
Klinting!
Pesan masuk, Qin Chen membukanya dan membaca pesan dari Qian Chuntian untuk memintanya datang ke rumahnya. Selepas membaca pesan, ia menoleh ke samping melihat hari sudah sore.
Ia melihat waktu yang ia habiskan untuk membantu An Nian He mendapatkan kembali hidupnya begitu lama. Qin Chen menghubungi istrinya untuk meminta izin tidak kembali ke rumah malam ini.
“Ada apa suami?”
Orang yang mengangkatnya adalah Bai Tianzhi!
"Aku tidak dapat kembali malam ini, karena di kantor mempunyai pekerjaan mendadak yang tidak dapat di tinggalkan. Jadi kalian dapat makan dulu untuk menjaga kesehatan dan kembali tidur cepat agar tidak kelelahan."
“Baik, kamu jangan lupa untuk makan malam, karena kamu satu-satunya yang kami punya sekarang, mengerti.”
Qin Chen membeku sesaat. "Aku mengerti, sampai nanti istri."
“Ya, sampai ketemu lagi.”
Selepas itu, ia menoleh ke arah lain dan meninggalkan tempat tersebut menuju kediaman Qian Chuntian. Karena mereka berdua akan sama-sama pergi dari negeri tempat mereka tinggal untuk menyelesaikan masalah masing-masing.
Sesampainya di rumah Qian Chuntian, ia masuk kedalam dan di sambut dengan kehangatan. Qian Chuntian langsung memeluknya, pelukannya yang hangat membuat Qin Chen tenggelam semakin dalam di samudra tanpa dasar.
"Bagaimana hari ini? Apa ada sesuatu yang membuatmu tertarik?" Tanya Qian Chuntian.
"Ya, aku menyelesaikan balas budi yang aku katakan pada sekertaris. Setelah itu, aku mendapatkan pesan untuk ke tempat ini, aku langsung buru-buru pergi karena tidak sabar lagi mendapatkanmu."
"Dasar mulut manis, ayo makan dulu. Aku sudah menyiapkan masakan yang kamu suka di ruang dapur." Balas Qian Chuntian, ia mengandeng Qin Chen masuk kedalam ruangan.
"Kamu sendirian?"
"Hmm ... Setelah kematian suamiku delapan tahun yang lalu, aku selalu sendirian di tempat besar ini tanpa siapapun. Namun sekarang, aku mendapatkan kehangatan yang sudah lama aku lupakan."
Qin Chen tersenyum ia mencium bibirnya lalu duduk di kursinya, Qian Chuntian menuangkan secangkir wine dan mengambilkan lauk dan sayuran untuk Qin Chen.
"Aku besok akan pergi lagi mengurus kerjasama dengan Steve Dawn, dan mungkin akan kembali setelah urusan di sana selesai." Ucap Qin Chen.
"Itu bagus, karena kerjasama dengan Steve Dawn bisa membantumu. Tapi kamu perlu ingat tentang kesehatanmu, di sana sangat panas sampai-sampai dahaga akan mengumpul, sering-seringlah untuk minum air agar tidak kering." Balas Qian Chuntian.
"Aku akan mengingatnya."
Ia mengigit masakan Qian Chuntian lalu ia tertegun merasakannya. "Kamu pintar dalam memasak, rasanya membuatku bernostalgia dengan masakan keluarga." Ucap Qin Chen dengan lahap menyantap masakan Qian Chuntian.
__ADS_1
"Aku mempunyai pengalaman tentang memasak selama bertahun-tahun, kamu dapat menikmati masakan ini kalau kamu memintanya langsung, aku akan mencoba yang terbaik memberikan kebutuhanmu."
"Sebulan ini kamu selalu memberikan kebutuhanku."
Qin Chen menghabiskan makanannya dimana ia di tambah dan tambah lagi agar Qin Chen kenyang dan tidak kurus. Setelah itu, ia melepaskan pakaian Qin Chen karena sudah seharian membanting tulang mencari uang untuk istrinya.
Menghabiskan waktu di kamar mandi membersihkan dirinya, ia lalu keluar dengan mengenakan handuk mengusap-usap rambutnya.
"Apa kamu sudah meminum Pil pencegah kehamilan?" Tanya Qin Chen.
"Aku selalu meminumnya selama memuaskanmu, aku tahu kamu pasti khawatir kalau aku akan hamil. Tidak hanya kamu yang khawatir, aku sama halnya karena takut kamu akan mencari wanita lain untuk mengantikan posisiku." Balas Qian Chuntian.
"Begitu rupanya, kamu yang terbaik Qian Chuntian. Malam ini hingga besoknya, aku hanya untukmu sebelum kita berpisah untuk beberapa tahun kedepan."
"Ya."
Qin Chen mendorongnya ke tempat tidur dengan memuaskan naf*su-nya, memainkan mutiara dunia dengan tangannya, ia memberikan ciuman gairah panas yang melampaui apapun.
