Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 102 : Teknologi Anti Gempa!


__ADS_3

Didalam ruangan, ia mengupas buah-buahan untuk di makannya, selama berjam-jam ia berada di dalam ruangan. Selepas mengupas buah-buahan, ia memainkan handphone untuk melihat berita sekarang apa yang sedang trending.


"Perang pecah di dunia bawah?" Gumam Qin Chen. "Aku khawatir ini pasti ada hubungannya dengan Alice pergi sebelumnya, untungnya aku tidak ikut campur kalau tidak aku bisa benar-benar mati mengahadapi hujan peluru ataupun pedang."


Dengan mengejutkan, Chloe terbangun karena sudah malam ia melihat Qin Chen tengah serius dengan handphonenya, meliriknya kesamping ada buah-buahan yang sudah di kupasnya.


"Tuan?"


Qin Chen mendongak dan menurunkan handphone ke atas meja. "Kamu sudah bangun? Baguslah, kamu sudah terlihat membaik."


"Tuan dapat kembali ke hotel untuk beristirahat, aku baik-baik saja di sini ada suster yang akan merawatku. Dan lagi tuan harus kembali ke negeri asal setelah urusan di tempat ini belum selesai."


"Tidak apa-apa, aku bisa mengambil waktu satu bulan untuk tinggal di tempat ini, aku akan bicara dengan istriku di sana." Balas Qin Chen.


Seharusnya satu bulan bukanlah waktu yang lama dengan urusan panjangnya di perusahaan.


"Tapi mereka pasti khawatir, tuan dapat kembali setelah urusan tuan selesai."


Diruangan yang sunyi, mereka mengobrol santai sembari memainkan game untuk menghiburnya.


Selama beberapa hari berlalu, Chloe sudah kembali seperti biasanya, walaupun begitu ia masih memangil Qin Chen dengan sebutan tuan karena belum bisa memangilnya dengan sebutan suami.


Sedangkan Qin Chen, ia tengah di samping lautan memegang pancingan.


[Sudah satu minggu berlalu tuan.]


"Kau benar sistem, aku tidak menduganya tempat ini menarik."


[Kapan tuan berencana pulang?]


"Kemungkinan minggu depan bertepatan dengan usia kandungan Bai Tianzhi di lima bulan. Aku akan memberikan hadiah untuknya, dan hadiah untuk Jiang Haozi."


[Kalau begitu tuan, bagaimana dengan hadiah teman-teman tuan?]


"Hmmm ... Aku akan memikirkannya karena hadiah mereka tidak main."


Saat ia tengah mengobrol, ia mendapatkan balasan dari ikan besar hingga senar yang ia gunakan terus di tarik panjang. Qin Chen begegas menariknya dan menggulungnya dengan keras.


Orang-orang di samping memperhatikan Qin Chen yang tengah menarik tangkapan besar, dengan semangat memberikan tepukan tangan menyemangati Qin Chen.


Streak! Streak!


Dengan keras ia menggulung dan mengulur benang pancingan, ia membuat ikan tersebut semakin kesal dan memberontak hingga pancingannya membentuk setengah lingkaran sempurna.

__ADS_1


Hingga beberapa menit berlalu ia berhasil menarik ikan besar ke atas.


"Luar biasa tuan, anda mendapatkan ikan tuna yang sangat besar!"


Satu-persatu tepukan tangan bermunculan, Qin Chen mendapatkan ikan tuna sepanjang 1,6 meter dengan berat mungkin 80-100 kg yang merupakan ikan paling besar yang belum pernah di dapatkan orang-orang.


"Lumayan, aku mendapatkan ikan besar untuk di bawa pulang."


Qin Chen mengangkatnya dan melemparnya masuk kedalam mobilnya, ia membawanya pulang ke rumah yang ia beli di sana untuk tempatnya tinggal sewaktu-waktu tengah berliburan ataupun melakukan pekerjaan ditempat tersebut.


"Mau makan apa malam ini? Ikan bakar, saus tiram atau ikan kuah? Hmm ... Sepertinya semua makanan enak, aku akan membagi daging ikan menjadi beberapa masakan untuk dimakan malam ini."


Sesampainya di depan rumah, ia membawa ikan tersebut seperti membawa istrinya karena besar sambil memeluknya. Pakaian mahal di cemari aroma bau ikan dimana-mana, Qin Chen melempar ke atas meja setelah masuk.


Gedubrak!


Chloe mendengar suara tersebut, ia turun kebawah menemukan Qin Chen tengah membawa ikan besar ke dapur.


"Tuan?"


"Ah! Kamu mengejutkanku, ada apa?"


"Tidak ada, saya mendengar suara keras dari atas sana."


