datar. Dulu dia selalu hangat pada wanita itu tapi perlakuan Keenan barusan berhasil membekukan hatinya.
"Emmh." Jawab singkat Keenan kemudian berjalan menuju kamar mandi, sepertinya baju Keenan sudah robek sana-sini makanya di balut dengan handuk.
"Apa sudah puas bermain dengan adikku? Sekarang kau kembali ke kamar suami mu?" Tanya Nathan menyudutkan dirinya.
Sontak saja Keenan menoleh "Maksud mu?" Tanyanya tanpa rasa bersalah sedikitpun bahkan wajahnya mencuat dengan gagah pada Nathan.
"Bukannya kau barusan melayani adikku yang sedang mabuk?" Sulut Nathan.
"Berani sekali kamu, ..." Keenan melotot tak terima saat Nathan melihat dirinya bersama Ethan. Bahkan sedikit saja Keenan tidak sudi Nathan mendengar desah nya.
"Kenapa kau melakukan ini? Apa salah ku? Apa kau tidak menyukai ku? Apa kau tidak menganggap hubungan kita ada?" Tanya Nathan dengan nada berang.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
JANGAN LUPA LIKE YA, JUGA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR NYA ..... Cukup dengan kata Up, juga boleh....... 🖤