
Bai Tianzhi membeli perban dan obat untuk mengeringkan luka. Setelah itu, ia duduk di samping Qin Chen. Dengan lembut, ia membersihkan darah dan pinggiran lukanya agar tidak ada bakteri yang menempel di lengannya.
Selepas itu, ia mengoleskan obat seperti cairan ke lukanya.
Qin Chen hanya diam, ia membiarkan Bai Tianzhi merawat lukanya. Karena bagaimanapun, sepanjang ia terluka hanya Bai Tianzhi yang merawatnya sampai benar-benar kembali seperti semula, sehat.
"Kamu tidak menghubungi universitas? Bagaimanapun kamu seorang Profesor sekarang, kalau libur tanpa izin kamu bisa saja di keluarkan karena tidak konsisten dalam mengajar." Ucap Qin Chen.
"Aku akan menghubungi kepala universitas, aku akan izin seminggu ini karena aku merasa mual-mual beberapa hari ini. Sekaligus, aku akan mengecek kondisi ke rumah sakit tentang kesehatanku." Balas Bai Tianzhi.
Qin Chen langsung menoleh melihatnya dengan serius karena perkataan Bai Tianzhi sebelumnya. "Mual-mual? Apa kamu serius?!" Tanya Qin Chen.
"Hmm ... "
Ia langsung menatap langit dengan mata kaca-kaca, lalu kembali melihat Bai Tianzhi yang tengah mengamatinya. "Ini sudah satu bulan kurang 2 hari, apa mungkin kamu—" Qin Chen menutup mulutnya.
"Hmm ... Aku belum tahu, karena itu besoknya aku akan kerumah sakit untuk konsultasi dengan dokter tentang gejala yang aku dapatkan sekarang."
Qin Chen mengangguk beberapa kali, ia mengusap-usap rambutnya di perhatikan banyak orang-orang. Karena Qin Chen tidak menggunakan pakaian, seperti orang mesum yang tengah memamerkan tubuhnya.
"Baguslah, mulai sekarang aku akan memprioritaskan istriku. Aku akan membelikan banyak buah-buahan, daging dan sayuran, manisan apapun itu yang kamu butuhkan kedepannya katakan padaku langsung." Qin Chen menyentuh bahunya dengan penuh semangat berkobar-kobar.
"Jangan kencang-kencang bicaranya, aku malu di dengar banyak orang. Sekarang, ayo ke toko pakaian untuk mencari pakaian kita berdua yang hanya tinggal satu set ini." Balasnya, ia memintanya untuk ke toko pakaian membeli pakaian sekarang karena mereka tidak mempunyai pakaian lagi.
Qin Chen memberikan tas yang sering Bai Tianzhi bawa ke universitas didalamnya terdapat handphone dan dompetnya.
Bai Tianzhi sangat bahagia mendapatkan dompetnya kembali karena di dalamnya terdapat buku nikah mereka berdua yang disimpan baik-baik.
Setelah membalut lukanya, mereka pergi ke toko pakaian untuk membeli beberapa set pakaian yang akan digunakan kedepannya karena seluruh pakaian mereka berada di apartemen.
__ADS_1
Toko Pakaian—
Qin Chen duduk dengan melipatkan tangannya tengah menunggu Bai Tianzhi memilihkan pakaian untuknya. Walaupun ada banyak orang-orang yang membicarakannya, ia mengabaikannya.
Tidak lama setelah itu, Bai Tianzhi menghampirinya sembari membawa satu set pakaian berwarna hitam setelan orang-orang generasi muda yang kaya.
"Gunakan ini, aku memilihkannya khusus untukmu, untuk sekarang aku akan membayarnya."
"Kenapa begitu?"
"Kamu sudah menghabiskan banyak uang akhir-akhir ini, walaupun aku tahu uangmu ada berapa tapi ingat masa depan tidak sesuai dengan ekspektasi dan harus berhemat. Sempat terjadi hal buruk seperti sekarang, kamu masih bisa menggunakan uangmu." Jelasnya.
Qin Chen hanya diam, ia mengambil pakaian yang di berikan Bai Tianzhi untuk menggantinya di ruang ganti.
Tidak berselang lama, Qin Chen keluar dengan setelan baru. Orang-orang terpukau dengan ketampanan Qin Chen yang melebihi artis-artis zaman sekarang, ia begitu menawan penuh dengan pesona seorang Tuan Muda Arogant!
Menarik kera pakaiannya, ia sedikit menyombongkan dirinya membuat para wanita di dalam toko pakaian meleleh dengan teriakan histeris.
