
"Aku harus pergi menemui Ibu ku, sekarang lepaskan aku! Atau aku benar-benar akan menuntut mu Nathan!" Teriaknya.
Sachi melangkah kembali menuju pintu.
"Kalo begitu biar aku yang mengantar mu." Nathan meraih tangan isterinya dan Sachi menepis.
"Aku ke sini sebagai kekasih adik mu, jadi aku juga akan pulang bersamanya!" Tolak Sachi berang.
Mendengar itu rahang Nathan mengeras kembali "Kamu istri ku, jadi terima lah kodrat mu, Baby! Sudah tidak sepantasnya kau berjalan dengan laki-laki lain selain suami mu!" Sentak nya.
"Kodrat sebagai istri simpanan mu begitu?" Senyum remeh Sachi usung kan di sudut bibirnya "Kalau ada pria tampan dari keturunan bangsawan yang mau menjadikan ku istri satu-satunya, kenapa pula aku bertahan dengan mu?" Sindirnya enteng.
Sachi tahu, Nathan emosi pada adik kesayangannya, sekarang apakah Nathan akan terus menutupi kebenaran? Apakah rencana Nathan akan terus berlanjut sampai Keenan melahirkan? Sachi ingin mengetahuinya lebih dalam lagi.
"I-then tampan, dia juga sama-sama calon pewaris tahta kerajaan Jack group! Kenapa aku harus mempertahankan mu! Aku akan menerima lamaran nya!" Sulut nya membual.
"Apa kamu sudah gila, Baby? Kamu istri ku, bagaimana bisa kau menerima lamaran adikku hah?" Berang Nathan.
"Kenapa tidak? Istri pertama mu saja hamil anak adik mu bukan? Lalu kenapa aku tidak boleh menerima lamarannya? Dia tulus loh mau menjadikan ku satu-satunya istrinya! Dia tidak pengecut seperti mu, dia berani membawa ku ke hadapan orang tuanya, tidak seperti mu!" Sindir Sachi meremehkan.
"Sejujurnya aku salut akan pendirian yang dia miliki, dia mampu melawan dunia asal bisa hidup dengan kejujuran, tidak seperti mu yang pengecut!" Tohok Sachi kembali.
"Aku punya adik, sedang kamu tidak, itu makanya kamu tidak pernah mengerti apa yang sedang ku pertahankan!" Sela Nathan cepat.
"Tindakan mu ini, hanya akan membuat mu semakin sulit menjadi istri ku, Baby!" Seberapa pun marahnya, Nathan tak pernah luput untuk menyerukan sebutan sayangnya.
"Aku tidak berniat menjadi istri mu selamanya, kau tidak mencintai ku Om, kau hanya mencintai istri pertama mu, dua Minggu sudah kita tidak bertemu, tapi kau tak punya niat sedikitpun untuk menemui ku bukan? Karena kau asyik mengelus perut istri mu sambil merasakan tendangan dari Baby yang kau bilang mirip dengan Daddy nya!" Sachi tergelak seolah menertawakan kebodohan dirinya sendiri.
"Dia calon keponakan ku, tentu saja aku menyayangi nya, Baby I-then memang seaktif itu, aku menyukainya, aku membayangkan mungkin itu juga akan terjadi padamu, terjadi pada Baby kita berdua." Nathan mulai melembutkan nada bicaranya, membujuk.
"Apakah masalah, aku memperhatikan calon keponakan ku?"
Sachi tersenyum sinis "Aku lupa kau ini penguasa dan aku budak sahaya, seharusnya tak pantas aku berbicara seperti ini padamu bukan? Tak semestinya aku cemburu bukan? Aku hanya wanita murahan mu!" Katanya.
Nathan menghela "Jangan terus berbicara seperti itu, atau aku, ..."
"Apa?" Sachi menyergah kata-kata suaminya dengan mencuatkan wajahnya seakan menantang "Apa kau akan mengurung ku dan menjadikan ku tawanan cinta mu?"
__ADS_1
Senyum sinis lagi-lagi tersungging di sudut bibirnya "Kau takut pada ancaman istri pertama mu bukan? Apa kau tidak takut padaku? Aku bisa saja mengungkapkan siapa aku pada semua orang yang datang di pesta ini Tuan!" Lanjutnya mengancam.
"Berhenti memanggilku Tuan! Kau istri ku Baby!" Sergah Nathan.
Klak!
Pintu kamar terbuka di sela perdebatan sengit mereka, Nathan dan Sachi menoleh secara bersamaan, sungguh mata keduanya membulat ketika Keenan berdiri di ambang pintu sana.
"Perempuan tidak tahu diri! Jadi kau di sini sedang berusaha merayu suami ku?!" Keenan melangkah dan menarik paksa Sachi keluar dari kamar hingga terpelanting ke lantai koridor.
Orang bilang wanita hamil kuat, mungkin kemurkaan itu membuat Keenan mampu menyentak raga mungil Sachi.
"Pelacur tidak tahu diri! Sundal miskin, pantas saja belanja mu di butik mahal, rupanya kau ini perayu laki orang!" Sarkas Keenan seakan sengaja memamerkan wajah Sachi yang tidak tahu diri dan sangat murahan, menurutnya.
Beberapa pasang mata tertuju pada kedua wanita itu, terutama Sachi yang kini menunduk dengan tidak terhormat.
Untungnya tidak terlalu banyak yang melihat adegan memalukan itu karena sudah terlalu jauh dari ballroom.
"Astaga, masih ada saja gadis yang suka merayu suami orang, tidak tahu malu, bukanya tadi dia datang dengan adik nya Nathan? Kenapa sekarang merayu abangnya?" Wanita bergaun biru itu mengoceh.
