Simpanan Sugar Daddy Posesif

Simpanan Sugar Daddy Posesif
Hukuman


__ADS_3

Satu Minggu ini Sachi marah pada Nathan hingga dia benar-benar tak mau mengaktifkan nomornya barang sebentar.


Meski demikian, malam ini Sachi tetap menunggu hadirnya sang suami terkasih.


Malam ini, malam yang di tunggu-tunggu oleh wanita cantik satu ini, dialah wanita simpanan sang penguasa.


Wangi tubuhnya dapat ia rasakan sendiri, kecantikannya bisa dia lihat dari cermin yang memantulkan bayangan indahnya.


Lingerie seksi, sudah Sachi kenakan demi menyambut kedatangan laki-laki penguasa hatinya.


Sachi mengaktifkan kembali ponselnya dan ratusan pesan dari kontak bertuliskan My Sugar Daddy Posesif berdesakan masuk.


Sachi membalasnya "Aku menunggu, malam ini." Tulisnya dan terkirim namun masih belum di baca.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kediaman keluarga besar Jackson, Nathan masih terbaring di sisi isteri pertamanya.


Sore tadi, tiba-tiba saja Keenan bersikap manja padanya, bahkan merengek untuk tidak di tinggalkan.


Nathan tak mampu menolak karena Dylan dan Jelita menjadi pendukung utama isteri pertamanya.


"Tidur Bang, jangan terus melamun begitu." Sambil melingkarkan tangannya ke perut Keenan berucap demikian.


Perut yang sixpack dan acap kali ingin Keenan sesapi tapi selalu saja di tepis laki-laki ini.


Keenan baru menyadari bahwa laki-laki kaku ini sangat seksi, meskipun tak di pungkiri bahwa Ethan masih berada dalam hatinya.


Nathan diam saja dengan pandangan yang mengarah lurus ke atas.


Langit-langit menjadi saksi bisu tatapan kosongnya yang merindu.


"Bang, Abang tidak sedang memikirkan sesuatu kan? Kenapa diam saja, tapi tidak tidur pula?" Tanya Keenan lagi. Dada bidang pria itu dia goyangkan secara pelan-pelan.


"Aku hanya jenuh, aku ingin pergi ke suatu tempat yang bisa membuat ku semangat." Jawab Nathan nanar.


"Ke mana?"


Nathan tak menjawab, percuma saja meladeninya, Nathan hanya akan semakin geram pada perempuan hamil itu.


"Abang tahu kan, aku tidak bisa tidur sendiri, bukan aku melarang mu bertemu rekan bisnis mu, tapi, ..."


Keenan mendengus dan memejamkan mata setelah melihat netra berwarna biru milik suaminya tertutup.


"Aku tidak akan pernah memberi kesempatan kamu mencari jajan di luar sana, Bang." Batinnya.


Sekitar lima menit keduanya terpejam meskipun pikirannya masih berjalan-jalan.


Tak mungkin bisa tidur dalam keadaan seperti ini, bagi Nathan yang masih mengharapkan adanya keajaiban agar dirinya mampu lari dari istri pertamanya, sementara Keenan juga tak ingin membiarkan suaminya mencari kesenangan di belakangnya. Gelagat Nathan mulai tercium dan Keenan tak mau sampai kecolongan.


Tak lama kemudian.

__ADS_1


Getaran dari benda pipih milik Nathan terdengar sekejap, sepertinya itu hanya nada dering dari pesan teks yang masuk, Nathan kembali membuka matanya kemudian memindai ponsel miliknya.


Nathan sedikit menggerakkan kepala juga tubuhnya saat sebelah tangannya meraih gawai tipis tersebut dari atas nakas dan hal itu membuat Keenan lebih mempererat pelukannya.


📥 "Aku menunggu, malam ini."


Degub......


Rindu begitu menggebu hingga di sisi isteri pertamanya Nathan berani melayangkan panggilan telepon pada isteri keduanya.


Nathan tempel kan ponsel ke telinga dan terdengar suara tuuuuttt beberapa kali dari gawai tipis itu.


📞 "Halo, Daddy sudah di mana? Daddy jadi datang kan malam ini? Sachi sudah wangi loh, Sachi tunggu."


Nathan sesak mendengarnya, hingga matanya reflek terpejam karena tak mampu lagi menahan rindunya. Suara Sachi, wangi tubuh Sachi, canda gurau Sachi, dia rindukan.


Nathan yang kaku di mata Keenan akan menjadi luwes saat bersama dengan Sachi. Sejatinya bagaimana sikap seseorang tergantung dari mood orang itu sendiri, bersama Sachi Nathan bahagia lepas bagai tak memiliki beban masalah.


Tak ada sahutan darinya karena niatnya menelepon hanya sekedar ingin mendengar suara Sachi saja.


Setelah satu Minggu ini Sachi tak mengaktifkan nomornya, pada akhirnya Nathan memiliki kesempatan untuk mendengarkan suara merdu sang tambatan hati.