"Maaf-maaf, aku tidak melakukannya lagi. Aku tidak akan melakukannya, bisa tolong lepaskan cubitannya itu sakit." Katanya, ia memohon untuk memintanya melepaskan cubitannya yang menyakitkan.
"Lupakanlah."
Qin Chen tersenyum mencubit pipinya kembali, ia melihat ada pakaian yang bagus di sampingnya cocok dengan karakter Bai Tianzhi.
Bai Tianzhi menatapnya. "Pakaian sebelumnya, pasti sudah hancur di reruntuhan bangunan. Maaf karena tidak bisa menggunakannya saat kamu kembali."
"Tidak apa-apa, ada banyak pakaian di tempat ini kamu dapat memilihnya. Setelah itu, kita akan makan lalu pergi ke tempat keluargamu untuk masalah yang ingin di bicarakan. Tapi sebelum itu, aku akan membeli mobil karena mobilmu tidak dapat di selamatkan semalam." Jelas Qin Chen.
"Mobil dapat di beli, terpenting kamu selamat sudah cukup. Aku akan menyelesaikan membeli pakaian, setelah itu makan karena sudah siang juga aku sudah menghubungi kepala universitas mengambil cuti selama seminggu."
__ADS_1
"Baguslah, kalau begitu selama satu minggu kamu bisa beristirahat. Aku akan menyelesaikan tugas sebelumnya, lalu proyek yang aku kembangkan sekarang dan mencari uang." Balasnya.
Qin Chen memilih beberapa pakaian untuknya dan selebihnya Bai Tianzhi mengambilnya sendiri. Pakaian Qin Chen menggunakan uang Bai Tianzhi sendiri, dan pakaian Bai Tianzhi menggunakan uang Qin Chen karena mereka bertukar.
Setelah belanja selesai, mereka berada di restoran mewah untuk makan siang bersama sebelum ketempat ayah dan ibu Bai Tianzhi berada.
Bai Tianzhi memesan daging bakar dengan kematangan premium, sama halnya dengan Qin Chen karena ia tidak mood untuk makan yang lain selain daging untuk sekarang karena ia mempunyai cukup uang.
Sementara itu—
Di bangunan lain, tepatnya di restoran sampingnya terdapat teman-temannya tengah menikmati secangkir kopi.
"Tunggu kalian, bukankah di sana saudara kita yang tengah libur? Kenapa dia berada di restoran, padahal kita hendak mencarinya karena lokasi gempa dekat dengan apartemen tempatnya tinggal." Kata Song Yu dengan menujuk ke arah Qin Chen.
Kedua lainnya langsung mendekatinya dan memperhatikan Qin Chen tengah bersenang-senang dengan seorang wanita cantik yang mereka kenal.
"Hmm ... Tunggu sebentar, wanita cantik dengan ukuran dada luar biasa, paha panjang dengan ketebalan seperti gitar spanyol. Tunggu ... Bukankah wanita itu Profesor Bai?!" Dengan terkejut Zhung Long mengeluarkan suara cukup keras di ruangan itu mengejutkan mereka berdua lainnya.
Song Yu dan Guo Gong tercengang tidak dapat mempercayai pengelihatan mereka, mengamatinya dengan baik mereka bertiga melihat Qin Chen begitu dekat bahkan menyentuh wajahnya seolah-olah tengah berpacaran dan sedang kencan di situasi sekarang!
"Sialan! Saudaraku yang aku khawatir semalaman ternyata dia sedang kencan dengan wanita cantik di universitas! Aku tidak rela seperti ini, aku harus tahu hubungan mereka sudah mencapai mana!" Ucap Song Yu.
"Apa kau mencoba merusak hubungan mereka berdua? Jahat sekali kau menjadi saudara hidup dan mati, bukankah saudara harus saling melindungi dan melengkapi satu sama lainnya?" Sahut Guo Gong.
Song Yu menoleh ke arahnya. "Apa yang kau pikirkan, meskipun aku iri dengannya. Aku tetaplah saudaranya, bagaimanapun hubungan mereka tersembunyi sempat ada yang mengetahuinya reputasi mereka berdua akan runtuh."
"Jadi, bagaimana?"
Guo Gong bertanya, Song Yu tengah berpikir dan Zhung Long merangkul mereka berdua bersamaan. Karena mempunyai sesuatu yang ingin ia bicarakan kepada mereka untuk kedepannya.
__ADS_1
...
*Bersambung ...