"Gadis cantik mah bebas bergentayangan, asal bisa dapat duit banyak, rela dia di celup sana sini. Hati-hati makanya yang punya suami jeeng!" Sambung wanita bergaun merah itu.
Keenan bersiap melayangkan tamparan pada Sachi yang masih terduduk di lantai namun tangan Nathan menghalanginya, sorotan yang menusuk dari netra biru Nathan telah terarah pada Keenan sekarang.
"Jangan pernah berpikir untuk menyakitinya!" Lirih bahkan berbisik pelan hingga hanya Keenan saja yang mendengar.
Keenan menoleh tajam "Jadi, apa dia wanita simpanan mu Abang? Jadi dia kah yang selama ini kau panggil Baby? Kau pikir aku tidak tahu? Pantas saja dia terus berbolak-balik ke butik Shandra bersama Jho, jadi dia piaraan mu?" Ujarnya sengit.
"Keenan!" Nathan menahan suaranya namun tatapan nya begitu mencekam.
"Sachi!" Dari balik tubuh para tamu undangan yang menonton adegan itu Ethan keluar dan meraih sosok cantik yang dia pamerkan sebagai kekasihnya.
Keenan tertawa renyah "Kasihan sekali kamu I-then, pacar mu ternyata perayu suami orang, dia wanita tidak tahu diri yang ingin menikmati hidup mewah tanpa capek-capek bekerja! Barusan dia juga merayu suamiku, hati-hati dengan wanita miskin ini." Sarkas nya.
"Tutup mulut mu!" Sachi beranjak dari duduknya dan menyerang wanita hamil itu.
"Sayang!" Ethan meraih tubuh Sachi dan Nathan meraih isteri pertamanya, adil bukan? Setidaknya sekarang Sachi tahu, dirinya lah yang tidak mendapat pembelaan dari suaminya.
__ADS_1
Nathan menyeret Keenan masuk ke dalam kamar dan menutup pintu bilik dengan hentakan yang sangat keras.
Rahang tegas menjadi bukti betapa murkanya laki-laki itu pada isteri pertamanya.
Tak ada kesabaran lagi, tiada ampun bagi wanita yang berani mengganggu isteri kesayangannya.
PLAK!
Satu tamparan mendarat sempurna di pipi mulus ibu hamil itu "Abang!" Teriak Keenan, sekarang dia menutupi pipi yang kian memerah karena rasa panas yang lebih seperti terbakar.
"Beraninya kau berkata seperti itu pada istri ku, Keenan! Beraninya kau mempermalukan Sachi ku di depan banyak orang!" Berang Nathan yang memekakkan telinga.
"Apa!" Keenan terperanjat "Istri?" Celetuknya tersentak. Tubuhnya bergetar hebat seperti tidak mampu menerima kenyataan. Ini benar-benar di luar ekspektasi nya.
Bagaimana jika Nathan memilih wanita itu sedangkan Ethan juga tak mau bertanggung jawab padanya, sudah pasti keluarganya juga akan menghukumnya karena sudah berani membuat pemimpin konsorsium juga pemilik perusahaan mandiri, menceraikan dirinya. Keenan ketakutan sekarang.
"Yah, dia istri ku!" Nathan menunjuk lurus ke arah pintu lalu menuding kan telunjuknya pada wajah cantik isteri pertamanya "Harusnya kau sadar diri siapa dirimu di sisiku Keenan, sampai detik ini aku masih mempertahankan mu hanya karena kau mengandung anak adikku! Kau pikir aku masih mencintai mu?" Senyum cibiran Nathan lepas begitu saja "Cih!" Decih nya menyamping.
Sakit sekali rasanya hati Keenan, bukan karena apa-apa tapi karena dirinya harus kalah dari wanita lain yang menurutnya tidak sebanding dengan level nya.
"Aku bisa saja mencabut seluruh fasilitas yang ku berikan padamu Keenan, juga mencabut saham dari perusahaan ayah mu yang tidak seberapa itu! Jadi jangan kira kau bisa seenaknya mengancam ku! Adanya aku masih membuat mu di sisiku karena aku masih memiliki kepentingan untuk itu!" Tambahnya.
Keenan tak menyangka, di hadapannya Nathan bisa berbicara lugas seperti itu, rupanya di balik kediamannya ada sisi lainnya.
"Apa kau lebih membela sundal mu dari pada aku istri Syah mu Bang? Wanita sepertinya tidak akan sebanding dengan ku!" Sarkas Keenan. Sesekali meringis sambil memegangi perutnya yang terasa melilit, ada rasa keram lain yang tiba-tiba muncul.
Nathan melangkah maju dan meremas mulut wanita itu "Cam kan, bahwa posisi mu tidak lebih dari istri yang berkhianat! Tentu saja tidak akan pernah satu level dengan istri kesayangan ku! Kau lah yang harusnya sadar diri di sini Keenan!" Berang nya melotot. Siapa pun yang merendahkan Sachi nya, takkan pernah Nathan biarkan begitu saja.
"Hiks hiks!" Tangisan menghiba Keenan terdengar lirih.
Nathan tak perduli dengan isakan isterinya, dia tetap keluar dari kamar dan berjalan cepat menuju lift.
Di rabanya telinga dan kehilangan benda kecil miliknya. Kemana perginya earphone yang selalu menempel dan memberinya akses ke seluruh jaringan orang-orangnya? Sepertinya dia lupa membuangnya saat memberikan hukuman pada Sachi beberapa waktu yang lalu.
"Brengsek!" Umpatnya "Apa Baby pulang bersama I-then?" Gumamnya cemas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Bersambung..... Dukung author dengan Like vote komen dan hadiah nya 🤗😘