Selama satu Minggu Nathan hanya tahu kabar Sachi dari antek-anteknya yang selalu setia mengikuti kemana langkah kaki sang istri kedua terayun.


Nathan mematikan panggilan secara sepihak, kemudian mengetik pesan yang lalu ia kirim pada isteri simpanan nya.


Sementara Keenan masih hanya diam saja, tangannya mempererat pelukannya dengan mata yang terpejam karena ngantuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sachi berusaha menekan sangsi batin yang tengah menderu dera dirinya "Maaf kan aku sayang, malam ini aku tidak bisa datang lagi."


Begitu lah kiranya perlakuan yang Nathan berikan setelah menikahinya, satu Minggu lamanya menunggu hanya berakhir dengan pesan maaf dari sang suami.


"Wanita cadangan atau simpanan, tidak berhak meminta perhatian, baiklah, akan aku anggap aku sedang mengorbankan hati ku untuk pengobatan ibu ku, setidaknya sekarang aku tidak perlu repot-repot berurusan dengan orang lain karena membawa lari dompet seseorang." Gumamnya.


Ini keputusan yang sudah sering Sachi pertimbangkan, takkan pernah ia urung dari niatnya, setidaknya ada hal yang ia dapatkan dari rasa sakitnya selama satu Minggu ini.


Sachi harus rela menutup matanya kembali tanpa dekapan hangat suaminya, baju seksi yang ia gunakan sudah tak terlihat karena selimut lah yang kali ini menggulung tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Desir angin malam yang di iringi percikan air dari tirai hujan acap kali mengenai gigilan raga wanita itu.


Di balkon kamarnya.


Sesekali Sachi menengadahkan wajahnya ke atas, berusaha menikmati aroma khas dari geosmin yang tersiar mengudara oleh hujaman air hujan.


Itu pula yang menjadi alasan mengapa air hujan selalu di sukai kebanyakan orang karena bising dan aroma distingtif nya menentramkan jiwa.


Ini Minggu ke dua dirinya berstatus sebagai istri simpanan sang penguasa.

__ADS_1


Udara dingin yang sama seperti malam kemarin. Kehampaan hati yang sama seperti hari-hari sebelumnya.


Ponselnya memang dia nyalakan tapi tak pernah dia sentuh, Sachi keras kepala juga tangguh pada pendirian, sekali tak ingin membuka dia mampu melakukannya meski harus tersiksa.


Rindu, tentu saja rindu yang menyiksanya.


Kreeetttt


Suara yang sempat terdengar karena hujan sempat mereda walau hanya sesaat sebelum kemudian deras kembali.


Sebuah sentuhan lembut melingkar di perutnya, aroma maskulin menusuk indera penciumannya, bibir dan hidung bangir seseorang menyentuh leher putih mulusnya.


Sachi terdiam, dirinya tahu kok siapa yang melakukannya, sudah pasti ini ulah suami menyebalkan nya.


"I miss you, Baby!" Bisikan yang hampir tak terdengar tertelan oleh bisingnya air hujan.


Sachi masih hanya diam saja, sampai dirinya meremang merasakan setiap sentuhan lembut yang laki-laki itu berikan.


Ada beberapa jemari yang menyelundup masuk ke dalam piyama tidur miliknya lalu mengarah ke pada gundukan padat yang tidak terbungkus bra.


Buah kenyal itu menggelantung tanpa penyangga, meski demikian ia tetap terangkat karena masih sangat ranum dan kenyal.


Bahkan sekarang Sachi dapat merasakan sesuatu yang mengganjal di atas belahan pantat montoknya.


Sachi memutar bola matanya "Om-om ini ke sini mau nidurin gue doang? Enak banget!" Batinnya.


Di remas nya pelan-pelan buah kenyal itu oleh laki-laki tampan ini "Kita ke kamar yuk!" Bisik nya lagi mengajak.


Sambil menekan bibirnya geram Sachi melepaskan tangan nakal itu dari dadanya.


Di tatapnya wajah Nathan dengan tajam hingga menusuk dan hampir saja melubangi jantung laki-laki itu.


"Om! Tidur di sini! Itu kamar ku! Bukan kamar mu!" Setelah menunjuk ke arah kamar, Sachi melangkah masuk meninggalkan suaminya dalam keadaan bingung.


BRAK!


Nathan baru tersadar bahwa isterinya tega mengunci pintu dan membiarkan dirinya kedinginan di balkon kamar.


Sontak Nathan menggedor pintu kaca itu dengan raut memelas "Baby, buka pintu nya, Daddy bisa kedinginan di sini!" Rengek nya.


Di dalam Sachi terlihat ripuh dengan gawai persegi miliknya dan Nathan masih sempat berkerut kening menatap heran isterinya dari luar.


"Apa-apaan ini?"


Apanya yang apa-apaan? Setelah tidak memberinya waktu temu rindu masih bertanya apa-apaan? Hukuman adalah prioritas! Dia mengutuk dirinya sendiri.


📥 "Tidur di luar sampai pagi!" Pesan teks yang dia baca dari kontak bertuliskan Klien.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung.....

__ADS_1


.


..


__ADS_2