Chloe mengangguk, ia mendekati Qin Chen dan membantunya menyiapkan makanan untuk malam ini, Qin Chen akan kembali setelah satu minggu di tempat ini.


Dengan ketrampilannya menggunakan senjata, Qin Chen dapat dengan mudah memotong daging ikan menjadi beberapa bagian untuk ia gunakan membuat masing-masing masakannya.


Selama beberapa menit berlalu, mereka membuat lelucon sambil masak hingga hidangannya selesai.


Makan bersama, lalu setelah itu mereka tidur di ruangan yang sama di batasi dengan guling diantaranya.


Beberapa hari berlalu, Qin Chen sudah membuat banyak pencapaian besar di perusahaan Steve Dawn.


Qin Chen membangun pesawat luar angkasa yang di inginkan Steve Dawn, karena ia melanjutkan proyek tersebut dengan menambahkan beberapa teknologi mutakhir pendukung.


"Tuan Qin, bagaimana dengan perkembangan teknologi untuk mendukung manusia kedepannya?" Tanya asisten di lapangan untuk merancang.


"Aku akan membaca data yang kau berikan nantinya, untuk sekarang kita akan mengembangkan mesin Evo-Terminator Eso. Teknologi itu dapat membantu manusia di bumi untuk menghindari gempa, akhir-akhir ini ada banyak gempa di berbagai belahan dunia."


"Mesin itu, tuan mungkin akan ada banyak kontroversi dari berbagai pihak salah satunya orang-orang dunia bawah dan orang di dunia kegelapan melakukan bisnis dengan cara ilegal."


"Kau benar, tapi aku akan mengatasi hal tersebut, terpenting mesin ini bisa menghentikan gempa bumi."

__ADS_1


"Baik kalau begitu, saya akan membangunkan delapan mesin untuk di sebarkan di negera yang mau membelinya. Untuk sekarang, saya akan memproduksinya secara eksklusif karena hanya ada 10 mesin untuk ini."


"Bagus, untuk selanjutnya mesin ini." Qin Chen mendorong dokumen cetak birunya. "Teknologi canggih mutakhir yang baru aku kembangkan di laboratorium, ini bisa mendukung pertanian."


"Baik tuan muda."


Selanjutnya, ia menandatangani berkas-berkas yang ada di atas mejanya dimana itu kerjasama dengan perusahaan lain.


Qin Chen berada di perusahaan Steve Dawn yang sekarang di aset pribadinya dan kekayaan Qin Chen merupakan orang terkaya di dunia nomor pertama.


Berita tentang kekayaannya Qin Chen tersebar di seluruh dunia dengan kekayaan mencapai triliunan dollar bahkan perbulannya ia bisa meraup ratusan miliar.


Sedangkan Chloe berada di perusahaannya di sana ia tengah duduk berkerja seperti biasanya karena ia tidak ingin membuat Qin Chen selalu bekerja keras.


Bahkan sekarang ia tengah melakukan panggilan langsung dengan istrinya karena mereka selalu menghubunginya, Qin Chen duduk dengan tenang di perusahaan di lantai paling atas.


Saat mereka melihat Qin Chen, mereka bahagia melihatnya karena Qin Chen benar-benar seorang CEO Tampan yang arogan.


"Apa kalian merindukanku?"


“Tidak.”


Qin Chen tersenyum. "Begitu rupanya, aku akan kembali satu minggu lagi, tunggu aku di rumah karena tidak sabar melihat lima bulan istriku dan dua bulan istriku."


“Humph! Kami membaca berita tentangmu yang mengambil aset Steve Dawn. Kamu sekarang orang terkaya di dunia nomor pertama, bagaimana seorang pria berusia 22 tahun mempunyai aset kekayaan besar, pasti banyak wanita cantik yang mencoba menggodamu.”


"Ya begitulah, aku menolak mereka semua."


“Humph! Jangan bicara omong kosong, cepatlah kembali ada yang ingin aku bicarakan secara empat mata padamu.”


Qin Chen bingung, ia tidak dapat menganalisa mereka karena terlalu jauh. Namun, perasaannya mengatakan kalau ini pasti sangat berbahaya.


"Aku akan kembali secepatnya, karena aku ada yang ingin di bicarakan pada kalian berdua."


“Ya sudah, kalau begitu kamu kembalilah bekerja, aku dan Tianzhi akan belanja lagi untuk menghabiskan uangmu.”


Dengan senyuman menggodanya, Qin Chen mengangguk mengetahuinya. "Lakukanlah, kalau uangnya habis langsung hubungi aku segera, aku akan mentransfer secepatnya."


“Baik, sampai nanti suami.”


"Ya sampai nanti."


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2