Qian Chuntian hanya tersenyum melihatnya, hanya untuk terakhir kalinya ia akan melakukan apapun untuk Qin Chen, karena esoknya ia tidak akan berada di samping Qin Chen.
"Apa kamu menyukainya?"
"Jangan bicara omong kosong, aku tahu kamu akan mencari wanita lain untuk memuaskanmu. Bagaimanapun, kamu Qin Chen orang yang hebat dapat melakukan segalanya dengan mudah." Balas Qian Chuntian, ia menarik tubuh Qin Chen lebih dekat dengannya.
"Entahlah, untuk sekarang aku ingin kamu melayaniku."
"Tentu."
Qian Chuntian memainkan suadara Qin Chen dengan mulutnya memberikan imajinasi fantasi di benaknya bermunculan, waktu berputar dengan kicauan burung yang hinggap di samping kediamannya.
Rintik-rintik hujan mulai turun dengan deras membuat suasana semakin mendukung menghangatkan ranjang.
Mereka berdua menghabiskan waktu sepanjang harinya untuk bercinta di ruangan, hingga waktu kembali pada posisi awal mereka bertemu.
Qin Chen terbaring dengan tangannya di gunakan Qian Chuntian untuk tidur.
"Terimakasih banyak atas makanannya." Ucap Qian Chuntian.
"Ya, aku bahagia sekarang mendapatkanmu secara penuh. Ngomong-ngomong aku akan kembali karena sudah mau malam, aku tidak mungkin meninggalkan mereka berdua di rumah sendirian." Balas Qin Chen.
"Hmmm ... Kamu dapat kembali, karena aku sudah mendapatkanmu satu hari penuh. Aku merasa pegal-pegal, dan mungkin akan beristirahat beberapa hari di rumah." Ujar Qian Chuntian.
__ADS_1
"Jaga dirimu."
Cup~
Sehabis mencium bibirnya, ia mengenakan pakaian lalu pergi meninggalkan Qian Chuntian sendirian di dalam ruangan. Dimana Qin Chen menggunakan mobilnya untuk kembali ke rumahnya.
Sementara itu, Qian Chuntian duduk dengan melihat di bawah lemari ada Pil Pencegah Kehamilan.
"Maaf Qin Chen, aku harus melakukan ini untuk mendapatkanmu." Dengan bahagia ia mengusap perutnya. "Aku akan menjaga pemberianmu, karena kamu satu-satunya kebahagiaan yang aku punya setelah anak-anakku."
Ia melangkah untuk membersihkan dirinya, karena ia akan pergi ke luar negeri agar Qin Chen tidak mengetahui bahwa ia tidak meminum Pil Pencegah kehamilan.
Sedangkan di tempat Qin Chen, ia tengah meletakkan kendaraannya lalu masuk kedalam rumah dimana kedua istrinya menunggunya kembali.
Sewaktu mereka memeluk Qin Chen dengan hangat menyambut kedatangannya, mereka mencium aroma parfum yang bukan punya mereka berdua.
Mendapatkan hal tersebut, mereka hanya diam tidak bertanya-tanya tentang apa yang Qin Chen lakukan di luar sana. Karena mereka menyadari keanehan Qin Chen beberapa hari ini begitu mencurigakan, kembali terlambat dengan aroma parfum yang sama berulang-ulang.
"Bersihkan dirimu, kamu begitu bau karena bekerja seharian."
"Jangan lama, karena kami sudah menyiapkan makanan kesukaanmu sebelum kamu pergi ke luar negeri besok pagi. Kami juga sudah menyiapkan barang-barang bawaan yang mungkin kamu butuhkan di koper."
"Terimakasih banyak, kalian berdua benar-benar istri idaman yang perhatian terhadap suaminya."
"Tentu saja!"
Selepas itu ia mandi dan makan bersama lalu tidur bersama meskipun ada beberapa jarak diantaranya.
Paginya— Qin Chen dan kedua istrinya berada di Bandar Udara Internasional untuk mengantar kepergian Qin Chen ke luar negeri. Qin Chen mencium keduanya lalu ia bicara. "Jaga diri kalian baik-baik, aku akan secepatnya kembali ke rumah untuk merawat kalian berdua, doakan aku agar menghasilkan uang banyak demi masa depan kita."
"Hmm ... Kami selalu berada di sampingmu, suami. Setiap doa-doa yang kami berikan akan selalu menyertaimu." Kata Bai Tianzhi.
"Apa yang di katakan Tianzhi benar, lalu kembalilah setelah masalah di sana selesai karena kami akan menunggumu kembali di rumah yang sama." Sahut Jiang Haozi.
Ada rasa tidak tega meninggalkan mereka berdua, namun ia membutuhkan uang yang banyak untuk menghidupi keluarga walaupun di rekeningnya ada banyak uang.
Untuk terakhir kalinya, ia mencium masing-masing bibir mereka lalu melambaikan tangannya mengucapkan selamat tinggal dan jaga diri kalian baik-baik saja di rumah.
....
*Bersambung ...
__ADS_1